Kedaluwarsa (Kisah Aku yang Terlalu Lama Menunggu)

Syifa Ghifari
Karya Syifa Ghifari Kategori Kesusastraan
dipublikasikan 16 April 2016
Kedaluwarsa (Kisah Aku yang Terlalu Lama Menunggu)

Tau tidak, rasanya ingin melepaskan namun kau tak mampu. Tak ingin peduli pada apa-apa yang terjadi pada konspirasi semesta terhadap kita. Entah pada dasar apa lagi aku mengharapkanmu. Apa bisa dikatakan ketulusan? Dulu aku benar-benar hanya melihat padamu. Menyebutkan namamu dalam obrolanku dengan sahabat adalah yang membuatku sering tersenyum. Walaupun terkadang membuatku harus menahan diri saat kamu "si populer" begitu hebatnya berteman dengan wanita manapun. 

Aku begitu menaruh harap dan dikecewakanmu beberapa kali. Mungkin jika Ayahku tau mengenai ini, ia akan segera mencarimu. Memberikanmu hukuman, bisa saja untuk mentraktirku makan atau menemaniku jalan-jalan. Hukumannya adalah membahagiakan aku. Karena Ayahku takkan mau membuat orang yang ada dihatiku tersakiti. 

Adalah aku yang selalu ingin yang peduli padamu. Mengkhawatirkan apakah kamu teramat sakit kala itu? Saat itu mungkin kamu belum tau, tak sadar seberapa aku ingin kau bangkit dan tersenyum. Aku melihatmu sebagai sosok yang tegar dan selalu bisa mengatasi segalanya. Mereka bilang kau bisa melakukan segalanya. Namun aku tak percaya hingga aku penasaran dan aku terjebak pada hukum-hukum alam. Hukum Newton yang ketiga, gaya aksi = gaya reaksi. Aku dibungkam ruangan sempit yang membuat kita selalu pada posisi yang sama. 

Waktu bergulir dan 3 tahun... selama itu aku hanya mempercayakan untuk menaruh khawatirku padamu.

Dan semesta benar-benar senang berkonspirasi, rupanya diam-diam ia memberitahu padanya kalau aku mengkhawatirkannya. Namun aku begitu bingung saat kita sama-sama tau, justru kita sama-sama sembunyi. Tak saling menjelaskan. Mungkin memang yang ada saat ini akulah yang harus melepaskan. 

Namun jika kamu tetiba datang, maka ingatlah sejak hari ini menungguku itu telah kedaluwarsa.