Geographica of Love - Bab I: Disinilah Aku Ada untuk Memulai: 14 September 1987

Silivester Kiik
Karya Silivester Kiik Kategori Project
dipublikasikan 01 September 2017
GEOGRAPHICA OF LOVE

GEOGRAPHICA OF LOVE


Makna Cinta Sesungguhnya Tentang Perjalanan Hidup

Kategori Fiksi Remaja

39 Hak Cipta Terlindungi
Geographica of Love - Bab I: Disinilah Aku Ada untuk Memulai: 14 September 1987


Ibu Mengajarkan Makna Kasih Sayang & Kelembutan. Ayah Mengajarkan Makna Keberanian dalam Hidup.

Setiap manusia memiliki cahaya bintang nurani dalam dirinya, yang telah ditanamkan Tuhan sebelum kelahiran – dia selalu membisikkan mesra kepada kita untuk selalu berada dalam radiasi cahaya-Nya, dia akan menangis bila redup cahayanya dan akan tersenyium bila terang cahayanya. Dia sangat setia menemani kita susah maupun bahagia di dunia dan akan bersama kita melanjutkan perjalanan yang sangat panjang setelah kematian kita – menghadap Tuhan Yang Maha Pengasih, Penyayang, dan Pengampun (Cakti Indra Gunawan, 2006).

Tunmat, itulah desaku. Sebuah desa terpencil yang jauh dari pusat keramaian hiruk pikuk kota metropolitan. Terletak di Kecamatan Io Kufeu, Kabupaten Malaka, Propinsi Nusa Tenggara Timur. Disinilah aku ada untuk memulai. Kekayaan alamnya melimpah. Aroma kesejukannya tercium dikala sang surya memancarkan pesona senyiumannya. Senyiuman penuh kenyamanan dan kedamaian untuk memulai hari yang baru dengan cerita yang baru pula. Lambaian dedaunan tersipu malu akan segarnya embun pagi yang setia menemaninya. Memberi kesegaran bagi siapa yang menghirupnya. Merdunya suara burung-burung bersahutan mengiringi keceriaan di desaku.  

Sungguh indahnya ciptaan-Mu. Segala kebutuhan hidup terpenuhi dari interaksi manusia dan alamnya. Saling menopang satu sama lainnya tanpa memilah. Sangat ramah kehidupan penduduknya. Kehidupan bersama selalu digenggam erat dalam kasih persaudaraan, cinta kekeluargaan, dan semangat gotong royong. Semuanya adalah pilar yang tetap berdiri kokoh tak tergoyahkan dalam kehidupan bersama. Saling menopang dalam berbagai kesulitan, dan bahagia bersama dalam meraih sesuatu. Segalanya berjalan penuh kasih persaudaraan. Tidak membedakan dari aspek kehidupan. Semuanya sama derajatnya dalam memenuhi kebutuhan. Cinta dan kasih sayang terpelihara dengan subur. Aku sangat bangga.

Terpenuhinya kebutuhan hidup, kami sangat bergantung pada kekayaan alam yang dimiliki. Berjuang keras tanpa kenal lelah menentang perjalanan hidup. Perjalanan yang diiringi dengan berbagai perjuangan. Kisahnya selalu membawa bulir-bulir kasih sayang penuh tangis. Segala kebutuhan hidup yang diperoleh baik melimpah maupun tidaknya dijalani dan diterima dengan penuh syukur, perjuangan, dan tetesan bulir-bulir air mata. Sungguh kejam hidup ini, jika tidak diimbangi dengan kerja keras. Derasnya hujan diiringi sambaran petir seakan mengguncang dunia ini tak ditakuti. Teriknya pancaran sang surya yang membakar kulit ini tak dihiraukan. Ibaratnya, jadi mainan bagi kami untuk terus bekerja menggapai suatu kemenangan. Kemenangan akan hidup ini. Berlangkah maju untuk menang atau mundur karena tak memulai. Bagaimana mau menang jika tidak memulai. Kemenangan hanya diraih oleh diri sendiri. Aku bersyukur memiliki kalian.

