Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Proses Kreatif 9 Juli 2018   12:08 WIB
Mengenal Lebih Dalam Seni Rupa, Teater dan Sketsa

Kolase menjadi sesi yang menantang bagi Peserta Belajar Bersama Maestro di Studiohanafi. Setelah membuat kolase secara pribadi di pagi hari ke-3 dan melakukan presentasi karya pada siang harinya, Pengajar memberikan latihan untuk membuat kolase secara kolaborasi pada malam harinya. Untuk karya kolase kolaboratif ini, terdiri dari tiga kelompok dengan jumlah Peserta sebanyak lima orang pada masing-masing kelompok.

Karya kolase secara kolaborasi memberi kesempatan bagi Peserta Belajar Bersama Maestro di Studiohanafi untuk merangkai benda yang dianggap tidak bermanfaat menjadi sesuatu yang disukai. Dengan kreatifitas yang semakin beragam dalam satu kelompok, Peserta juga dilatih untuk mengasah kemampuan berkomunikasi dan mengambil keputusan.

Pagi hari ke-3 Belajar Bersama Maestro di Studiohanafi diawali dengan presentasi karya kolase secara kolaborasi. Setiap kelompok maju untuk menjelaskan tentang apa dan mengapa dari karya yang dibuat. Hanafi dan Icha, Pengajar Belajar Bersama Maestro di Studiohanafi, memberikan gagasan dan masukan pada setiap karya kolase kolaboratif yang dihasilkan. Sekali lagi, bukan tentang karya yang benar dan salah ataupun bagus dan buruk. Tetapi, tentang proses berkesenian yang terus diasah agar semakin tajam dan mudah untuk membelah setiap karya yang dihasilkan.

TEATER

Kegiatan Belajar Bersama Maestro di Studiohanafi hari ke-4 dilanjutkan dengan melakukan kunjungan ke Teater KOMA di Taman Ismail Marzuki. Pada saat yang bersamaan, Teater KOMA memang sedang memiliki jadwal Produksi ke-153 berjudul “Gemintang” di Graha Bakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, pada 29 Juni sampai 8 Juli 2018.
 

Peserta Belajar Bersama Maestro di Studiohanafi tidak hanya berkesempatan untuk melihat penampilan Teater KOMA “Gemintang” yang telah dijadwalkan, tetapi juga bertemu dengan para Senior, Pemain dan Anggota dari Teater KOMA. Mereka diajak untuk melihat keadaan di belakang panggung dan berbagai proses lainnya hingga menghasilkan karya yang utuh.

N. Riantiarno dan Ratna Riantiarno juga memberikan penjelasan pada Peserta tentang pentingnya kehadiran sosok kreatif yang berfokus pada seni rupa pada setiap proses di pertunjukkan Teater. Kreatifitas seni rupa dapat dituangkan pada backdrop panggung, desain kostum, desain promosi dan lainnya yang menunjang sisi artistik dari kebutuhan pertunjukkan Teater.

Karenanya, N. Riantiarno dan Ratna Riantiarno berpesan agar Peserta Belajar Bersama Maestro di Studiohanafi tetap positif melihat Teater sebagai kesempatan berkarya yang baik bagi proses berkesenian untuk seni rupa. Sisi kreatifitas seni rupa akan selalu dibutuhkan oleh Teater.
Selain itu, N. Riantiarno dan Ratna Riantiarno juga mengingatkan Peserta Belajar Bersama Maestro di Studiohanafi untuk selalu disiplin, tekun latihan dan memiliki komitmen pada setiap hal yang dilakukan. Tiga hal tersebut akan membuka kesempatan dan memberikan jalan yang terbaik dalam berkesenian.

SKETSA

Tidak hanya berkarya dengan kolase secara kolaborasi dan mempelajari Teater, Peserta Belajar Bersama Maestro di Studiohanafi juga berkunjung ke Pameran Sketsa “Cerita Kecil Tentang Jakarta” di Taman Ismail Marzuki. Pameran Sketsa ini adalah upaya untuk mencatat dan mengarsipkan momen-momen temporer di sekitar Jakarta. Menghadirkan sketsa dari Henk Ngantung dan Danarto atas kerjasama Deskovsketchers dengan Bagian Arsip Museum Seni Rupa dan Keramik, pameran ini merupakan inisiatif untuk memperlihatkan melalui sketsa bahwa Jakarta adalah pusat peristiwa-peristiwa penting di Jakarta.
 
 
Sketsa merupakan kemampuan mutlak yang harus dimiliki bagi mereka yang aktif di dunia seni rupa. Maka, kunjungan ke Pameran Sketsa “Cerita Kecil Tentang Jakarta” di Taman Ismail Marzuki ini menjadi pengingat sederhana yang menyenangkan sekaligus bentuk dukungan untuk lebih semangat dalam berkesenian. Dengan begitu, Peserta Belajar Bersama Maestro di Studiohanafi diharapkan akan terus mengasah kemampuan dengan disiplin berlatih membuat sketsa setiap hari.

Karya : Talita Zahrah