Bab 3 : Sepenggal Cerita Cinta Untukmu Sang Mempelaiku

Silivester Kiik
Karya Silivester Kiik Kategori Project
dipublikasikan 24 Oktober 2017
CENTAURUS

CENTAURUS


“Aku ingin mencintaimu dengan sederhana. Seperti kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu” (Sapardi Djoko Damono ~ “Aku Ingin Mencintaimu dengan Sederhana”).

Kategori Non-Fiksi

770 Hak Cipta Terlindungi
Bab 3 : Sepenggal Cerita Cinta Untukmu Sang Mempelaiku

Sejak cinta ini datang dari dirimu, ia tumbuh menjadi dewasa dalam diriku. Ia mengajarkan aku tentang sebuah mimpi yang baru. Mimpi yang memiliki kisah tanpa akhir. Mimpi yang selalu membawaku pada kehidupan yang baru. Ia pula yang mengajarkan aku akan arti memaafkan, karena cinta yang datang itu adalah cinta yang penuh dengan suka cita, penuh kesabaran, dan saling memaafkan.

Cinta yang kamu berikan bukan tentang apa yang kita lihat dari orang lain, melainkan apa yang kita mengerti untuk menjalaninya bersama. Cinta yang kamu berikan pula bukan tentang apa yang di dengar oleh orang lalu melakukannya, melainkan apa yang kita rasakan bersama untuk menuju suatu kehidupan yang baru. Kehidupan yang banyak kisahnya dari sebelumnya. Ini membutuhkan suatu kekuatan yang baru. Kekuatan yang tidak hanya berasal dari diriku, melainkan dari dirimu juga.

Berbagai kisah kita lalui bersama untuk menuju kisah hidup yang sesungguhnya. Kisah hidup yang lebih menantang melalui perbuatan tanpa kata indah. Ini membutuhkan keyakinan bersama yang kuat dari dua insan, agar tetap kokoh untuk selamanya. Kehidupan cinta yang sesungguhnya adalah melakukan perbuatan yang baik bagi diri kita dan orang lain. Cinta memberikan kenyamanan ketika kita bersama, agar tetap mempesona jika dilihat orang lain.

Cinta yang kamu berikan adalah sebuah anugerah terindah dari Tuhan. Aku bersujud dan berdoa kepada Tuhan untuk menemukanmu. Karena aku tidak bersedia hidup sendirian dalam mengukir perjalanan hidup ini, tetapi aku butuh kamu untuk menemaniku. Bersama bergandengan tangan untuk meraih kehidupan yang sesungguhnya, karena kebahagiaan sejati yang sesungguhnya kita rasakan dalam kehidupan yang baru adalah kita saling mencintai.

Aku mencintaimu dengan caraku sendiri. Tidak dipaksakan oleh orang lain untuk mencintaimu, karena kamu yang selalu membuatku tersenyium. Aku mencintaimu dengan kesederhanaanku, agar kamu yang melengkapinya menjadi sempurna. Begitu pun sebaliknya bagi dirimu. Saling mencintai adalah sumber kebahagiaan dan pusat dari kehidupan ini.

Seiring berjalannya waktu kekuatan cinta selalu tumbuh dengan suburnya. Sama-sama saling memiliki apa yang telah dijalaninya. Mencintai seperti ini sama halnya yang dikatakan oleh seorang penyair dan dramawan dari Inggris bernama William Shakespeare bahwa “Apa yang telah kekerjakan adalah milikmu, apa yang harus kulakukan adalah milikmu, menjadi bagian dalam semua yang kumiliki adalah persembahan untukmu”.

Inilah yang menjadi landasan untuk mencintai sepenuh hatinya. Ia merelakan dirinya untuk mencintai seseorang dengan melibatkan kebenaran dalam mencintai. Mencintai seseorang sama halnya dengan mencintai dirinya sendiri, karena cinta memerlukan ketulusan hati. Perlu juga diingat bahwa mencapai cinta yang sesungguhnya tidak mulus dan berjalan baik. Terkadang membutuhkan air mata hingga kematian. Itulah cinta yang tidak hanya direkayasa, tetapi benar-benar memiliki hingga akhir cerita.

*
*
*

~Centaurus~

  • view 128