Bendungan Ma'rib

Bendungan Ma'rib

Syaima Ressa
Karya Syaima Ressa Kategori Project
dipublikasikan 09 April 2018
Di Balik Penantian

Di Balik Penantian


Tak hanya kami (sebagai umatmu) yang rindu, orang-orang sebelummu pun menanti. -Kisah kisah sebelum Rasulullah SAW lahir-

Kategori Non-Fiksi

251 Tidak Diketahui
Bendungan Ma'rib

  Di Yaman, dahulu terdapat sebuah bendungan yang menjadi sumber kehidupan penduduknya. Bendungan tersebut sangat kuat dan besar. Tak heran, mereka sangat membanggakannya. Bendungan Ma’rib. Mereka menggunakan air dari bendungan itu untuk minum dan mengairi sawah serta ladang. Namun, Amr bin Amir melihat ada tikus besar sedang melubangi bendungan. Dia menganggap bahwa hal itu sangat membahayakan karena akan membuat bendungan menjadi rusak dan banjir. Maka, dia berniat untuk pergi meninggalkan Yaman dan mengajak penduduk lainnya untuk segera berhijrah.  Ajakan berhijrah disambut dan ditolak sebagian penduduk. Mereka yang menolak tidak mau meninggalkan bendungan kebanggaannya dan lebih memilih tinggal disana. Namun, selain menolak, mereka berniat jahat menjebak Amr bin Amir dengan cara menghasut anak bungsunya. Jika Amr bin Amir menamparnya, anak bungsunya diminta untuk membalas tamparan ayahnya. Terpancinglah kemarahan Amr bin Amir saat menerima tamparan dari sang anak bungsu. Lalu ia bersumpah tidak akan tinggal di tempat dimana ia ditampar oleh anaknya sendiri. Ia pun menjual asetnya dan pergi meninggalkan Yaman diikuti anak keturunan yang lainnya beserta orang-orang Adz. 

Mereka yang berhijrah tiba di daerah Akka. Sayang sekali, karena mereka datang dengan jumlah yang sangat banyak, mereka diperangi oleh penduduk Akka. Penduduk Akka mengira bahwa Amr bin Amir dan pengikutnya akan merebut kekuasaan mereka di Akka. Agar tidak terus menerus diperangi, akhirnya mereka pergi dengan berpencar-pencar ke daerah yang berbeda. Jufnah bin Amr bin Amir berhenti di Syam, Khuza’ah berhenti di Marra, Adz Sarah berhenti di Sarah, Adz Oman berhenti di Oman, Al-Aus dan Al-Khazraj berhenti di Yatsrib. Setelah itu, Allah SWT mengirimkan banjir dan menghancurkan Bendungan Ma’rib.

Sejak saat itulah Yatsrib dihuni oleh Al-Aus dan Al-Khazraj, lalu menghasilkan keturunan yang pada akhirnya menjadi sang penolong seluruh Kaum Muhajirin. Meskipun keturunan-keturunannya sempat berperang, pada akhirnya setelah bertemu Islam dan Rasulullah SAW mereka menajadi kaum yang mendapat kemuliaan dari Allah SWT. 

  • view 75