Budaya sangat ditopang sebagai pilar utama meraih keberhasilan. Segalanya meminta pada Sang Pencipta yang telah menjadikan semuanya indah. Syukur sujud kami hanya pada-Mu. Budaya dan tradisi adat istiadat memberi kami kekuatan dan kehidupan. Kami mensyukurinya melalui berbagai upacara. Ketika upacara adat dalam bentuk apa pun, kami memeriahkan melalui tari-tarian. Para wanita menari meliuk-liuk dengan keelokan tubuhnya yang sungguh mempesona tanpa kenal lelah. Walau merasa badan ini seolah-olah termuat sepuluh ton muatan. Mereka kuat dan bahagia dalam kondisi itu. Segala keberhasilan yang diraih, akan dijemput dengan suka cita. Mereka tidak mengeluh, mereka sangat bahagia. Itulah mereka. Para wanita tangguh yang kuat.

Kehidupan semakin bertambah oleh penyatuan cinta. Penyatuan yang mampu memberikan arti hidup. Hidup tanpa sendirian, karena setiap orang telah disediakan pendamping hidupnya. Aku percaya itu. Carilah cintamu, bawalah ke orang tuamu untuk disatukan melalui janji suci. Itulah cinta yang melahirkan segalanya. Aku sangat bangga dan bahagia pada ayah dan ibu. Segala perbedaan tercipta untuk saling melengkapi, bukan untuk saling meniadakan. Cinta akan menyatukan segala ciptaan. Ibaratnya sebuah bunga mawar di suatu taman yang indah. Harumnya semerbak. Baunya menghasilkan nilai-nilai universal melalui kasih sayang. Semerbak harumnya tidak hanya dirasakan pada suatu area, namun mampu melintasi dimensi waktu, ruang, geografis, suku, agama, ras, kepercayaan, golongan dan lain sebagainya. Cakti (2003) dalam Nyanyian Hati Nurani menyebutkan bahwa perbedaan pasti ada dan tetap ada selamanya, namun perbedaan itu diciptakan bukan untuk saling menghancurkan. Sebaliknya, saling mengisi keindahan, keagungan, dan melengkapi satu dengan lainnya.  

Kasih sayang seorang ibu tanpa lelah menuntun dan mengajarkan tentang arti perjalanan hidup. Ia akan selalu ada disaat mengantarkan aku dalam terlelapnya tidur, dan kembali menjemputku dengan pelukan kasih sayang disaat mata ini kembali terbuka menatap kehidupan ini. Ia lebih mempedulikan aku, walau ayah menahan kelaparan ketika kembali mencari nafkah. Ibuku mengajarkan tentang arti kasih sayang dan kelembutan. Ayahku mengajarkan tentang arti keberanian. Di saat aku terjatuh ibu dengan manja mendekapku, tapi ayah mengatakan terus dan teruslah untuk berani melawannya. Menyebarlah bagai harum bunga mawar yang tercium tanpa batasannya. Rawatlah selalu dalam taman kehidupannmu. Bunga mawar akan berterima kasih kepada kupu-kupu yang telah menyebarkan tunas-tunas barunya untuk kehidupan selanjutnya. Demikian juga kupu-kupu dan lebah akan berterima kasih kepada sang bunga mawar yang telah memberikan saripati manisnya.

Aku pun beranjak mengenal lebih detail akan arti sebuah kehidupan. Arti kehidupan yang hanya dibatasi oleh hamparan alam desaku. Dalam kepolosan yang tersirat di benak ini, timbul berbagai pertanyaan. Apakah kehidupanku hanyalah sebatas lingkaran kecil ini? Bagaimanakah dengan kehidupan di wilayah lainnya yang terhias akan berbagai fenomena kehidupanya? Semua yang dicari orang seperti di desaku, apakah sama dengan mereka? Dalam benak bahwa kehidupan ini sama. Tetapi ada perubahan yang terjadi disana. Semuanya berbeda. Perspektif hidup dimaknai melalui pandangan-pandangan yang dicapai oleh seseorang. Umur dan pikiranku belum bisa menjawabnya. Hanyalah sebatas mendengar kicauan burung-burung yang sedang kesana-kemari mencari ranting pohon tua untuk sejenak melepas kelelahan sepanjang harinya.

