Pelita Ajal

syara mukti
Karya syara mukti Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 17 April 2016
Pelita Ajal

Seorang tuan guru, ulama dari malaysia menuliskan sebuah quote yang cukup membuatku merenung. "Nyawa kita tu bak api pelita, dan bila bila masa sahaja bisa padam". Sungguh sangat misteri, kapan ajal itu akan datang..Ajal, tak bisa kita menghindar dan berlari darinya. Walau bersembunyi di balik bebatuan atau menaiki menara yang tinggi, tetap ia akan menghampiri. Tak dapat dicepatkan atau diundur.

 

Kami masih banyak menyianyiakan waktu dan kesempatan yang Allah beri.Kesehatan yang Allah anugerahkan. Ya Allah siapkan hati, jiwa dan raga ini untuk segera kembali padaMu ya Rabb.Sungguh nistanya diri ini, jauh dari taat, jarang menikmati khusyuknya ibadah, haus dahaga akan siraman-siraman ruhiy. Amal sedikit, dosa-dosa kian menumpuk.

 

Terkadang hanya menyesali apa yang ada pada diri. Tanpa bisa meluluhkan hati ini untuk segera kembali. Segera ke peraduan suci. Segera ke pelabuhan yang selalu menanti. Taubah Nasuhah.. Sebagaimana orang-orang cerdas yakni “Orang yang cerdas adalah orang yang dapat menundukkan hawa nafsu dan beramal untuk bekal sesudah mati.” Semoga kita termasuk dari mereka yang banyak mengingat mati dan mempersiapkan bekal sebanyak-banyaknya untuk mengadapinya.

 

Pintumu selalu terbuka, baik pagi maupun petang. Semoga masih ada kesempatan untuk pulang segera, meraih rahmat Sang Tuhan Tawwabun Ghoffar.

 

Gambar dipinjam dari sini

  • view 102