Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Puisi 17 April 2016   00:30 WIB
Melepaskan dan Berdamai

Pendar merah saga memantul di riak danau
Kunang-kunang menari di temaram senja
Napas angin menderu menggigit tulang
Ku tepuk-tepuk dada dan mencoba berbincang dengan jiwa

Samar terdengar hentak laju kereta
Berkejar-kejaran..
Meniti setiap jengkal rel
Seolah memohon maaf, pada lembaran-lembaran cerita yang  tertinggal

Katanya lirih, Aku akan terus berjalan
Menjelma menjadi taburan bintang
Mengisi ruang antara nada dan kata
Menabuh genta mengeja aksara cinta

Walau yang pergi itu kau cinta

Aku rela...

Meski sesak dan menghimpit dada

Ada selaksa cahaya diujung sana

Dan nyala pelita yang setia berbinar untukku



Huuuuuhhhpppp....
Menarik napas dalam
Merefleksi rekam dan jejak kisah kita
Setidaknya sekarang aku lebih lega melepaskan
Dan berdamai itu lebih indah dari pada memaksakan

 Depok, 16 Apr. 2016

 

Gambar dipinjam dari sini

Karya : syara mukti