Tahapan Perjalanan

syara mukti
Karya syara mukti Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 11 Februari 2016
Tahapan Perjalanan

Menapaki setapak-setapak kehidupan, merupakan proses yang akan membuatmu kian berkembang, membuat pandanganmu lebih luas, jauh dan tak terkotak-kotak. Mata belajar dari apa yang ditangkap penglihatan, telinga berguru dari nyanyian semesta alam, naluri berintuisi menjelajahi baik buruk dari sekitar.


Jangan lengah untuk mengambil pelajaran dari setiap adegan hidup yang kadang tidak berulang. Setiap langkah menjadikanmu lebih dewasa dalam berpikir, bertindak dan mengambil keputusan. Maka melangkahlah, tapakilah, walau terpeleset sekalipun di sana ada hikmah dan pelajaran. Dan burung kecil pun tertatih, terjatuh untuk bisa terbang.


Mungkin telah berhasil kau sampai ke batas ini, namun jangan terburu-buru, hingga kau lupa merefleksi diri. Berevaluasilah di setiap tahapan perjalanan, niscaya langkahmu ke depan makin pasti dan terukur segala capaian.Terkadang kau terlalu terobsesi untuk lari dan melesat cepat ke tanah tepi, namun jangan kau sangka bahwa berjalan lambat itu buruk, lamban pun perlu untuk mencerna lebih banyak nilai dan hikmah yang terserak.


Ada masanya pula kau tersasar dan dihantui bimbang untuk melangkah kembali,? namun George Bernard Shaw filosuf dari irlandia mengatakan : ?Jadi manusia tidak kuat mencari jalan menuju bahagia, atau tak kuat menyingkir dari jalan sengsara dan celaka, sekali-kali jangan ia putus asa?. Dahulu pun semenjak semesta bermula generasi tertua kita telah mengalami jatuh bangun dalam kehidupan, maka dari itu sejarah membuat kita belajar untuk menghindar dari jalan-jalan mereka yang tersasar.


Asma Nadia mengatakan: ?Kita selalu bisa belajar. Tidak hanya dari kesuksesan seseorang, melainkan juga dari perjuangan hidupnya, kegagalan, bahkan kesalahannya dalam mengambil keputusan?. Ah ya, tidak semua hal baik saja yang mestinya kau ilhami bahwa di setiap episode kehidupan semua makhluk ada pelajaran berarti.


Pastinya ada manfaat dari tahapan perjalanan ini, kau akan memiliki kaca mata baru untuk memandang sesuatu dengan objektif, tidak sebelah mata. Agar langit biru tak kau sangka gelap, kicauan murai tak kau kira gagak dan sesuatu hal bagus tak hanya kelihatan cacat.

?

Depok, 11 Feb. 16