Kenali potensi diri dari ISI bukan JUDUL!

syifa dzikro
Karya syifa dzikro Kategori Motivasi
dipublikasikan 19 Februari 2016
Kenali potensi diri  dari ISI bukan JUDUL!

Berawal dari pengalaman pribadi

Datang dari sebuah seminar tentang mengembangkan potensi diri

Seketika otak ane demo bertanya-tanya dan mencari bakat dan minat apa yang ana miliki

Yang sebenarnya tidak hilang hingga tak perlu dicari-cari.

Berbagai teknik dan carapun ana lakukan untuk mengenalinya

Cara pertama:

Mengenali potensi dari nilai pelajaran yang paling tinggi

Setelah memaksa-maksa ingatan yang hampir punah nilai tertinggi ana itu di SD 038 Balikpapan mapel Budi Pekerti, Di MTs N1 Balikpapan mapel SKI (Sejarah Kebudayaan Islam), Di SMKN 2 Balikpapan mapel Ekonomi. Hmmm sama sekali gak linear karena memang rata-rata temen2 ana juga mendapat nilai tinggi di mapel tersebut. hehehehe

Cara kedua:

Mengenali potensi dari orang-orang sekitar

Ana pun segera bertanya pada ortu terutama ibu ane yang paling tau ane dari bau kencur ampe bau keringat Upsss. Kata ibu ane, ane tuh punya bakat nyanyi, karena dari kecil suka nyanyi. Gedubraaaak emang sih ane suka nyanyi dari kecil, Tapi ane sadar banget suara ane amat sangat luar biasa. Luar biasa serak, luar biasa aneh, dan luar biasa fals tingkat tinggi. Oh no....

Akhirnya ana beralih kepada kakak pertama ana

Secara beliauwati juga merupakan pengamat setia pertumbuhan ane dari tunas ampe rimbun(emangnya pohon). Kata beliauwati?apa ya dek, bingung juga soalnya anti tuh labil?

What..... LABIL dengarnya sambil nelan ludah yang udah dari tadi mengering (terus apa yang ditelan?) entahlah.

Tak putus asa anapun bertanya pada teman dekat (perempuan) di bangku kuliah

?menurut anti ane tuh bakat apa ya??
?ada apa sih ... kuk tiba-tiba anti nanya itu ma ane?? ane kan jadi kepikiran juga bakat ane apa?

?Ya Allah, kite yang nanya malah ditanya balik?
?heheheh afwan ukh... ane bingung juga, soalnya anti apa aja kayaknya bisa, tapi memang kayaknya kurang focus sama satu bidang, dakwah bisa, ngajar juga bisa?kayaknya anti cocok untuk ngajar deh?

Sejenak termenung tanpa bisa diungkapkan dengan gambar, tulisan apalagi kartu tarot. Hmmm kayaknya bukan deh.... sambil celingak celinguk cari cara yang lain

Cara ketiga:

Kenalilah aktifitas yang paling kamu cintai atau sukai

Ane tuh cinta banget dengan berbagai ilmu Al-Qur?an berminat banget tuk bisa bahasa arab dan betah berlama lama di depan komputer apalagi disuruh design atau ngelayout. Intinya ada kemampuan tapi tidak minat, ada minat tapi tidak ada kemampuan. Ente pusing memahaminya bukan? apalagi ane yang mengalami heheheh

Cara ke empat:

Kenalilah potensi dari cita-cita

Ketika SD ane bercita-cita jadi Polwan, terinspirasi sering ditindas ma komplotan genk2 cewek yang suka menindas anak lugu (waktu kecil emang lugu banget, saking lugunya wajah ane, ampe setiap kawanan komplotan genk cewek liat wajah ane pasti dah dapat aksi jail dari mereka) hehhe. Ketika MTs ane bercita-cita ingin jadi Seniman terbawa suasana karena ana sering sekali ikut Eskul Teater. Saking ?eksisnya, nama panggilan ana ditambah kata ?Teater? hanya untuk membedakan nama panggilan yang kebetulan sama dengan nama teman lainnya. Pernah loh disuatu plaza saat ana jalan-jalan ke mall ada orang tiba-tiba menyapa ana ? eh kamu .....teater itu kan?. Ketika Di SMK ngambil jurusan management bisnis, otomatis cita-cita ane jadi Wanita Karir. Bisnis women... sampai akhirnya Allah membalikkan hati ana untuk mendalami ilmu agama. Anapun hijrah untuk bisa mendalami agama. Nekat ngambil jurusan pendidikan bahasa arab (padahal saat itu ane gak tau nulis bahasa arab). Saat bersamaan ana suka memotivasi orang hingga akhirnya bercita-cita ingin jadi motivator. Karena ingin bisa memotivasi orang anapun sering mengadakan liqo di kampus, bahkan sekarang di tempat pengabdianpun juga begitu. Tidak puas dengan mengadakan liqo anapun ingin bisa memotivasi lebih banyak orang. Salah satu caranya yakni dengan menulis seketika ana bercita-cita ingin jadi penulis. Kalo sudah begini .....sulit mengenali potensi dari cita-cita hmmmm bener-bener LABIL.-_-.

Cara kelima:

Kenalilah dari kebiasan sehari-hari

Sehari-hari biasanya ana suka membaca dan menulis diary. Trus kenapa kalo sehari-harinya begitu......sedikit memiliki harapan katanya para penulis mulanya berawal dari kebiasaan menulis Diary. Tapi sayang selama ini tidak terasah karena sempat down berkali-kali ngirim karya ke koran lokal tapi gak pernah diterbitkan.ehheheh sempat lama sindrom ngambek nulis karena sibuk dengan kegiatan yang lain.

Sampai dititik cara kelima ini ana masih belum mendapatkan jawaban yang puas. Hingga Akhirnya pencerahan datang. Setelah berenang di lautan muhasabah. Mungkin kita disibukkan dengan mencari jati diri, potensi dan bakat. Sehingga tanpa sadar kita tidak melakukan apa-apa. Sebagaimana seorang yang ingin menulis, sibuk mencari judul tapi tidak sedikitpun memulai untuk menulis.

Dalam kehidupan potensi, bakat, dan jati diri memang memiliki pengaruh untuk menentukan titik focus kita. Tapi perlu kita ketahui:

?Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia? (HR. Ahmad, ath-Thabrani, ad-Daruqutni. Hadits ini dihasankan oleh al-Albani di dalam?Shahihul Jami?no:3289).

Mari kita tulis isi dulu dalam kehidupan kita, jangan disibukkan dengan mencari siapa diri anda.

Lakukan apa yang kita bisa dan bermanfaat untuk orang lain. Dengan semakin sering kita melakukannya. Maka orang lain akan mengenali potensi anda. Sebagaimana seseorang yang membantu temannya memperbaiki laptop padahal ia bukan jurusan IT. Tapi dengan semakin sering dia membantu orang-orang yang memiliki masalah dengan laptop maka secara otomatis orang ? orang akan mengenalinya sebagai orang yang pinter service laptop walau dia tidak pernah mengenyam pendidikan di bidang teknologi. Begitupun dengan orang yang ?dikenal sebagai penulis meskipun belum mengeluarkan buku , cukup dengan terus menerus menulis meskipun niat awalnya berdakwah, atau membagi informasi pada akhirnya orang-orang akan mengenalinya sebagai penulis dengan karya-karyanya.

SO JANGAN SIBUK CARI JUDUL

Tulislah isinya dulu

Lakukanlah 3M. Mulai dari diri sendiri, mulai dari yang kecil dan mulai dari SEKARANG!

?

?

  • view 264