Carut - Marut

Ari Firmansyah
Karya Ari Firmansyah Kategori Renungan
dipublikasikan 22 November 2016
Carut - Marut

Tidak kah kau tergerak melihat Pertiwi menangis pilu terisak

Memanggul beban penderitaan karena kelicikan para penguasa

Penguasa yang tak kenal dengan ibunya sendiri

Yang tak pernah melihat ibunya terkikis menjadi debu berbutir tak kasat mata

Apa kami harus berteriak terus

Apa mereka harus menangis hingga habis

Apa aku harus memopong mereka yang habis keliang lahat

Membanjiri dengan tanah merah yang kering keras

 

Sulit saja yang selalu mereka dapat hingga akhir nafas

Hidup pun mesti mencari lagi

Mencari sisa dari keangkuhan mereka akan uang, makanan, sisa yang sedikit

Atau sisa yang terbuang percuma

Aku disini menulis

Disini tidur

Bergegas mencari jalan seperti penguasa

Bukan menjadi sekedar sama dengan penguasa

Inging menjadikan semua seperti penguasa

Sanggup ku berkelak-kelok

Sanggup untuk memanasi tubuh dengan peluru

Panas terik matahari

 

Pertiwi tak sanggup bergerak, berdiri, ataupu bersuara

Apa seperti ini yang kau ingin

Tak dianggap lagi

Mereka hanya memainkan peran saja ketika menyebut namamu

Bukan diri mereka sendiri

Bukan juga menjadi yang benar sebenar-benarnya

Aku pun bukan selalu yang membenarkan diri

Bukan yang teratas

Pula dengan paling rendah

Tapi sempat aku terasa jiwa yang terendah

Terendah dihadapan penguasa

Mencari sisa dari penguasa

Ayolah, aku ini bukan siapa-siapa

Aku juga ingin menjadi besar

Sama seperti mereka yang dibawah itu

Tapi kuharap tak ada yang berubah

Memanipulasi diri ketika naik tingkat

 

Aku tidak lupa kepada mereka yang keras

Keras menekan dari bawah

Menarik kuat mereka yang ada di teratas

Aku tak tahu skenario mereka seperti apa waktu lalu

Aku tak kenal semua

Tapi aku ingat yang pernah mereka lakukan

Yang diteriakan

Hingga terbakar habis

Haah aku hanya ingin bertanya saja sekarang ini

Bertanya bahwa…

Dimanakah kalian para REVOLUSIONER….?

  • view 183