"AKU BUKAN PENGEMIS"

Sy Tahtra
Karya Sy Tahtra Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 23 Januari 2016

"AKU BUKAN PENGEMIS"
(Lanjutan dari perjalanan anak jenius)

Setelah sang anak ini membeli 1 biji kepala ayam, ia keluar dari restoran, semua hanya menggelengkan kepala akan pelajaran yang ia terima. Sekurity menabok badan sang anak tersebut "Pelajaranmu tak akan aku lupakan" ungkap Sekurity.

Tersenyum manis sang anak kembali kerumahnya, rumah besar adalah rumah sang anak ini, mengambil seekor kucing dikursi sofa sang anak menangis tanpa henti karena kucing tersebut tak bisa memakan 1 kepala ayam.

Berjalan didepan halaman rumah sang anak menggali lubang ketanah, karena kucing yang ia miliki sudah mati karena kelaparan.

Tiba - tiba munculah seorang berjaket kulit ini datang, melempar uang koin dimuka sang anak membuat hentakan yang menyakitkan " He pengemis jangan bermain disini, tak pantas kamu letakan kakimu di rumah yang mewah ini".
Benar, sang anak ini adalah anak orang kaya, tapi ia berperilaku seperti orang miskin hingga ia selalu di injak - injak harga dirinya, tapi ia selalu saja memberika senyuman kepada Manusia berjaket tersebut."iya aku akan pergi" sang anak menangis lari pergi dan masuk kedalam rumah dari pintu belakang.

Tak lama kemudia manusia berjaket kulit mengetok pintu rumah mewah yang indah ini. Dengan pintu terbuka sang anak mempersilahkan masuk. " Tadi kamu kan pergi sana" sang anak ini tetap tersenyum. " tak mungkin aku pergi, siapa nanti yang menepati rumah mewah ini" ungkapnya sang anak sambil menundukan kepala.

Manusia berjaket malu kebingungan hingga ia bertanya " kenapa kamu pakai, pakaian seperti ini?".
Sang anakpun menjawab. " tak apa- apa, ini adalah jalan hidupku". Tak lama kemudian bertanya lagi " apa kamu tak malu?". Sang anak tetap menjawab." Tidak, aku tak malu, biarlah seseorang berkata aku ini adalah pengemis, biarlah seseorang berkata bahwa aku ini anak miskin, toh ia cuma berkata tak tau apa yang sebenarnya" sambil menangis manusia berjaket kulit menulis selembar surat kepada sang anak yang isinya " Benar kamu adalah anak yang miskin, miskin dari rasa sombong, miskin dari rasa gengsi, miskin dari rasa dengki".

Selamat malam.
Semoga bermanfaat.
SYAI TAHTRA.

  • view 181