Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Catatan Harian 27 April 2016   14:35 WIB
Potret Cinta Papa

Papa walau fisikmu sudah menandakan senja tapi aku selalu melihat mentari terbit di matamu. Semburat sinar yang membuat hangat, nyaman, selalu ku tangkap dari penglihatanmu. Api optimis senantiasa berkobar di sana. Seakan berkata padaku, "sekeras dan sekejam apapun hidup, selalu ada jalan untuk berhasil". Jangan berputus asa dan lantangkanlah dengan haqqul yakin “hasbunallahu wa ni’mal wakiil ni’mal maula wa ni’man nashiir”.

Mata yang selalu jujur mengatakan bahwa aku bisa, pandangan yang selalu mendukungku, menyemangatiku walau aku terpuruk di jurang nestapa . Mata yang tulus membiaskan sinar cinta, itu adalah matamu papa.

Papa yang tak mengenal siang malam demi keluarganya, papa yang tak kenal lelah bahkan sakit pun jarang dirasa. Entah semangat seperti apa yang kau punya hingga begitu gigih jiwa perjuanganmu. Aku selalu bertanya-tanya, dan lagi-lagi jawabmu “tak lain semua karena cinta”.Jerih hati dan peluhmu mengisyaratkan cinta yang begitu sempurna, hingga kau selalu berhasil membuatku terpesona.

Mungkin telah banyak luka yang kau simpan demi senyumku, banyak air mata yang kau tahan demi suksesku, banyak sakit yang kau sembunyikan demi mengubur rasa khawatirku. Maafkan aku papa..saat ini aku masih berproses semoga kelak semua citamu bisa kuwujudkan. Membalas lelahmu dengan senyum bahagia, mengubah letihmu menjadi kebanggaan dan syukur. Semoga bisa..

Papa juara satuku, semoga Allah beratkan timbangan pahala, dilimpahkan rahmat dan maghfirah dariNya, dikabulkan segala pinta dan kita sekeluarga dikumpulkan lagi bersama para sholihin di jannahNya.

 

Gambar dipinjam dari sini

 

 

 

 

 

 

 

Karya : syara mukti