Kamulah Aku Nyaman Saat Ini untuk Kukatakan “Amin”

Silivester Kiik
Karya Silivester Kiik Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 22 Agustus 2017
Kamulah Aku Nyaman Saat Ini untuk Kukatakan “Amin”

Waktu dan perasaan cinta selalu bergandengan tangan. Keduanya saling membutuhkan tanpa mengorbankan salah satunya. Ketika sang waktu yang selalu berdampingan dan tanpa kehilangan dengan perasaan cinta, disitulah awal yang membuatku nyaman hingga saat ini untuk kukatakan amin padamu, karena waktulah yang menemukan kedua perasaan ini.

Perasaan cinta datang tanpa dipaksa. Dengan sendirinya akan muncul ke permukaan, karena perasaan cinta akan muncul dengan sendirinya pada setiap insan yang membutuhkan perasaan itu. Bergejolaknya setiap insan yang merasakan ingin mencintai dan dicintai, maka waktu akan menentukan untuk menemukannya.

Perasaan itu muncul padaku ketika bersama-sama dengan seorang gadis (cantik, baik, ramah, sopan, pintar, dan lain sebagainya) dalam sebuah angkot yang hendak melakukan perjalanan dari desa ke kota. Dalam perjalanan mulai timbul perasaan yang tidak kuduga untuk menyapanya.  

Aku ingin secepatnya untuk mengatakan perasaan ini walau hanya untuk mengenalnya, namun dibebani dengan ketakutan untuk diakhiri sebelum memulainya dengan alasan mengganggu kenyamanannya.  

Sang waktu terus berdetak mengiringi kecemasan ini untuk memulai dan mengawalinya. Tanpa kusadari, arah jarum jam menunjukkan sebuah angka yang tepat agar kusudahi perasaan cemas ini. Detak jarum jam seiring kencang dengan detakan jantung ini, seolah-olah menyuruhku untuk cepat-cepat memulai mengatakan sesuatu. Jika aku tidak segera memulainya, angka ini akan berlalu dan akan kembali lagi setelah kehilangan dirinya.

Waktu memulai untuk mengatakan perasaan ini, ketika diawali dari kemanjaan pesona senyiumannya. Perjalanan jauh dari desa ke kota tak terasa jauhnya. Dengan keberanian aku melontarkan pertanyaan untuk mengenalnya sesaat saja. Kutanyakan namanya, agar bisa terimpas disaat tidur malam melalui mimpi untuk tersenyium mendengar nama indahnya, dan esok kucoba melupakannya jika dia bukanlah awal bagiku.

Ketika namanya disebutkan bersamaan dengan sebuah perasaan yang tersembunyi melalui senyiumannya, hati ini merasa legah. Suasana keakraban terjalin seketika untuk saling menyapa satu sama lain.

Cerita indah yang dilontarkan darinya, selalu dibalas pula oleh berbagai kisah ceritaku. Hati ini ingin mengatakan sesuatu bahwa pintu saat ini terbuka bagimu jika kamulah awalku, maka masuklah karena kamulah yang akan menempatinya.

Waktu menunjukkan untuk menyudahi perasaan ini, namun aku memberanikan diri sekali lagi untuk meminta nomor handphonenya agar saling menanyakan kabar. Diawali sebagai sahabat untuk saling memberi dukungan dalam menjalani rutinitas kehidupan ini.

Perasaan cinta semakin nampak pada raut wajah ketika saling menyapa disaat bertemu. Kuajak jalan bersama menikmati keindahan alam yang indah dan alami di setiap sudut-sudut kota, keindahan alam pantai, dan mencoba makanan khas daerah di warung-warung yang menyediakan.

Perasaan cinta kedua insan yang saling menggebu-gebu untuk mencintai dan dicintaipun semakin kuat lewat cinta dan kasih sayang yang dijalani setiap hari, karena kepercayaan saling memiliki, menjaga dan mencintai menjadi pedoman dasar dalam menjalani kisah cinta ini.

Berdoa bersama meminta tuntunan dari Yang Maha Kuasa menjadi rutinitas, agar selalu menjaga dan menyatukan cinta ini semakin kuat. Semua ketulusan cinta ini kami serahkan ke dalam tangan kasih-Mu Tuhan. Berpegang erat pada kuasa Tuhan, hingga kini waktu terus menemani kesetiaan cinta ini.

 Bertahun-tahun kisah cinta ini selalu terjaga erat, karena dalam mencintai seseorang harus tulus, jujur dan saling memiliki setiap kekurangan dan kelebihan. Saling mengisi setiap kekurangan dan kelebihan maka sebuah hubungan cinta akan terjalin erat sampai kapanpun.

Setiap permasalahan yang terjadi, segera diselesaikan secara bersamaan. Janganlah berlarut-larut dalam sebuah masalah, namun segeralah saling memaafkan sebelum tidur malammu tiba. Biarlah lewat mimpi malam semuanya hilang, dan ketika sang surya kembali menampakkan wajahnya, sapalah ia yang dicintai dengan salam kasih sayangmu.

Terjalin kuat lewat jalinan cinta yang semakin erat, membuatku semakin nyaman disampingnya. Saat ini aku sangat bahagia karena kamu.   Aku selalu menulis namumu dalam setiap mimpiku. Mimpi yang selalu diangankan dalam butiran air mata ketika kita saling merindukan. Aku selalu ada hingga saat ini untuk memulai cerita mimpimu.

Cerita yang selalu kau doakan dalam mimpi, cerita yang selalu kau impikan dalam kenyataan, cerita yang memotivasimu untuk memulai. Berilah aku waktu saat ini, biar mimpi itu akan terurai dalam benak kenyataan cerita cinta kita.

Aku tidak akan pernah hilang darimu, akan tetap ada bersama mengurai kata indah disaat kita memulai. Kata yang membuat cinta kita kuat dan tekun dalam meraih mimpi bersama. Ya… bersama untuk selamanya.

Cerita indah yang terjalin melalui kisah cinta kita tiada hentinya diungkapkan lewat cerita yang selalu membuatku merindukanmu. Saat ini aku hanya berharap padamu untuk menemaniku bersama mengatakan amin pada kisah cinta kita. Tulislah aku, karena aku akan selalu ada dalam cerita mimpimu, dan hanya kamulah aku nyaman saat ini untuk kukatakan “Amin”.

  • view 42