PRESIDEN PEMECAH REKOR

Tajdidah Fikry
Karya Tajdidah Fikry Kategori Agama
dipublikasikan 05 November 2016
PRESIDEN PEMECAH REKOR

 

Saya ucapkan selamat  pada bapak presiden republik Indonesia yang baru saja memecahkan rekor dunia sebagai presiden yang lari ketika ditemui rakyatnya. Saya sangat mengapresiasi kinerja bapak ini, hingga rasanya ingin menemui bapak secara langsung untuk menanyakan proyek kereta bandara yang sangat penting itu, pun menanyakan kondisi helikopter disana.

 

- - -

Beberapa waktu lalu salah seorang pemimpin paling bermoral di Indonesia telah menghina Al-Quran, firman Allah, pedoman hidup umat Islam. Akalnya yang tajam telah mengantarkan mulutnya untuk menista agama, menimbulkan kemarahan umat Islam. Membangunkan raksasa.

Kata maafnya hanya akal-akalan untuk mendulang simpati. Lalu saat umat Islam meminta hukum ditegakkan atasnya, bapak presiden tak bergeming, bapak menganggap orang ini lebih penting untuk dilindungi karena menyimpan banyak rahasia bapak. Hingga aksi demi aksi dilancarkan. Dan tibalah aksi terbesar.

4 November 2016 sesungguhnya merupakan aksi kebangkitan umat Islam Indonesia. Aksi damai bela Islam itu sungguh membuka mata dan mengetuk hati banyak orang. Namun sayangnya, tak sedikit pula yang menanggapinya dengan nyinyir. Seolah Al-Quran hanya buku biasa atau kitab yang tak perlu dilindungi dan dibela.

Aksi yang dimulai setelah pelaksanaan shalat Jumat ini dimulai dari Istiqlal dan akan berakhir di istana Merdeka. Seluruh massa menyuarakan satu rasa. Tegakkan hukum atas penista agama.

Sebelum berangkat, tak sedikit para pejuang yang meminta keluarga mengikhlaskan jika yang kembali hanya nama. Mulut tergugu mengucap "insyaAllah syahid". Isy kariman au mut syahidan!

Massa yang bergerak dalam aksi damai bela Islam tumpah ruah membanjiri Jakarta. Puluhan ormas bersatu padu menyuarakan satu rasa. Berbaris dalam shaf yang tersusun rapih. Bahu membahu memperjuangkan kalimatullah. Pekikan takbir menggema, menggetarkan, syahdu. Airmata tak henti meleleh, membasahi pelupuk mata para pejuang. Kalau lah hari itu mereka ditakdirkan menuju Sang Khaliq, insyaAllah mereka kembali dengan senyuman.

Saya yang hanya bisa menonton dari layar kaca harus puas menghapus airmata sendirian. Tanpa pekikan takbir yang membahana dan menggetarkan, tanpa menyaksikan orasi para ulama secara langsung. Sungguh hati saya pilu. Terlebih saat mengetahui bapak presiden tak menemui perwakilan ulama. Mungkin bapak tak pernah diajarkan untuk menjamu tamu dengan baik atau bapak lupa ada helikopter yang bisa dipakai untuk menghindari kemacetan. Atau bahkan bapak tak tau jalan ke istana? Mari saya antar.

Jika bapak terus bergeming dan memilih melindungi orang paling bermoral itu mari saya tunjukkan tempat membeli kain kafan.

 "Jika agamamu dinistakan dan kamu diam, ganti pakaianmu dengan kain kafan" (Buya Hamka).

Tegakkan hukum atas penista agama. Jangan ada lagi hukum yang tajam kebawah dan tumpul ke atas.

"Tidaklah seorang pemimpin atau seorang penguasa menutup pintunya dari orang-orang yang memiliki kebutuhan, keperluan, serta orang-orang faqir kecuali Allah akan menutup pintu langit dari keperluan, kebutuhan dan hajatnya"

(Silsisah hadits As-Shahihah Syaikh Al-Albani)

Semoga Allah melembutkan hati bapak..