Hal indah yang bisa dicontoh dari keluargaku

Syamsul Bondan
Karya Syamsul Bondan Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 02 September 2016
Hal indah yang bisa dicontoh dari keluargaku

HAL INDAH YANG BISA DICONTOH DARI KELARGAKU

Dikala itu aku terbangun dari tidur pagiku dengan mata yang belum terlihat jelas dengan sinar mentari yang menghangatkanku dan aku langsung duduk ditempat tidurku menghirup aroma masakan yang begitu khas  akan aroma masakannya tidak lain dan tidak bukan ialah ibuku yang sedang membuat masakan untuk sarapan dan bekal ke sekolah, dan aku langsung ke kamar mandi untuk cuci muka dan tangan dan duduk manis di meja makan dan menunggu masakan ibu yang belum selesai masakanya suara lantunan panggilan ibuku menyuruhku untuk mengambilkan piring dan sendok untuk makan bersama dengan keadaan yang sesederhana mungkin dan duduk melingkar dengan keluargaku, dan ibuku bertanya kepadaku "dik, alat alat untuk sekolah sudah dipersiapkan semua? tanya ibu, aku menjawab "sudah bu, tadi malam sudah dipersiapkan dan PR yang ibu guru kasihpun sudah selesai dikerjakan" jawabku, lalu ibu melanjutkan percakapanya " sepeda kamu sudah siap, katanya kemarin sepeda kamu rusak sudah minta ayah untuk membereskannya belum dik? tanya ibuku, “udah bu, kemarin beresinnya sama bapak waktu sore hari, alhamdulillah tidak ada yang rusak cuman ada yang tidak beres sedikit aja bu” jawabku, “ lalu ibuku menyuruhku untuk mandi dan bersiap – siap berangkat sekolah, setelah sudah siap semuanya ada rasanya yang tertinggal, eh ternyata adalah cium tangan pada ayah dan ibuku yang berada dihalaman depan rumah, habis pamitan aku langsung memakai topi berwarnah merah dan dasi kecil kebanggaanku dan baju yang rapihpun aku sudah siap menaiki sepedaku dan ibuku berteriak dari belakang “belajar yang rajin  nak ! jadilah orang jujur dan berguna bagi bangsa nanti ya ! aku sambil menoleh kebelakang dan melambaikan tangan “ iya bu, aku akan mewujudkan impian ibu dengan wajah yang ceria dan gembira ria.

Didepan teman – temanku sudah menunggu untuk pergi ke sekolah bersama menaiki sepeda dan diiringi canda tawa yang tiada henti hingga tak terasa sampai pada halaman sekolah, lalu aku menaruh sepedaku di belakang sekolah dan bergegas menuju kelas yng amat bersih nan indah dihalaman sekolah ditumbuhi rerumputan yang hijau dan bunga – bunga yang memanjakan mata, ya tepat itu adalah sekolahku tempat menimba ilmu yang didalamnya terdapat guru-guru yang senantiasa membimbing kami penuh dengan kesabaran yang tidak semua orang memilikinya, terima kasih guruku engkau pahlawan tanda jasaku yang takkan pernah tergantikan, tidak lama kemudian datanglah seorang guru yang ingin mengajar mata pelajaran dikelasku, selesai pelajaran dan bel istirahat pun berbunyi, “anak anak sekian pelajaran yang bapak berikan semoga bermanfaat”, begitulah tanda pelajaran yang hendak usai, lalu aku langsung digandeng dari arah belakang dengan sapaan yang hangat siapakah gerangan, tidak lain dan tidak bukan adalah sahabatku yang selalu mengajakku kemanapun aku pergi, “ayo kekantin sob” ! begitulah ajakkan akrab  sahabatku “ ayo nanti traktir kan sob? Pintaku “apa kamu bilang traktir?tidak salah dengar, seharusnya kamu sob kamu kan dapat nilai A harusnya kamu lah yang traktir aku. Ujar sahabatku sambil nada saling sindiran itu. Sehabis dari kantin kami langsung bergegas pergi ke kelas sambil berlali lari karena itu adalah waktu masuk ke kelas sudah terlambat, lalu bel akhir pelajaranpun sudah usai, aku langsung menghampiri guruku dan cium tangan sama seperti orangtuaku , aku langsung lari keluar dan cepat mengambil sepedaku dengan ayunan pedal yang sangat cepat bergaya seperti balap motor GP, kami beriringan  sambil tertawa yang tdak ada habisnya, tidak terasa sampai di depan rumah dan orangtuaku langsung menyiapkan makan siang “dik ! cepat makan dan langsung sholat dhuhur ya” seperti biasa ibu menyuruhku waktu aku makan siang tadi “iya bu” jawabku, dan hal indah yang bisa dicontoh dari keluarga aku adalah sebuah kedsiplinan dan kejujuran dalam mengatur waktu yang sebanyak apapun ketika kita  mempunyai banyak pekerjaan kita harus disiplin sebisa mungkin karena semua akan berjalan dengan semestinya dan pula kejujuran banyak sekarang orang – orang mendapat amanah tapi tdak disampaikan dan seakan kejujuran tidak ada nilainya sama sekali dan ayah dan ibuku menanami rasa tu sejak dari kecil supaya nanti kelak dewasa bisa menjadi orang yang berguna bagi bangsa. itu adalah sepenggal cerita yang bisa kuambil dari keseharianku hal indahnya adalah ketika aku dalam pelukan ibu dikala aku hendak tertidur dari keseharianku mencari ilmu dan bermain bersama teman-temanku dan aku enggan melewatkan waktu sweet moment itu  semoga kelak nanti keluarga kecil kita nan sederhana ini bisa sehidup sesurga nanti di akhirat bersama indahnya surga yang sebelumnya dijanjikan sang pembuat alam semesta ini, dan tidak akan mengingkariNya.

Mereka adalah sepasang malaikat yang nyata yang diberikan oleh tuhan untukku dan menjadikan diriku mengenal segalanya dan mereka membimbingku kejalanMu meskipun banyak halau rintangan tapi mereka enggan menyerah dengan keadaan seperti apapun tidak lain adalah ialah orangtuaku.

 

  • view 178