Ghozi Mubarok : Tuntutlah Ilmu dari Orang yang Tepat

Badrut Tamam
Karya Badrut Tamam Kategori Budaya
dipublikasikan 25 Agustus 2017
Ghozi Mubarok : Tuntutlah Ilmu dari Orang yang Tepat

SAMARINDA, INSPIRASI.CO,- Rektor Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan mengatakan pendidikan karakter di pesantren itu harus dilakukan dengan cara memberi contoh teladan yang baik, uswah hasanah.

Menurutnya untuk menciptakan karakter yang baik bagi mahasantri dan mahasantriwati IAIN Samarinda bukan terletak pada seberapa besar materi dan pengajaran yang diberikan, tapi lebih kepada bagaimana para mahasantri ini mampu mendapat teladan yang baik.

“Pesantren kampus saya yakin dapat memberikan kepada mahasantrinya hal-hal yang sangat positif dalam bidang pendidikan karakter melalui uswah hasanah langsung yang dilihat dan disaksikan dalam kehidupan sehari-hari,” tutur Rektor Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien (IDIA) Prenduan saat mengisi kuliah umum dengan tema peran pesantren kampus dalam proses deradikalisasi di Kampus 2 IAIN Samarinda Jl. HAM Rifaddin Loa Janan Ilir Samarinda, Jum’at pagi (25/8/2017).

Pada kaitannya Fenomena Al Ghulwu wa At Tatharruf alias ekstrimisme dan radikalisme beragama yang belakangan makin marak di tengah kehidupan masyarakat, menurut Rektor muda IDIA Al-Amien Prenduan ini ada beberapa cara untuk mengetahui orang-orang yang terjangkit virus radikalisme ini.

“Salah satu ciri utamanya mereka fanatik terhadap satu pendapat tertentu dan tidak mau terbuka terhadap pendapat pihak lain. Mereka menganggap diri merekalah yang paling benar dan yang lain pasti salah,” ungkap Dr. KH. Ghozi Mubarok Idris, MA di hadapan ratusan civitas akademika IAIN Samarinda.

Ia melanjutkan merasa paling benar dapat melahirkan sikap yang tidak baik seperti kasar terhadap orang yang mereka anggap salah dan tidak sejalan dengan mereka. “Kadang malah mereka suka membid’ahkan, mengkafirkan, mencaci dan maki orang yang tidak sepaham. Parahnya lagi dianggapnya sesat dan perlu diingatkan dengan cara yang ekstrim dan kasar,” ujarnya.

Untuk itu Rektor sekaligus Wakil Pimpinan Pondok Pesantren Al- Amien Prenduan Madura ini berpesan kepada mahasantri dan mahasantriwati IAIN Samarinda untuk menuntut ilmu agama dengan cara yang benar, tepat dan dari tangan yang tepat pula.

“Tuntutlah ilmu agama dengan cara yang benar, dengan cara yang tepat dari tangan yang juga tepat dan qualified dalam suasana yang baik. Sehingga mahasantri dan mahasantriwati dapat memperoleh pengetahuan agama yang baik, utuh, komprehensif atau setidaknya memiliki dasar-dasarnya sehingga mereka tidak terjebak dalam sikap radikalisme yang bersumber dari pengetahuan agama yang separuh-separuh tadi,” pesannya.

Selain kuliah umum, acara dirangkai dengan penandatanganan MoU antara IAIN Samarinda bersama IDIA Al-Amien dalam hal ini diwakili oleh WR 2 Dr. M. Abzar D. M.Ag.

Dimoderatori langsung oleh Direktur Pesantren Kampus IAIN Samarinda K. Muhammad Nasrun, M.Pd.I, media ini memantau kuliah umum berjalan sangat kondusif.#Tamam

 

  • view 34