Sepenggal Kepala Ustadz

Syifa Yaumatur Rahmah
Karya Syifa Yaumatur Rahmah Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 24 Februari 2016
Sepenggal Kepala Ustadz

S.A Yaumatur Rahmah

?????????

??????????? Allahu Akbar Allahu Akbar, Laillahaillalah.

Terdengar suara adzan di separuh senja pinggiran sebuah kota. Anak-anak, orang dewasa, semua orang terburu-buru untuk mengunjungi rumahnya masing-masing bukan rumah-Nya yang buru-buru mereka kunjungi setelah adzan. Memang, mereka adalah salah satu dari sekian banyak penduduk perkotaan yang menganggap adzan maghrib adalah alarm untuk kembali pulang kerumah bukan untuk menunaikan shalat. Namanya adalah gang Bangkawarah[1], nama yang diberikan oleh leluhur tanpa tahu filosofinya apa. Dari luar memang ?terlihat warganya rukun, makmur dan tentram. Banyak sifat-sifat toleransi dan saling menghargai diantara mereka. Ketika ada warga yang membangun rumah warga lain ikut membantu membangun rumah. Bahkan mereka saling menghargai pekerjaan masing-masing warga tanpa mencurigai atau iri. Itulah gambar keharmonisan di gang tersebut.

Suatu hari datanglah seorang laki-laki berbadan tambun memakai jubah putih bersorban merah dan memakai peci putih, ia memelihara jenggot dan kumis tapi tidak putih namun hitam dan lebat. Lulusan pesantren yang tidak terkenal dan membawa tittle ?ustadz?. Dia datang sendiri, hanya seorang diri mengadu nasib di perkotaan. Kemudian dia bertemu warga kampung yang kebetulan memiliki jabatan sebagai RT gang Bangkawarah.

??????????? ?Assalamu?alaikum, saudaraku sesama muslim yang dimuliakan Allah Swt.? Ustadz mencoba memasang wajah paling bersinar.

??????????? ?Wa?alaikumsalam, maaf anda siapa ??

??????????? ?perkenalkan, saya Mishbah. Saya datang dari daerah Jawa, disini ada kontrakan kosong?.?

??????????? ?ya ya ya ya, ada didekat masjid ada rumah yang dikontrakan. Mari saya antar, sepertinya anda orang yang berilmu tinggi ya?.?

??????????? ?terima kasih banyak, Pak. Maaf dengan bapak siapa, tadi lupa saya menanyakannya hehe?. Pertanyaan pak RT tidak dijawab.

??????????? Sambil berjalan

??????????? ?nama saya Kinting, saya RT disini. Anda seorang ustadz ya ?? Pa RT masih penasaran.

??????????? ?oh Pak Kinting. Insya Allah, saya ustadz pak.? Ustadz Mishbah menjawab dengan nada ragu tapi angkuh.

??????????? ?ma maafkan saya ustadz, jika tadi saya kurang ajar terhadap ustadz. Oh ya kita sudah sampai, ini rumahnya ustadz? menunduk, namun sambil menunjukan letak rumahnya.

??????????? ?tidak apa-apa, namanya manusia tempatnya lupa. Ya sudah saya tinggal disini saja? ujar ustadz dengan arif dan bijaksana.

??????????? ?baik ustadz, saya akan umumkan kedatangan ustadz. Permisi ? pak Kinting pamit.

Di mesjid yang letaknya tidak terlalu jauh dengan rumah kontrakan ustadz Mishbah.

??????????? ?Assalamu?alaikum, warga-warga semuanya. Nanti malam dharapkan kumpul di mesjid, kita kedatangan tamu seorang ustadz, seorang ustadz warga-warga. Jangan lupa? Pak Kinting berapi-api mengumumkannya.

??????????? Malam harinya, seluruh warga sudah berkumpul di dalam mesjid.

??????????? ?wih, mesjidnya dicat lagi ya?? Pak Geno berdecak takjub

??????????? ?idih, si Bapak ini memang warnanya dari dulu sepeti ini. Belum pernah dicat semenjak dibangun dulu.? Bu Denok menjawab.

??????????? ?hahaha, ya ya mungkin saya sudah lama tidak kesini. Maklum saya sibuk sekali jadi tidak sempat ke mesjid? Pak Geno membela diri

Dari arah pintu datang sesosok laki-laki menggunakan jubah hitam, sorban merah kebanggaannya dan peci putih yang tinggi, ya Ustadz Mishbah yang sudah ditunggu warga.

