Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Puisi 30 Agustus 2018   01:35 WIB
Penyair Sang Waktu

Dalam bisu berbalut mesra jenuhku

Rangkaian sapaan turut bergelora menyambutnya

Mengusik kalbu yang sedang harmoni

Agar mengajar nurani ini berkisah

...

Harapku janganlah tergusur oleh pekatnya sang malam

Biarlah cerita ini berlanjut

Menyair bait demi bait

Agar waktu kembali mengingatnya

...

Bolehkah aku memulainya?

Dan pantaskah aku menceritakannya?

Untuk siapakah cerita ini akan berlabu pada pangkuannya?

...

Haruskah aku mengadu sebelumnya

Pada telaga biru yang bisu akan jawabnya

Pada karang yang tajam geriginya

Ataukah pada luasnya padang sabana yang sunyi itu

...

Namun sebuah jawaban tak pernah menghampiri

Aku hanya mengadunya pada kekosongan

Berjuta hampa berlimpah disana

Menguksinya untuk kembali

...

Hening diamku

Biarkan pada waktu yang menjawabnya

Sebab dialah mahatahu

...

Tentang sebuah kehidupan

Tentang sejarahnya

Tentang kenyataannya

Tentang harapannya

Tentang impiannya

...

Sebab dialah yang mampu merangkainya

Utuh dan abadi selamanya hingga akhir cerita hidup

-----------------------------------------------

Atambua, 30 Agustus 2018

Karya : Silivester Kiik