Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Project 5 Oktober 2017   03:29 WIB
Bab 1 : Centaurus

“Cinta tidak berupa tatapan satu sama lain, tetapi memandang ke luar bersama ke arah yang sama. Tak perlu seseorang yang sempurna, cukup temukan orang yang selalu membuatmu bahagia dan membuatmu berarti lebih dari siapapun” ~ (Prof. Dr.-Ing. H. Bacharuddin Jusuf Habibie, Presiden RI ke-3).

Terkadang suasana membosankan bagiku. Suasana yang membuat diri ini kaku bagaikan batu tua yang terpojok di persimpangan jalan. Kegelisahan selalu mengusik benak ini. Gelisah akan sosok dirimu yang saat ini terhalang oleh gelapnya hiruk pikuk keramaian kota.

Di suatu senja, aku berdiam diri menunggu akan kehadiranmu. Walau sebentar saja, biar batin ini tenang. Tenang agar hari-hariku penuh cerita bersamamu. Tahukah kamu bahwa pada siapakah aku harus mengadu. Bukankah kamu?. Hanya kamulah yang aku berani untuk mengatakannya.

Senja mulai membenamkan auranya yang penuh pesona, dengan penuh harap akan cepat kembali lagi untuk mengulanginya. Biar dipuji, dibanggakan, dijadikan wallpaper agar teringat bahwa senja itu indah. Itu indah bagi mereka yang sedang menikmatinya, namun tidak indah bagiku saat ini.

Sang waktu terus memaksa agar segera menyudahi pesona senja itu. Aku hanya menatapnya dengan penuh harap, siapakah yang akan datang dibalik berlalunya senja itu. Aku mengharapkan dirimu saat ini, bukan pesona senja itu. Senja terlalu berani mengingatkanku untuk merindukanmu, tapi aku tidak bernyali untuk mengatakan jika aku rindu. Karena aku hanya bisa mengatakannya padamu Centaurus.

Secara perlahan sang kegelapan memunculkan auranya yang serba menakutkan. Aku hanya berharap dalam diam, agar tidak terjebak dalam kegelapan itu. Pintaku… “Dalam kegelapan ini, aku hanya berharap padamu Centaurus. Datanglah, jadilah penerang bagi kegelapan ini. Karena hanya kamulah aku berharap. Tidak untuk siapa, tapi kamu. Ya… Hanyalah kamu”.

Cepatlah bersinar, agar hidup ini penuh cerita. Cerita tentang kita. Karena kita yang memulai, kita yang menjalani, dan kita yang mengakhiri. Cerita yang selalu kau doakan dalam mimpi, cerita yang selalu kau impikan dalam kenyataan, dan cerita yang memotivasimu untuk memulai. Memulai akan sebuah cerita yang tidak terlupakan oleh ruang dan waktu. Terutama tentang kita.

Cerita indah tiada hentinya kau ungkapkan. Cerita yang selalu membuatku merindukanmu. Harapan akan pesona cahaya Centarus terus menemaniku dalam kesunyian malam ini. Aku juga berharap kesendirianmu saat ini pula sama dalam satu cahaya Centaurus. Berbeda dalam ruang kesunyian, namun disatukan oleh cahaya cinta yang sama.

Berpacu dalam satu ikatan janji yang selalu menjadi kekuatan untuk melangkah. Melangkah dalam kebersamaan menuju suatu perjalanan yang baru. Saling menemani untuk terus memulai, saling memotivasi untuk terus bermimpi, dan saling jujur untuk kuat dalam perjalanan yang baru. Suatu perjalanan menuju titik kebersamaan dalam suka dan duka. Temanilah aku selalu untuk memulai bercerita tentang perjalanan kita selanjutnya.

Bisikku lewat angin malam… “Dalam kesunyiaan ini, sampaikan padanya bahwa aku selalu ada dalam cerita mimpinya. Jaga hatinya dan simpanlah cerita cintanya padaku”. Jika saat ini ia merasa, maka ia sedang merindukanku. Tapi pintaku… “Jangan rindu, biarkan aku saja jika kau tak sanggup”. 

Aku berharap dalam kata doaku…“Di suatu senja, ketika sang Centaurus mulai memunculkan auranya kau akan merindukanku sebagai sesuatu yang tak kau temui dalam setiap langkah kakimu”. Dan ketahuilah bahwa yang bersamamu saat ini adalah dia yang takut akan kehilangan dirimu.  