??????????? ?Assalamu?alaikum? ustadz Mishbah

??????????? ?Wa?alaikumsalam? warga serempak menjawab.

??????????? ?Mari masuk ustadz, silahkan? ujar pak Kinting.

Ustadz-pun duduk manis dihadapan warga-warga.

??????????? ?saya, ustadz Mishbah. Saya lulusan pesantren di Jawa. ? tanpa diminta ustadz memperkenalkan diri.

??????????? ?akhinya tempat kita kedatangan ustadz, lulusan pesantren lagi? Pak Sinik berujar.

??????????? ?ya, akhirnya tempat kita kedatangan orang yang dimuliakan oleh Allah. ? Pak Kismin menambahkan.

??????????? ?syukur, jika memang kedatangan saya membawa berkah bagi saudara-saudaraku disini. Maaf ini hari apa ya Pak Kinting??

??????????? ?mohon maaf ustadz, ini hari Senin. Ada apa??

??????????? ?baik, setiap hari Senin malam kita berkumpul disini ya untuk melaksanakan pengajian rutin. Kalian harus membawa air di dalam botol, nanti saya doakan biar menjadi air berkah.? Ustadz Mishbah membuat kesepakatan.

??????????? ?baik, Ustadz? warga serempak.

??????????? ?ya, kalian boleh pulang. Saya mau wirid dulu. Silahkan !? ujar ustadz Mishbah

Sebelum pergi mereka besalaman dengan Ustadz, tapi ternyata gaya salaman ustadz berbeda. Jika bersalaman dengan ustadz maka kita harus mencium tangannya bulak-balik lalu Ustadz akan meniupkan doa-doa di atas kepala orang yang bersalaman dengannya. Orang yang bersalaan dengannyapun ketika meninggalkan ustaadz harus berjalan mundur. Wah betapa dimuliakan sekali title ustadz di gang itu. Itulah kebiasaan warga gang itu jika bertemu dengan orang yang lebih dihormati, biar ngalap[2] berkah.

***

Pak Ustadz membuka praktek pengobatan, tapi setiap ada orang yang berobat pintu ditutup dan gorden ditutup pula. Agak aneh memang cara pengobatan itu. Dan yang membuat aneh cara pengobatannya menggunakan musik disko, sering saat ada pasien tiba-tiba dari dalam rumah terdengar musik disko dari petang hingga larut. Memang ustadz hanya membuka peraktek pengobatan akhir minggu dan dari petang hingga larut malam.

***

Senin berikutnya diadakan pengajian di mesjid , warga berbondong-bondong datang. Hal yang langka memang ketika warga berbondong-bondong ke mesjid hanya untuk mengikuti pengajian, karena bagi mereka seiap detik itu harus menghasilkan uang.

Pengajian berjalan dengan lancar, tiba saatnya meminta keberkahan dalam air kepada ustadz

??????????? ?Bisillahirahmanirrahim, ya Malik ya Kudus ya Salam wes ? ustad komat-kamit melafalkan doa. Cuih , air dalam botol itu diludahi oleh Ustadz.

??????????? ? ih, kenapa diludah ustadz ? ? Bu Bowo merasa jiik.

??????????? ? dengar, ludah saya adalah ludah berkah, sedikit saja itu bisa mendatangkan keberkahan bagi hidup kalian. Minumlah air berkah ini.? Ujar Ustadz Mishbah.

Terus sampai akhirnya pada warga terakhir, ya Pak Kinting.

***

Malam minggu di rumah pak Ustad, pak Ustadz kedatangan pasien. Sepertinya orang kaya. Lagi-lagi pintu dan gorden ditutup, selang beberapa lama pasien-pasien lain berdatangan. Ada perempuan yang menggunakan rok mini, malah itu lebih terlihat seperti celana dalam saking pendeknya.

??????????? ? Bu, bu. Pak Ustadz hebat ya. Tiap minggu pasiennya banyak terus? Bu Bowo memulai percakapan

??????????? ? ya, ya, ya. Malah pasiennya orang kaya semua hehe? Bu Mirah menambahkan

??????????? ? tuh lihat tuh, lagi-lagi pasiennya datang. Rombongan ini? Bu Denok menunjuk rumah Ustadz dari warung disebrangnya.

