Pentingnya Penguatan KKNI dan SKPI Bagi Masa Depan Mahasiswa

Badrut Tamam
Karya Badrut Tamam Kategori Budaya
dipublikasikan 23 Agustus 2017
Pentingnya Penguatan KKNI dan SKPI Bagi Masa Depan Mahasiswa

SAMARINDA, INSPIRASI.CO,- Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Samarinda menggelar kuliah umum bertema hard and soft competence lulusan PTKIN berbasis penguatan KKNI dan SKPI, Selasa (22/8/2017) di Auditorium Rektorat Kampus 2 IAIN Samarinda Jl. HAM Rifaddin Loa Janan Ilir Samarinda.

Hadir sebagai narasumber pada kuliah umum ini adalah Dr. H. Muhammad Syamsul Huda, M.Fil.I Wakil Rektor 1 Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga UIN Sunan Ampel Surabaya.

Dalam sambutannya Dr. Zurqoni, M.Ag mengatakan Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) adalah suatu produk dokumen legal yang dikeluarkan oleh perguruan tinggi sebagai pelengkap dokumen ijazah. SKPI mengacu pada Permenristekdikti Nomor 44 tahun 2015 tentang Ijazah, Sertifikat Kompetensi dan Sertifikat Profesi Pendidikan Tinggi.

Pembahasan mengenai KKNI dan SKPI ini menjadi sangat penting mengingat nanti lulusan PTKIN harus mempunyai semacam pengakuan kompetensi.

“KKNI menjadi salah satu alat untuk menyejajarkan kompetensi lulusan perguruan tinggi di Indonesia dengan kompetensi lulusan dari negara lain misalnya Philipina (Philippine Qualification Framework / PQR) bahkan dengan standar Asean (Asean Qualification Reference Framework-AQRF). KKNI bukan sebuah sertifikasi tetapi kelayakan pada level tertentu yang diperoleh melalui pendidikan, pengalaman pribadi, peningkatan profesionalitas, atau melalui peningkatan karir di dunia kerja,” ungkap Dr. Zurqoni, M.Ag.

Dr. H. Muhammad Syamsul Huda, M.Fil.I dalam pemaparannya mengatakan Penyusunan SKPI merupakan amanah peraturan menteri agar tiap lulusan dibekali dengan softskill tertentu. SKPI juga adalah dokumen tambahan yang menyatakan kemampuan kerja, penguasaan pengetahuan, dan sikap/moral seorang lulusan yang lebih mudah dimengerti oleh pihak pengguna di dalam maupun luar negeri dibandingkan dengan membaca transkrip. SKPI memuat informasi tentang pencapaian akademik atau kualifikasi dari lulusan pendidikan tinggi bergelar.

“Perubahan tatanan pekerjaan di ASEAN perlu disikapi dengan bijak agar lulusan PTKIN memiliki kesempatan yang sama dalam bersaing untuk mendapatkan pekerjaan. Salah satunya memberikan kompetensi yang utuh bagi lulusan yang meliputi sikap, pengetahuan, keterampilan umum dan khusus, dan dituangkan dalam surat keterangan pendamping ijazah (SKPI). Sebagai bentuk akuntabilitas kompetensi ini, pembelajaran yang dilakukan di kelas selalu dikaitkan dengan capaian pembelajaran yang sudah ditetapkan oleh prodi.#tamam

  • view 64