Perubahan kehidupan akan lebih dikenal seiring bertambahnya usia dari waktu ke waktu. Belajar mengetahui walau sempit ruang lingkupnya tetapi memaknainya secara mendalam. Penyesuaian diri sangat menentukan karakteristik untuk beradaptasi. Berbagai fenomena yang menghiasi kehidupan berbeda tiap wilayahnya. Baik dari dimensi secara biologis, kognitif, moral, psikologi, dan lain sebagainya. Tak pernah ditebak akan kehidupan ini bagaimana awal dan akhirnya. Membutuhkan fase yang panjang untuk dilewati dalam menggapai suatu kesempurnaan. Tidak selamanya menentukan hidup dengan terencana dimanakah akan dimulai dan diakhiri. Terkadang kita sekedar menjalani tanpa mengetahui arah dan tujuannya. Perjalanan hidup yang hanya singkat menyaksikan pola tingkah laku kehidupan yang tak pernal dikenal. Baik itu tentang rasa, amarah, sedih, kecewa, tangis, senyium, bahagia, dan ruang kosong. Semuanya perasaan cinta yang menyatukan. Ketika cinta mengetahui bahwa keindahan telah pergi, dia merangkul bahu kesedihan dan berangkat pergi mencari keindahan.  

Rumi, sang penyair dari Persia mengatakan, “Tanpa cinta yang tiada batasnya dalam kehidupan ini tidak ada kebahagiaan karena kehidupan akan menjadi hampa.”

Pernahkah tersirat dalam suatu lembaran kusut akan arti sebuah perjalanan? Mengetahui kemanakah setapak kaki melangkah untuk menjejaki sesuatu. Suatu perjalan selalu dihiasi dengan bebatuan yang tajam, jurang yang terjal, dan taman bunga yang mengelompok pada tandusnya padang. Inilah skenarionya. Setiap aktor mampu memainkan perannya. Semuanya akan kembali pada selembar kertas kusut yang tak memberi sebuah arti akan skenario kehidupan tersebut. Senja membatasi hari ini dengan kehidupan yang baru. Bercerita pada gelapnya malam akan kesesokannya. Pernahkan kita merefleksikannya? Ini adalah perjalanan. Marilah temui peran lain dibalik sebuah mimpi. Perbaharui fase sebelumnya agar kaya warna pada fase selanjutnya.

Hari esok terus menyediakan jalan agar terus menggapainya dengan sebuah kisah. Kita akan mencapainya dengan terus belajar. Sesekali kita berhenti dan melihat ke belakang. Mengenang kembali yang tertinggal. Tetapi itu adalah kenangan. Kita hanya mengenangnya untuk kembali bermimpi. Mimpi akan perbaikan kehidupan. Menataplah pada bintang kehidupan yang akan membawamu pada kebahagiaan. Semua manusia memiliki bintang masing-masing dalam kehidupannya. Cahaya bintang pada malam hari tidak bembeda-bedakan status kehidupan. Cahaya bintang itu berasal dari kekuatan cinta. Ibarat sebuah bunga yang tumbuh dirawat oleh seseorang, ia tahu bahwa itu adalah bunga miliknya. Namun, bunga tersebut tidak mengetahui siapa pemiliknya. Dia akan memberikan keindahan bagi siapa saja yang melihatnya. Cinta akan seluruh ciptaan Tuhan. Utamanya adalah cinta kepada Tuhan, tanpa mengesampingkan cinta kepada hal-hal lain. Tiada seorang pun yang ada di dunia ini menolak eksistensi cinta dalam dirinya.  

Kehidupan memiliki banyak makna untuk direfleksikan. Tergantung kita menjalaninya. Hal ini sangat beragam akan arti dan maknanya yang mendalam. Ia akan melewatinya dengan kebahagian dibalut kepercayaan, iman, dan kekuatan cintanya. Atau berbanding untuk menjalaninya dengan penuh keraguan dibalut kegelisahan, kekecewaan yang tidak terarah jalannya. Suatu pilihan yang penuh ketidakpastian untuk menjalani antara senyium atau marah, berharap atau putus asa, mencintai atau harus membenci, memaafkan atau harus membalasnya. Inilah titik jenuhnya. Siapa yang kuat dialah pemenangnya. Menang akan suatu perjalanan dengan penuh makna. Semuanya adalah bunga keindahan. Semuanya sudah menjadi takdir alam dan Tuhan.

Kehidupan menentukan banyak pilihan. Namun tidak harus berputar pada satu lingkaran yang membingungkan. Harus tegar untuk keluar dari lingkaran tersebut dan melangkah pada lingkaran berikutnya. Baik dan buruknya suatu lingkaran yang dilewati terisi dengan realita dan idealisme yang tidak memudar. Hal ini menopang untuk tetap bersinar dalam menentukan pilihan. Jejak kaki yang ditinggalkan, tak kosong selamanya. Ia akan terisi oleh sesuatu yang mendatangkan suatu kebahagiaan.

Geographica of Love

Malang, 01 September 2017

 

Bersambung

  • view 38