??????????? ? wah gang kita jadi gang yang mewah ya sekarang? Bu Denok memulai percakapan.

??????????? ? karena banyak kedatangan orang kaya ?? Bu Bowo balik bertanya

??????????? ? bukan, ih Bu Bowo. Kalian sadar ga? Semenjak kedatangan ustadz Misbah suami kita punya pekerjaan yang hebat. ? Bu Denok menjelaskan

??????????? ? iya Bu, kita jadi kaya sekarang dan pekerjaan suami kita jadi lancar bahkan belipat ganda penghasilannya? Bu Bowo menambahkan.

??????????? ?ini semua berkat Ustadz Mishbah, memang pembawa keberkahan dia? Bu Minsi tak kalah heboh menanggapinya.

Memang setelah kedatangan Ustadz Mishbah, gang Bangkawarah menjadi satu-satunya gang di daerah itu yang kaya raya, setiap rumah sudah menggunakan AC dan bertingkat. Warga membeli tanah untuk membuat garasi di sekitar rumahnya, menyimpan mobil mereka tentunya. Padahal Ustadz Mishbah Belum genap satu bulan di gang itu. Mengejutkan sekali khasiat dari air doa itu. Zat keberkahan apa yang sebenarnya terkandung dalam ludah Ustadz Mishbah. Konyol saat kekayaan dan keberkahan iu hadir dari setetes ludah.

Di tempat lain, Pak Kinting, Pak Kismin, Pak Geno, Pak Sinik dan Pak Rewe sedang asik mengobrol.

??????????? ?gila bapak-bapak, penghasilan kita sekarang besar sekali? Pak Rewe memulai sesi curhat.

??????????? ?ya betul Pak Re, saya juga merasakan keberkahan setelah beliau datang.? Pak Geno menambahkan.

??????????? ?setelah ustadz itu datang, saya lusa jadi bisa berqurban nih? Pak Kismin mengaskan.

??????????? ?sepertinya memang, segala sesuatu yang ada pada tubuhnya menjadi berkah ya. Heran kenapa bisa seperti itu.? Pak Kinting.

??????????? ?Alah kalian jangan pura-pura deh, kita saling jujur saja toh disini tidak ada istri-istri kita kan ? ? Pak Misleuk menyindir

??????????? ?Maksud Pak Mis apa ?? pak Geno heran

??????????? ?saya tahu, bukan dari ludah itu yang membuat kalian kaya kan ? mana mau kalian minum air itu. Jijik kali.? pak Misleuk

??????????? ?lah memang kami meminumnya ko, dan istri serta anak kami juga meminumnya? Pak Kinting menambahkan

??????????? ? ya, memang anak dan istri kalian meminumnya, kalianpun pada awalnya meminum itu kan ? tapi setelah ustadz Mishbah itu menawarkan pekerjaan, kalian ogah meminum air itu lagi ? Pak Misleuk

Pak Misleuk adalah seorang aparat pemerintah yang ?nakal? dia tinggal di gang itu karena tau di gang itu merupakan daerah ?basah?.

??????????? ?oke oke Pak Mis, analisi kamu memang benar. Tapi tau dari mana ?? Pak Kismin menyerah

??????????? ?kalian kaya ga tau saya saja, saya juga sama mendapat bagian dari ustadz Mishbah. Ah risih sekali aku menyebut penjahat kelas kakap itu dengan titel ustadz?. Pak Misleuk menambahkan.

??????????? ? oh begitu ternyata dia, ah bajingan sekali aku dibohongi dari awal. Aku kira dia beneran ustadz tapi ustadz yang ?nakal?, toh banyak kan hari ini yang begitu. Tapi ternyata dia ustadz bajingan. Dia menipu kita? Pak Kinting

??????????? ? Sudah lah, toh kita sudah mendapatkan relasi kan dari dia? Pak Geno meredam

Pak Kinting berjualan beras Raskin, sebagi RT tentunya mudah bagi dia mengkoordinir beras Raskin untuk dijual kembali dengan harga beras normal dan relasi dengan ?pasiennya? ustadz Mishbah sebagai pejabat penanggung jawab raskin di kota tentunya makin melancarkan usahanya.

Pak Geno pekerjaannya memang dilakukan di rumah, cukup dengan duduk di depan komputer dia bisa menghasilkan uang puluhan juta dalam satu minggu, Pak Geno adalah bandar judi online yang mendapat link dari ustadz Mishbah tentunya, karena salah satu pasiennya adalah bandar judi online terbesar di negara ini.