Jika kamulah akhir dari pencarian ini, maka aku akan berlabuh di hatimu saat ini juga. Tidak untuk sebentar saja, namun untuk sekarang, esok, dan sampai memutih rambut ini. Tetaplah ada bersamaku untuk mengurai kata indahmu. Kata yang membuatmu kuat, sabar, dan tekun. Kata yang membuatmu untuk bercerita tentang mimpi. Bermimpilah untuk kita, karena kelak kita adalah kita untuk selamanya.

*

*

*

Waktu dan perasaan cinta selalu bergandengan tangan. Keduanya saling membutuhkan tanpa mengorbankan salah satunya. Ketika sang waktu yang selalu berdampingan dan tanpa kehilangan dengan perasaan cinta, disitulah awal yang membuatku nyaman hingga saat ini untuk kukatakan amin padamu, karena waktulah yang menemukan kedua perasaan ini.

Perasaan cinta datang tanpa dipaksa. Dengan sendirinya akan muncul ke permukaan, karena perasaan cinta akan muncul dengan sendirinya pada setiap insan yang membutuhkan perasaan itu. Bergejolaknya setiap insan yang merasakan ingin mencintai dan dicintai, maka waktu akan menentukan untuk menemukannya. Waktulah segala penentu.

Perasaan akan arti sebuah cinta berawal dari dirimu. Semenjak kehadiranmu, aku merasakan suatu kebahagiaan. Kebahagiaan yang selalu membawaku merasakan untuk ingin mencintai dan dicintai diantara kedua insan yang lemah ini yakni; kau dan aku. Kini kekosongan dalam diri ini telah kamu menggenapinya dengan cinta tulusmu.

Perasaan cinta kedua insan yang saling menggebu-gebu untuk mencintai dan dicintai pun semakin kuat lewat cinta dan kasih sayang yang dijalani setiap detik demi detik hingga saat ini. Karena kepercayaan saling memiliki, menjaga dan mencintai menjadi pedoman dasar dalam menjalani kisah cinta ini. Segala yang diraih bersamamu itulah kebahagiaan bagiku. Bahagia telah memilih aku untuk menjaga kamu. Dan kamu yang telah berjuang untuk selalu menjagaku. Saling menjaga adalah ketulusan dalam perjalanan cinta kita dari waktu ke waktu.

Aku ingin selalu bersamamu. Bersama untuk meraih satu bintang yaitu bintang kehidupan. Aku bahagia mengenalmu seperti mengenal akan diriku sendiri. Di saat aku mengenalmu, aku tidak terbeban akan ketakutan untuk diakhiri. Karena aku mengenalmu bukan dengan kebohongan kata, tetapi dengan kejujuran hati. Disitulah kekuatan cinta dimulai.

Setiap permasalahan yang terjadi dalam cerita perjalanan kita, segera diselesaikan secara bersamaan. Mengingat kembali bagaimana memulai. Itulah kekuatan kita. Karena kita memulai untuk selamanya. Saling memaafkan sebelum tidur malam tiba. Biarlah lewat mimpi malam semuanya hilang, dan ketika sang surya kembali menampakkan wajahnya, sapalah ia yang dicintai dengan salam kasih sayangmu.

Terjalin kuat lewat jalinan cinta yang semakin erat, membuatku semakin nyaman disampingmu. Saat ini aku sangat bahagia karena kamu.   Aku selalu menulis namamu dalam setiap mimpiku. Mimpi yang selalu diangankan dalam butiran air mata ketika kita saling merindukan. Aku selalu ada hingga saat ini untuk memulai cerita mimpimu.

Aku tidak akan pernah hilang darimu. Akan tetap ada bersama mengurai kata indah disaat kita memulai. Kata yang membuat cinta kita kuat dan tekun dalam meraih mimpi bersama. Ya… Bersama untuk selamanya.  Cerita indah yang terjalin melalui kisah cinta kita tiada hentinya diungkapkan lewat cerita yang selalu membuatku merindukanmu. Tulislah tentang aku, karena aku akan selalu ada dalam cerita mimpimu, dan hanya kamulah aku nyaman saat ini untuk kukatakan “Amin”.

*
*
*

~Centaurus~

Karya : Silivester Kiik