Prospek dan Tantangan Ekonomi Syariah di Kalimantan Timur

Badrut Tamam
Karya Badrut Tamam Kategori Budaya
dipublikasikan 19 Desember 2017
Prospek dan Tantangan Ekonomi Syariah di Kalimantan Timur

SAMARINDA, InspS,-Seminar Nasional dengan tema Prospek Ekonomi Syariah dalam Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi Kalimantan Timur berahasil diselenggarakan dengan lancar atas kerjasama Bank Indonesia (BI), Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) dan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Samarinda di Ruang Serbaguna Bengkirai Lt. 4 Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur di Jalan Gajah Mada Samarinda, Selasa (19/12/2017).

Rektor IAIN Samarinda Dr. H. Mukhamad Ilyasin, M.Pd mengatakan keuangan berbasis syariah memiliki peran strategis dalam pembangunan nasional. Hal itu dapat dilihat dari beberapa hal antaranya keuangan berbasis syariah memberikan peluang serta kontribusi perekonomian yang lebih merata.

 “Prinsip kegiatan usaha dalam ekonomi syariah menempatkan aspek keuntungan ekonomi dan aspek humaniora secara seimbang, dengan begitu diharapkan dapat menciptakan sistem keuangan yang tidak berorientasi pada keuntungan semata, namun juga memperhatikan aspek kemanusian,” ungkap Rektor.

Bagi Rektor, Seminar yang diinisiasi tiga lembaga ini merupakan hal menarik karena dalam seminar nasional juga dibahas tentang peluang dan tantangan ekonomi Islam dalam menghadapi  financial technology (fintech).

Ia juga berharap semoga seminar ini memberikan manfaat dan kontribusi pemikiran bagaimana ekonomi syariah dapat berperan dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan dapat menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan ruh dan spiritual keislamannya.

Sementara itu Munifah Syanwani, M.Si selaku Sekjen Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Ahli Ekonomi Islam menyatakan seminar nasional kali ini merupakan bentuk merupakan safari ke 25 IAEI di seluruh Indonesia.

Dalam sambutannya ia mengatakan mendukung penuh seminar nasional yang rencananya akan dihadiri oleh Menteri PPN/BAPENAS Bambang Brodjonegoro ini.

Dari pantauan media ini terdapat dua sesi seminar digelar secara parallel. Sesi pertama diisi oleh Edi Fairuzzabadi kepala divisi riset dan asesmen ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia dan Mahendra Nusanto S selaku Region Head VI Kalimantan Bank Syariah Mandiri yang dipimpin moderator Ahmad Nur Zaroni, M.Ag dengan tema peluang dan tantangan Fintech pada keuangan syariah dalam upaya peningkatan pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur.

 

Sesi Kedua diisi oleh Gunawan Setyo Utomo dari Departemen Pengawasan Perbankan Syariah OJK , Hairuzzaman direktur SDM dan Syariah Bankaltimtara dan Prof. Dr. Hj. Eny Ruchaida, SE.M.Si ketua dewan pimpinan wilayah Ikatan Ahli Ekonomi Islam Kalimantan Timur dengan tema Prospek Bank Daerah dengan Unit Syariahnya dalam menghadapi transformasi dengan moderator Dr. Bambang Iswanto, M.Hi.#Tamam

Dan sesi ke dua       

  

 

  • view 76