Refleksi Iman dan Cinta

syara mukti
Karya syara mukti Kategori Inspiratif
dipublikasikan 26 Januari 2016
Refleksi Iman dan Cinta

Lembaran kisah insan teladan selalu mewangi di hari Raya Kurban. Kisah dari keluarga bapak para Nabi yaitu Ibrahim As. Bukan hanya sukses lewati ujian tapi perjuangan, tekad menjadi insan pilihan amat gigih dilaksanakan. Kisah yang tak mampu dinalar dengan akal belaka jika tak dibersamai iman.
Ketika harus meninggalkan ibunda Hajar dan bayi merah ?Ismail As di gurun pasir membara dan mentari lembah bakkah yang seakan panasnya hanya sehasta, tanpa bekal, tanpa air demi menjalankan titah Rabbnya. Ayah dan suami mana yang tega berbuat demikian, namun kepercayaan nabi Ibrahim disertai doa menjadi langkah awal pengorbanannya. Iman dan Cinta kepada sang kekasih membuat keraguannya terbang melayang. Hanya keyakinan yang berdentum mengalahkan rasa gelisah yang amat sulit dilebur.
Berikut yang dikisahkan Salim A Fillah dalam bukunya Lapis-lapis Keberkahan, ?Telah terpanggang keduanya di atas pasir membara. Telah habis airnya dan kering air susunya. Telah jerih hatinya dengan tangis lapar dan haus bayinya, hingga sakit dan lelah yang ada tak lagi dirasa. Telah dengan sisa-sisa tenaga dia berlarian antara Shafa dan Marwah, menyipitkan mata memandang jauh. Kadang ,melihat ke seberang ufuk adakah yang dapat dimintai bantu. Kadang menatap ke bawah adakah jejak air untuk dikais-kais rembesannya. Dengan keyakinan yang tak cuil bahwa Allah tidak akan menyia-nyiakan iman dan amalnya.?
Inilah sepotong gambaran iman dan cinta Ibunda Hajar yang sungguh menakjubkan. Ikhtiar yang tak putus-putus; lari tujuh kali itu bentuk kegigihan seorang istri dan ibunda, tanpa goyah iman di dada hingga akhirnya terkarunia zam-zam yang tiada habis sepanjang masa. Dan Allah abadikan laluan tujuh kali antara Shafa dan Marwah sebagai ritual dalam manasik umrah dan haji.
Karunia yang tak terduga itu lebih sering kita ilhami dibanding? rentetan pengorbanan dan perjuangan dalam meraihnya. Inilah yang seharusnya kita rubah, bahwa ujian iman sekelas nabi pun tak serta merta mudah untuk dilalui. Bercucuran air mata, berhujankan munajat pinta yang tak habisnya, berpeluh keringat, jerih hati dan tenaga yang berbuah sakit dan lelah tiada terkira.
Mari mengilmui iman dan cinta dari Nabi Ibrahim dan Ibunda Hajar berupa pelajaran abadi tak kan lekang oleh waktu, tak terkikis zaman dan? terukir indah dalam Al-qur?an.

  • view 131