Melihat dan Merangkum Kehidupan Dengan Kolase

Melihat dan Merangkum Kehidupan Dengan Kolase

Talita Zahrah
Karya Talita Zahrah Kategori Proses Kreatif
dipublikasikan 09 Juli 2018
Melihat dan Merangkum Kehidupan Dengan Kolase

Seni memberi kesempatan untuk melihat keadaan dunia dari sisi yang berbeda. Tidak ada salah ataupun benar dalam seni, yang ada hanyalah keinginan untuk menyampaikan rasa. Karenanya, cara melihat keadaan yang ingin disampaikan, jauh lebih penting daripada cara menyampaikannya.

Untuk mampu melihat, rasa yang dimiliki merupakan landasan dalam berkesenian. Rasa bahagia dapat menjadi landasan penting, namun berkesenian tidak melulu tentang itu. Gelisah, pemberontakan, ataupun sedih mendalam dapat menjadi rasa yang disampaikan dalam berkesenian. Baik ataupun buruknya rasa, sampaikan dalam karya dengan senang dan tenang agar mampu berbagi dengan maksimal.

Berkarya dalam berkesenian tidak ada batasnya, sama seperti kreatifitas. Bebaskan diri dari segala hal yang membatasi. Di hari ke-3 Belajar Bersama Maestro Hanafi, para peserta belajar untuk melatih kemampuan melihat dalam berkarya. Sarana berkesenian yang dipilih untuk melatih kemampuan melihat adalah melalui kolase.
 
 
Sang Maestro Hanafi bersama asistennya, Ica memberikan kebebasan pada peserta untuk membuat kolase menggunakan segala sesuatu yang dianggap tidak ada manfaatnya, misalnya sampah dan daun kering. Peserta diminta melepaskan batasan diri dan membebaskan kreatifitas untuk mampu melihatnya menjadi benda yang bermanfaat sebagai media berkarya. Benda yang dianggap tidak berguna dapat diubah menjadi sesuatu yang disuka dalam karya yang dihasilkan.

Setiap peserta membuat karya secara pribadi dan kolaborasi. Dalam karya kolaborasi, peserta dibagi dalam tiga kelompok dengan masing-masing terdiri dari 5 orang. Untuk sesi pembuatan karya secara pribadi dilakukan pada pagi hari dan masing-masing peserta melakukan presentasi karya pada siang hari. Sedangkan, untuk pembuatan karya secara kolaborasi dilakukan pada malam hari dengan jadwal presentasi karya pada pagi hari esoknya di hari ke-4 Belajar Bersama Maestro Hanafi.

Dalam presentasi karya pribadi dari setiap peserta, Hanafi dan Ica memberikan tanggapan dan masukan. Ada peserta yang tetap konsisten dengan karakternya, serupa dengan karya sebelumnya. Ada peserta yang memiliki makna karya sangat mendalam. Ada pula peserta yang berkarya sesuai dengan pengalaman pribadi yang dimilikinya.

Rasa yang disampaikan peserta dalam kolase di setiap karya merupakan pembelajaran awal dalam melihat dan merangkum kehidupan. Berkesenian bukan tentang membuat sesuatu yang rumit, tetapi merupakan sarana untuk menyampaikan pesan yang ada didalamnya. Seperti kata Hanafi, “Setiap pribadi hanyalah alat kecil untuk perbaiki kehidupan melalui karya.”.

  • view 32