#3

Syifa Silvia
Karya Syifa Silvia  Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 22 Januari 2016
#3

?Bukankah kamu mencintainya seperti kamu mencintai ibumu??

?Kapan aku bilang begitu Bung??

?Tahun lalu?

?Aduh berarti aku khilaf!?

?Kamu!?

?Sudah lama sekali, lupakan saja?

?Baiklah?

?Bagaimana kabar ibumu?

?Semalam kondisinya menurun drastis, padahal sorenya sempat sadar?

?Kamu yakin ibu mu tidak pura-pura koma??

?Pura-pura??

?Ya, pura-pura. Aku pernah pura-pura?

?Koma??

?Pura-pura jadi orang baik?

?Laah, itu beda lagi Bung. Kau kan kerjaannya makan duit orang, ya harus pinter pura-pura lah! Ibuku itu satu-satunya hal berharga?

?Hal berharga? Maksudmu dengan menyimpannya di gubuk orang-orang tua, kelaparan, lalu koma seperti itu??

?Maksudmu gubuk yang dipenuhi orang seperti ibumu yang menjadikan suasana begitu hangat dan penuh cinta??

?Brengsek, mulutmu seperti perempuan?

?Harus kah aku seret kau ke keburan emak mu itu??

?Ibuku paling cantik, kau tau kan? Aku mencintainya tak sebatas ibuku?

?Sudah??

?Aku rela mencintai orang yang dia cintai, yaitu ayahku?

?Ya, kamu mencintainya seperti kamu mencintai ibumu..?

?Aku memang salah telah makan duit orang. Lantas, saat Ayah menjual ibu. Lalu Aku menjual ayah ke tempat jagal. Apanya yang salah??

??..?

?Waktumu habis?

Dari balik pintu datang seorang sipir bergegas menghampiri-menyeret tubuh si tahanan ke balik jeruji besi. Meninggalkan kekasih tahanan yang hatinya mulai hujan.

  • view 134