Bab 2 : Ini Tentang Cinta Kita, Bukan Teka-Teki Silang

Silivester Kiik
Karya Silivester Kiik Kategori Project
dipublikasikan 05 Oktober 2017
CENTAURUS

CENTAURUS


“Aku ingin mencintaimu dengan sederhana. Seperti kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu” (Sapardi Djoko Damono ~ “Aku Ingin Mencintaimu dengan Sederhana”).

Kategori Non-Fiksi

257 Hak Cipta Terlindungi
Bab 2 : Ini Tentang Cinta Kita, Bukan Teka-Teki Silang

~Kekuatan hati yang berpegang janji. Genggamlah tanganku cinta. Ku tak akan pergi meninggalkanmu sendiri. Temani hatimu cinta~ (Letto – Sebelum Cahaya).

Sebuah jawaban yang sangat tepat hanya dapat ditemukan dalam keterpaduan dua insan dalam cinta. Saling berpadu dengan insan lain merupakan sebuah perjuangan terhebat pada setiap individu. Itulah cinta yang akan bertahan lama dan utuh hingga akhir waktu. 

Sebuah kekuatan yang mempertemukan dan menyatukan antara kedua insan yang berbeda untuk bersama menjalani kehidupan ini. Cinta tidak membedakan dari beragam ras, suku, agama, golongan, dan budaya. Cinta datang bagi siapa saja yang memiliki hasrat dalam mencintai dan dicintai dengan sebuah kebenaran.

Jika penyatuan ini gagal, akibatnya adalah kekacauan dan kehancuran dari diri sendiri untuk mencintai orang lain. Hasrat mencintai akan menyatukan perbedaan itu, karena setiap individu tidak bisa hidup sehari pun tanpa cinta. Inilah yang dinamakan dengan seni dalam mencintai. Mencintai untuk saling memiliki yang seutuhnya baik suka dan duka.

Dalam pengembaraan seseorang selalu bertanya pada cinta. Cinta apakah sebenarnya arti dirimu? Cinta pun menjawab, cinta adalah engkau patuh kepadanya untuk menjalaninya, meskipun kau tak melihatnya, meski kau tak menciumnya atau merabanya, tapi kamu patuh karena kamu merasa akan hadirnya. Sebab cinta bukanlah indera tapi ia adalah rasa.

Cinta ibarat untaian cerita penuh makna yang abstrak. Cinta akan membias dalam perjalanan hidup tanpa warna dasar. Ia akan dipenuhi keindahan warna-warni pelangi disaat cinta itu dikatakan bahagia. Namun, percikan lumpur kekecewaan penuh ratapan pilu akan tergenang dengan diam dan sulit untuk diwarnai ketika cinta itu menyakiti. Ia akan pergi untuk selamanya. Jika ia kembali, cerita dan mimpinya akan berbeda. 

Berdiam diri sejenak, lalu merefleksikannya. Apakah kita harus merangkak untuk mengenal sesuatu yang baru? Apakah kita harus duduk diam dan terus diam tanpa berbuat? Apakah kita harus berjalan untuk melupakannya dan memulai yang baru? Apakah kita harus berlari untuk mengejarnya? Apakah ini yang dinamakan dengan fase percintaan atau mencari kebenaran soal teka-teki silang?.

Perjalanan cinta suatu waktu akan mengerucut jumlahnya, jika ia terus disakiti dengan kekecewaan. Ini tentang cinta yang kita jalani, bukan tentang jawaban soal teka-teki silang yang harus diisi dengan menyilangnya berbagai jawaban agar bersatu menjadi kebenaran. Cinta atau teka-teki silang?.

Jika cinta datang menghampiri, kita seakan-akan merasa bahwa saat ini kita sedang berada di atas awan. Padahal kaki kita tetap berdiri tegak tak tergoyahkan seincipun. Itu hanya khayalan semata untuk memulai sejenak sambil memikirkan untuk mengakhiri. Karena ketika cinta datang, kita menjemputnya dengan sebuah kebohongan.    

Kita mengharapkan adalah benar-benar menyukai. Menyukai bukan berarti harus cepat-cepat untuk bersama saat ini juga, tetapi tunggulah waktu yang menentukan tepatnya siap atau tidak. Karena memulai kebersamaan haruslah bersabar dan meyakininya.

Tanpa disadari, perjalanan yang penuh dengan kejujuran akan terus tumbuh menjadi baik. Waktu dan jarak akan mengungkapkan kebenarannya, apakah ia akan tumbuh semakin besar ataukah semakin memudar dan bahkan mati.

Saling memikirkan satu sama lain, agar tidak memikirkan yang dikhayalkan. Simpanlah wajahnya dalam pikiranmu agar tidak memikirkan mimpi yang baru. Ingatlah, bahwa cinta sejati hanya datang sekali. Seseorang yang tulus mencintaimu dengan kejujuran, tidak akan pernah meninggalkanmu.

Ia akan meninggalkanmu dengan sejuta butiran air mata yang tak kau temui dalam kehidupan selanjutnya jika kejujuran digantikan dengan kebohongan. Walau sekecil apapun, ia akan membesar bagi yang merasakan. Karena kita yang berbuat tidak pernah tahu apa yang kita buat.

Kita selalu memulai tanpa memikirkan. Kita selalu melupakan siapa yang datang paling awal, tanpa memikirkan siapa yang akan bertahan sampai akhir. Karena yang akhir akan selalu berbeda dengan yang awal.

Aku ingin menjadi awal dan akhir bersamamu, karena aku tidak hanya nyaman bersamamu, namun bangga memilikimu. Karena kekuranganku kamu telah menggenggamnya erat dengan kelebihanmu. 

Aku tidak mau mencintaimu dengan kebohongan, karena aku tidak mau merelakan hatimu berpindah untuk membalasnya. Aku ingin bersamamu dari awalnya memulai hingga akhirnya siap mengatakan amin bersamamu.

Aku tidak merelakanmu untuk seseorang agar membuatmu tersenyum untuk melupakan aku, tapi aku selalu ada untuk membuatmu tertawa bersama. Hanya kamulah, aku mencintaimu dengan tulus dan tidak mencintai orang lain melebihi kamu. Karena ini tentang cinta kita, bukan mengisi soal teka-teki silang.

*
*
*

~Centaurus~

  • view 55