Sarjana muda Kefamenanu ”petani berdasi”meningkatkan pamor profesi petani.

Rai Generasiku
Karya Rai Generasiku Kategori Enterpreneurship
dipublikasikan 09 Juli 2018
Sarjana muda Kefamenanu ”petani berdasi”meningkatkan pamor profesi petani.

Kefamenanu - Sosialisasi profesi petani kaum muda perlu dilakukan, sebagai ajang promosi pencitraan ”petani berdasi” untuk meningkatkan pamor profesi petani kepada masyarakat. Kita perlu lebih banyak menciptakan ”petani berdasi”. Petani tidak hanya bergantung pada kondisi alam dan ketersediaan lahan. Petani berprofesi mampu memberdayakan teknologi guna meningkatkan produksi dikotanya. Mereka adalah para petani kreatif yang mampu menjadi solusi atas masa depanya sendiri.

Berprofesi sebagai petani memang menuai kontraversi pandangan dari kalangan masyarakat, terutama keluarga dan tetangga yang mulai mengejek bahkan menghina, bahwa seharusnya seorang sarjana tidak seharusnya berprofesi sebagai petani.

Kata orang tuaku serta keluarga dan sanak saudara bahwa kamu adal sarjana muda, tidak pantas kerja seperti ini (bertani) sebab pekerjaan petani sangat terhina dan kotor, biarkan ini menjadi pekerjaan bapak dan om dan lainya, kamu harus menjadi pegawai (PNS) sehingga mengharumkan nama keluarga seperti temanlain dikampung, biar gaji kecil tetapi pentingnya pegawai (PNS) ungkap kens mengulang perkataan bapaknya.

Petrus Kanisius Bate, S. ST, merupakan seorang Alumnus Politeknik Pertanian Negeri Kupang (NTT) pemuda asal desa Letmafo Timur Kecamatan Insana KabupatenTTU, sejak tahun 2017 lalu merintis Usaha di Bidang Budidaya Tanaman Hortikultura di Kampung Halamannya. Menurut Kens keputusan dirinya memilih sesuai apa yang telah dia dapatkan sewaktu masa di bangku kuliah.

Kens Memulai Usahanya Tahun lalu dengan Komoditi Cabai Rawit Bhaskara 6.000 pohon , kini dia menambahkan komoditi Tomat Fortuna & Kubis / kol Grand 22. Dirinya memulai bertani sebagai bentuk implementasi belajar semasa kuliah dan pengalaman saat bekerja sebagai petugas lapangan pada PT. BISI International, Tbk di Wilayah Kab. TTU.

Semasa di bangku Kuliah kami diajarkan untuk menjadi sarjana yang terampil dalam mewujudkan cita cita bangsa yaitu swasembada pangan dan kemandirian pangan. Selain pengalaman itu, juga mendapatkan bimbingan terkait teknologi budidaya dan jaminan pasar dari sang sahabat Gusty Halek, kini sebagai Pelaksana Tugas Pimpinan PT. BISI Wilayah NTT.

Kens menambahkan, bahwa kini dia menanam Kol Grand 22 dengan jumlah 6.000 pohon dan Tomat Fortuna 3000 pohon. Tahun lalu dia menanam Cabai Bhaskara dengan 6.000 pohon, saat Panen dirinya berhasil membeli 1 unit Motor Honda Revo dengan hasil panennya. Sangat diharapkan di tahun ini dengan panenan kol dan tomat, bisa di capai target yang baru lagi.

Dia akan terus berusaha menjadi petani berdasi, akan ia tunjukan kepada semua masyarakat terutama petani di sekitar kampungnya, sehingga mereka jangan menganggap bahwa pekerjaan sebagai petani adalah pekerjaan yang hina melainkan dari bertani yang sungguh sungguh bisa kita capai peningkatan produksi serta sumber pendapatan yang cukup memuaskan. (Gh/berz)

  • view 164