Untuk Kamu (Sekali Lagi)

Syifa Ghifari
Karya Syifa Ghifari Kategori Kesusastraan
dipublikasikan 25 Maret 2016
Untuk Kamu (Sekali Lagi)

Hari itu aku berpikir bahwa mungkin kita takkan dipertemukan. Jika semula kita adalah dua rel yang disatukan maka memang sudah harus dipisahkan. Jika semula kita adalah garis yang berpotongan maka kini kita hanya akan menjadi garis yang tegak lurus. Kamu ke kiri dan aku ke kanan.?

Taukah kamu tentang Asimtot?

Rupanya ia serupa aku diwaktu itu, bahwa kita tetap berdekatan namun takkan pernah berpotongan di satu titik. Aku selalu disampingmu, begitu kata garis asimtot pada kurva parabola. Begitu pun aku.

Sudah beberapa kali aku memberi batas, supaya aku tak melewatinya. Namun alam semesta terlalu baik hati sehingga mengabulkan pertanyaanku malam itu.. "Bagaimana kabarmu sekarang? apa kamu baik-baik saja?... aku rindu ingin melihat kamu."?

Kemudian kita bertemu. Bersapa. Tak ada yang tau, mengapa ini semua terjadi.

Semesta mendengar, Ia menjawab dan Ia mengungkapkan rahasia diantara kita. Kemudian aku gemetar dan terlalu banyak berpikir tentang bagaimana kita sama-sama mengetahui. Kau tau, kau mengusik pikiranku berhari-hari dan itu membuatku sulit untuk memahami limit. Kau tau, aku bahkan tak mampu menyembuhkan diriku sendiri.

Kemudian kita saling lupa. Menganggap semesta tak pernah berbicara pada kita. Aku penasaran, apakah semesta yang menutupinya atau kau yang tak mau mengungkapnya? Apa kau takut bahwa yang kau pikirkan itu benar-benar nyata??

Banyak sekali kata tanya yang ingin kuberikan padamu. Entah kapan kita bertemu, semoga kita sama-sama mampu.

Mampu menjelaskan.


  • Dinan 
    Dinan 
    1 tahun yang lalu.
    Asyik,, asimtot, limit dan garis tegak lurus... Saya suka

    • Lihat 3 Respon

  • Asti Nurhayati
    Asti Nurhayati
    1 tahun yang lalu.
    Waaah.Bagus. Filosofis. Deep. Aku suka. Hehe Izin share ya