Kupinang istrimu

syifa dzikro
Karya syifa dzikro Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 16 Februari 2016
Kupinang istrimu

Namaku sulaiman, biasanya orang memanggilku ?Iman?

Meski masih tercantum sebagai mahasiswa salah satu Universitas Islam semester 4 Sastra Arab. Aku sudah mengantongi pekerjaan sebagai penulis lepas di salah satu media islami terkenal. Selain menjadi penulis aku pun aktif di berbagai kegiatan Masjid Nur jaded yang merupakan mesjid ternama di kota Madura.

Seperti biasa Hari ini aku pergi ke masjid nur jaded mengikuti kegiatan liqo? mingguan bersama remaja mesjid lainnya. Setelah liqo? selesai ,ketua masjid mengumumkan bagi seluruh anggota remaja masjid untuk berkumpul menghadiri rapat dadakan. akupun segera berkumpul di ruangan kantor pengurus.

?2 pekan lagi kita akan memasuki 1 muharram, untuk menyemarakkan bulan muharram, apakah kegiatan yang akan kalian adakan? Tanya pak Mahmud (seketaris Mesjid Nur Jadid) membuka tema rapat.

?makan bersama anak yatim? usul akhi solmed

?itu sih udah biasa med,cari yang baru dong?celetuk akhi Iqbal

?bagaimana kalau kita mengadakan bazar buku islami ?seru Hana salah satu akhwat yang mengikuti rapat dadakan tersebut.

?Iya saya setuju tuh?akhi iqbal ikut membuka suara seraya mencuri pandang pada hana

?huuuu? kalo akhwat langsung manggut-manggut? sambar akhi solmed serta menyikut lengan akhi Iqbal diikuti suara riuh peserta rapat lainnya.

Setelah 2 jam berlalu, berakhirlah pertemuan tersebut dengan kesepakatan mengaadakan bazar buku islami.

Hari muharrampun tiba

Kios-kios buku dari berbagai penerbit ramai menghiasi halaman masjid yang disulap menjadi area bazar, aku dan kawan-kawan sibuk mengangkat buku ke kios-kios .TaK Sengaja,Ditengah keramaian aku menabrak salah satu pengunjung.

?afwan?ucapku segera

?wah keliatannya sibuk banget nih,akhi iman?

?eh ustad Haris?(Dia adalah guru tempatku sering berkonsultasi tentang agama)

Kupandangi ustad haris lekat, tak sengaja kutangkap ada sesosok yang tak asing bagiku. Berdiri di belakangnya.

?subhanallah ?gumamku sontak kaget menyadari siapa sosok itu

Dialah si pencuri hatiku ,yang selama ini menjadi nama yang tak pernah absen di setiap istikharahku. Kupandangi wajahnya lekat-lekat dia nampak semakin bercahaya, stelan jubah biru muda dan kerudung jilbaber yang menjuntai sampai ke pinggang menahan keliaran pikiranku akan lekuk tubuhnya.

?Astagfirullah?.?segera kutundukkan pandanganku

?ada apa akhi, kuk baca istigfar?sela ustad haris setengah bingung

?Eh gak apa ?apa , ustad mau beli buku?seruku mengalihkan pembicaraan.

?iya ana mau liat-liat dulu?

Ustad haris pun melenggang pergi meninggalkan salam yang tak sempat kujawab . pikiranku sibuk melayang dengan memorian wanita muda di belakangnya.

Tepat 2 tahun silam

Saat aku datang kesebuah rumah sederhana yang ditempati oleh bidadari hafidzahku, Ayesha namanya.

Hari itu aku bermaksud menjadikannya penebus separuh dienku. Kusangka hari itu begitu bahagia ,kurasakan langit begitu cerah meski guyuran tetesan air rintik-rintik menyapu wajahku.

Aku merebahkan diri di sofa yang terletak di pelataran ruang tamu rumahnya ,

Tepat setelah mendapat jawaban salam dan dipersilahkan duduk dari bilik tirai pink yang menjuntai kebawah itu.

tak berapa lama dia pun keluar. ???????????

Belum sempat bibirku menyapa dan memberikan salam serta memberitahukan maksud kedatanganku, tiba-tiba sesosok tubuh menyusul langkahnya dari arah belakang.

Alangkah terkejut diriku melihat sesosok tubuh itu

Sesosok itu adalah ustad haris sang murabbiku.

?mengapa dia ada disini, sedang apa, apa keperluannya dirumah bidadariku ini? berbagai pertanyaan membahana di pikiranku

Apakah Ayesha adiknya atau keluarga yang kebetulan ia singgahi?

?assalamualaikum, eh akhi iman, tau dari mana rumah ana??

Apa? Rumah antum?

?iya ini rumah ana tegas ustad haris?

?eh anu ustad? ana tau dari teman Ayesha adiknya antum? jawabnya asal nyebut

Adik? Hehehe ini bukan adik saya tapi istri saya akhi iman.

?umi tolong buatkan minuman, tamu abi y!

Diapun hanya mengangguk segera menghilang dari pendanganku meninggalkan senyuman ramah khas pemilik rumah pada tamu.

Akupun duduk terkulai tak berdaya mendengar pernyataan itu

?Oh?.. ada apa jauh ? jauh kesini?

?saya bermaksud melamar Ayesha?ucapku dengan konyol

?Ayesha istri saya??

?iya?jawabku ketus

Keadaan semakin tegang dan sunyi, aku tau kata-kataku tadi akan menimbulkan masalah besar.Bagaimana tidak, suami mana yang tidak marah mendengar istrinya dipinang?,apalagi oleh muridnya.Tapi, akal sehatku kala itu tak perduli, toh sejak awal aku memang tidak tau kalau Ayesha adalah istri ustad haris.

tiba-tiba bunyi gelagar menggema dari arah depan wajahku, menggetarkan seisi ruangan pendopo itu.

?hahahah ada ada saja akhi iman ni kalau becanda,memangnya mau melamar dia jadi apa? jadi khatibah di nur jaded? ?canda ustad haris yang selalu husnudzon kepada siapa saja

?Aku tidak sedang bercanda?

(kesalku dalam hati)

Hehehe akupun memaksakan diri untuk ikut tertawa

Begitulah selanjutnya percakapan basa-basi kami berujung sampai aku dan rombongan keluarga pulang meninggalkan rumah bidadariku.

Aku meninggalkan rumah itu tanpa ustad haris tau bahwa wanita yang selama ini kucurhatkan adalah istrinya.Dan bodohnya aku ,tidak mengetahui bahwa bidadariku sudah ada yang mengikat. Ketertutupannya membuatku sulit mengakses informasi,

?akhi?..?teriakan keras di gendang telingaku membuyarkan lamunanku

?eh iya ada pa akhi iqbal?

?buku di kios mumtazah kurang tuh! tolong di ambilkan y?

Oh ok.

?

?

?

?

?

?

?

?

?

?

?

  • view 106