Aku 'kembali' kretek

Ari Firmansyah
Karya Ari Firmansyah Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 30 Juli 2017
Aku 'kembali' kretek

Aku 'kembali' kretek

Seteman kopi tetap menjadi tegukanku pada sendiri, maupun saat bersilaturahmi. Dari olahan yang memanjakan biji untuk diseduh. Hingga racikan sederhana yang hanya dibantu perlengkapan dapur. Kopi hanya hitam. Lalu rasa adalah aku. Aku yang menikmatinya, entah itu pahit, masam, maupun hanta. Karena aku yang membuatnya. Juga dengan sebungkus kretek yang sudah sangat baik para pekerja pabrik memyajikan sebungkus rokok untuk ku. Petani tembakau yang menanamnya, serta merawat. Alam yang membantu agar tumbuh. Pula dengan kuasa Nya semua itu ada.

Ya inilah kretek. Kembali asapnya mengisi organ paru ku. Kembali bibir ku bercumbu. Terulang untuk menemani ku. Setelah beberapa lampau aku teralihkan, oleh bungkusan dengan penyaring dengan lapisan coklat bercorak. Bukan tak setia aku pada kretek. Hanya persoal ingin saja. Tetapi aku tak pernah lupa dengan rasa tembakaunya. Racik dan olahannya. Serta kemasan yang sederhana saja.

Aku tak ingin berfikiran negatif soal rasa. Karena mereka pun sudah mencantumkan kalimat “tembakau daerah dengan internasional yang harum dan manis dicampur dengan cengkeh serta formula khusus untuk menjaga cita rasa”. Aku pikir sudah cukup lah mereka menyajikannya untuk ku seperti sekarang ini. Tak perlu melihat banyak pandang lagi. Mereka cukup profesional.

Ya, karena aku sedang dan ingin menikmatinya saja. Bukan untuk diperdebatkan. Bukan juga untuk kepentingan lain. Nikmatilah hal yang ada walau sederhana. Lihatlah keindahannya walau nampak kecil. Cicipilah walau tak kan terasa lama. Tapi, buat anak ko coba-coba sih. Ingat merokok sebabkan kanker paru-paru dan bronkitis kronis. Dan tidak untuk dijual pada kalangan dibawah 18 tahun.

  • view 34