Sedang Pak Kismin adalah direktur perusahaan yang bergerak dalam bidang pengumpulan barang bekas, bukan barang bekas yang biasa tapi barang bekas curian. Dia adalah bos pencuri-pencuri kelas wahid di daerahnya. Perusahaannya adalah cabang dari perusahaan penadah Nasional relasinya ustadz Mishbah.

Sedang Pak Rewe cukup bekerja malam hari dia bisa meraup jutaan rupiah dalam satu malam, pak Rewe adalah mucikari elit. Pelacur-pelacur yang dijajakannya adalah langganan bos-bos bahkan pejabat, yang ditiduri bukan di hotel kelas melati tapi di hotel bintang 5 dengan fasitiltas bathtub dan spa. Perempuan dengan rok mini itulah anak buahnya pak Rewe. Mereka sengaja dipesan oleh ustadz Mishbah untuk kawan-kawannya yang berkunjung ?berobat? setiap akhir pekan. Sungguh keberkahan seorang ustadz yang membuat bisnis mereka lancar. Tentunya mereka masih mengira ustadz Mishbah adalah ustadz sesungguhnya tapi ?nakal?.

??????????? ? nah bapak-bapak, sepertinya relasi kita sudah baik ya, jadi kita sudah tidak perlu kan dengan keberkahan seorang ?ustadz? ? ? Pak Misleuk bertanya

??????????? ?ya, betul Pak Mis. Aku rasa pun demikian. Kita susun rencana saja untuk menyingkirkan ustadz bajiangan itu? Pak Kinting

Besok adalah hari raya Qurban, tentunya semua warga hadir dalam acara tersebut. Besok juga lah rencana itu dilaksanakan.

***

Setelah selesai shalat Idul Adha, seiap warga berkumpul di depan mesjid untuk mengadakan penyembelihan hewan qurban. Tahun ini gang Bangkawarah menyembelih 7 ekor sapi dan 3 ekor kambing dengan kualitas no 1. Anak-anak muda menggali lubang sebagi tempat darah sapi yang akan disembelih. Sapi pertama miliki pa Kismin.

??????????? ? saudara-saudaraku, ini adalah sapi milik pak Kismin. Semoga sapi ini dapat menjadi berkah bagi keluarga dan kita semua, Bismillahirahmannirahim, cuih ? ustadz Mishbah menyembeih hewan itu.

Sapi pertama telah selesai disembelih, tempat penyembelihan disetrilkan terlebih dahulu. Ustadz Mishbah menunggu di pinggir lubang darah itu, disebelahnya berdiri Pak Kinting yang memegang golok penyembelihan. Tiba-tiba dari belakang Pak Geno mendorong ustadz hingga ustadz jatuh ke lubang galian yang berisi darah sapi. Tanpa aba-aba lagi warga langsung menimbunnya dengan tanah , hanya menyisakan kepala dan tangan Ustadz Mishbah.

??????????? ?kalian, apa-apaan ini? Maksudnya apa? Saya orang yang dimuliakan Allah, saya pembawa berkah. Kenapa kalian tega berlaku demikian pada saya.? ustadz Mishbah mempertanyakan perbuatan warga.

??????????? ? hahaha, ustadz ustadz. Kami sudah tidak butuh lagi keberkahan ustadz. Kami bisa ko membuat hidup kami lebih berkah, lagi pula mana mungkin Tuhanmu itu memberikan keberkahan untuk ustadz sepertimu? Pak Kismin membuka percakapan

??????????? ?terima kasih atas keberkahan air liur ustadz, yang diberikan pada kami, tapi sayang kami sudah tidak butuh ustadz lagi? Pak Geno menjelaskan.

??????????? ? maksudnya apa? ? ustadz heran

??????????? ?ini maksudnya ustadz? Pak Kinting menyayat lengan ustadz Mishbah. Seketika darah segar dari lengan ustadz mengalir.

??????????? ? selamat tinggal ustadz pembawa berkah hahahahah? ujar Pak Rewe

??????????? ? kalian, terkutuklah dengan segala kelakuan kalian. See ahhhhhhhhh?

Tanpa sempat berkata lagi, pak Kiting sudah menebas leher Ustadz Mishbah.

-Sekian-

?

[1] Kurang ajar dalam bahasa Sunda

[2] Mendapatkan

  • view 246