Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Inspiratif 5 April 2018   22:35 WIB
Kolaborasi Karya Inspiratif "57 x 76" oleh Hanafi dan Goenawan Mohamad

Karya yang terbaik memang tidak perlu dikoar-koarkan dengan ramai. Karya yang terbaik akan berbicara dengan sendirinya. Hal inilah yang membuat Sastrawan Goenawan Mohamad kagum saat melihat salah satu karya mural Hanafi di Komaneka Gallery Art.

Pada November 2017, Goenawan Mohamad mengawali kesempatan untuk berkolaborasi karya dengan Hanafi. Goenawan menganggap dirinya masih orang baru di dunia seni rupa, khususnya lukisan. Namun, Goenawan mengafirmasi diri bahwa pantas untuk berkolaborasi dengan Hanafi. Menurutnya, tidak mungkin dirinya akan diajak untuk berkolaborasi jika memang karya yang dihasilkan begitu buruk.

Dengan judul “57 x 76”, angka yang diambil dari usia maestro Hanafi dan sastrawan Goenawan Mohamad, metode yang dipakai oleh pada kolaborasi ini sangat unik dan belum pernah dipakai sebelumnya, yaitu satu kanvas dikerjakan oleh dua orang. Tanpa kata-kata, ternyata proses kolaborasi yang terjadi dapat berbicara dengan sendirinya melalui karya yang dihasilkan.

Pada Minggu, 1 April 2018 di Komunitas Salihara telah dilakukan proses penandatanganan karya kolaborasi lukisan antara Hanafi dan Goenawan Mohamad. Pada 217 karya tersebut telah tergoreskan tanda tangan dari maestro Hanafi dan sastrawan Goenawan Mohamad untuk dapat kemudian dipamerkan dan diadopsi oleh para apresiator seni.

Hanya ada dua jenis lukisan di dunia, lukisan yang terbuka dan dapat menerima apapun serta lukisan yang tidak mau ditambah ataupun dikurangi. Goenawan Mohamad pernah menyebutkan bahwa jenis karya Hanafi adalah lukisan yang terbuka. Maka, konsekuensinya adalah adanya kesempatan untuk mengurangi dan atau menambahkan. Karenanya, sangat memungkinkan untuk menambah apa yang penting dan mengurangi apa yang tidak perlu. Kolaborasi yang terjadi ini sangatlah bebas.

Pameran “57 x 76” akan dibuka pada 21 Juni 2018 di Galeri Nasional, tepat pada tanggal ketika Majalah Tempo dibredel pemerintah Suharto untuk kedua kalinya di tahun 1994. Pameran akan berlangsung sampai tanggal 3 Juli 2018.

Pada proses penandatanganan karya kolaborasi Hanafi dan Goenawan Mohamad, hadir beberapa apresiator seni yang sangat kagum dengan deretan karya yang dihasilkan. Agus Basuki Yanuar, President Director Samuel Asset Management, menyampaikan bahwa Hanafi dan Goenawan Mohamad adalah yang terbaik dalam bidangnya masing-masing. Pertemuan keduanya dalam satu karya merupakan momentum fenomenal yang bersejarah bagi budaya Indonesia. Belum pernah ada sebelumnya kolaborasi antara pelukis dan sastrawan, yang terbaik di bidangnya, dalam menghasilkan karya seni lukisan. Namun, kekuatan karakter keduanya tetap muncul dalam karya kolaborasi ini.

Bagi Sancoyo Antarikso, Director PT Unilever Indoensia Tbk dan Istri, Fifi Rahmi Oktini, kolaborasi ini adalah sebuah momentum yang mengejutkan dan luar biasa. Kedua pakar ini menghasilkan karya yang sangat monumental dan tidak pernah terbayang sebelumnya. Ternyata, ciri khas Hanafi dan tulisan Goenawan Mohamad dapat tertuang dengan sepenuh hati diatas kanvas untuk menghasilkan karya baru yang mampu melepaskan diri dari karakter masing-masing. Kolaborasi karya antara Hanafi dan Goenawan Mohamad diibaratkan seperti 1+1=3, yang juga berarti saling melengkapi dan mampu untuk menjadi satu karya terbaik dengan karakter yang unik.

Karya : Talita Zahrah