Agama Apa

Ari Firmansyah
Karya Ari Firmansyah Kategori Renungan
dipublikasikan 23 November 2016
Agama Apa

Tak pernah kunjung reda polemic antar agama ketika terjadi gesekan yang diakhiri dengan percikan. Tak akan pula selesai ketika seorang menjadi pusat permasalahannya. Kalau semua sepakat untuk mengatakan ‘ya semua selesai’. Bukan dari perorang saja atau antar golongan serta beragam agama lain yang mungkin terlibat atau menjadi panutan lain. Tak susah sebenarnya menjadi yang baik. Tak sulit pula berbah untuk berpura-pura jahat. Bermain retorika saja. Mengucapkan sesumat lah. Sekedar celetukan berkicau pun menjadi sebuah bom waktu yang tak akan lama menimbulkan banyak masalah. Bukan hanya mendukung per golongan atau satu dari macam agama lainnya.

Benar adalah satu. Satu-satunya yang menjadi terbenar adalah kebenaran. Bukan disini tempatnya. Bukan ditempat orang yang bertoleransi. Berdemokrasi. Atau pula berkonsolidasi. Tak akan ada kebenaran yang dianggap untuk mereka, kami, saya, kamu, dia, dan siapa yang terusik lainnya. Tak masalah memang kalau tak menjadi terbenar. Tapi menjadi kisruh apabila tak ada yang menjadi tumbal dari kebenaran. Korban dalam kesalahan. Hak yang hilang dalam sekejap mata bagi kepenting si penting. Omong kosong saja mereka. saya pn begitu. Tak ada apanya. Hanya orang yang juga mencari kebenaran atau keadilan. Bukan untuk diperhitungkan seperti ilmu pasti. Tak akan pernah ada yang menganggap ilmu pasti membuat keadilan agar tahu yang mana yang benar. Menurutku tak akan ada. Hanya, apa semua akan terus berjalan menurut para pengendali.

Menurutku dunia ini tak pernah bisa mati apabila para dewa tak menghendaki. Dewa yang kumaksud disini bukanlah sosok seperti aganmu itu. Juga kalian. Disini (dalam imajinasiku) dewa itu tak jauh wujudnya seperti kita ini. bukan orang yang tak sekedar orang saja. Tapi makhluk yang memang diciptakan untuk menjalankan semua ini dari yang mereka mau. Mereka yang sudah punya tujuan. Tujuan yang besar. Besar pula yang mereka beri kepada para dewa. Memberi sebuah hasil. Hasil yang memuaskan jiwa para dewa. Jiwa yang haus akan jiwa pula. Untuk terus dikuras habis tak berair lagi.

Tapi apakah semua ini akan ada solusi ketika dikaitkan sebuah hal yang sangat sensitif. Hal yang sangat tabu bagi dunia ini. kaku pula bila dikaitkan dengan negeri ini. penyelesaian seperti apa yang menjadi pemuas. Bukan pemuas nafsu belaka. Melainkan membalas martabat yang di ijnak bagi kaum sendiri. Bagi golongan sendiri.

Maaf teramat sangat. Aku bukan menjadi orang yang membangkan. Bukan juga menjadi penghianat bagi diriku yangn lain. Aku tak ingin menjadi salah dimata pedomanku. Aku hanya ingin menjadi pelajar untuk pikiran ini. untuk kedepan kun anti. Apabila akan ada hal sama atau mendekati seperti sekarang ini. mungkin aku atau aku yang lain dapat menjelaskan secara tenang dan gambalang, menggambarkan solusi. Menjelaskan apa yang sama untuk menyesuaikan dengan kondisi yang akan datang. Dengan santun. Dengan perjuangan yang tak kalah pula. Tak sembarang kuat. Tak sembarang menantang. Tak juga dengan hujatan. Hanya berdoa kelak aku mendapat solusi dari ini. itu pun untuk mereka kelak ketika aku masih terang. Masih mendapatkan terang dari mereka ayang mengetahui diriku ini. salam…pagi..!

  • view 189