Perlunya Kreatifitas Dalam Membangun Kota Yang Berdaya

Ahmad Syaifudin
Karya Ahmad Syaifudin Kategori Proses Kreatif
dipublikasikan 09 Februari 2016
Perlunya Kreatifitas Dalam Membangun Kota Yang Berdaya

Sejalan dengan perkembangan Urbanisasi serta telah memasukinya negeri ini pada Masyarakat Ekonomi Asean yang mana ini adalah sebuah tantangan besar untuk bangsa, dan kita sebagai warga Negara di tuntut ?cepat mengambil peluang dan mempercepat lajunya peningkatan Sumber daya manusia. Oleh karenanya Kota banjarbaru yang berjargon kota pendidikan ini memang harus benar-benar di realisasikan dengan di bangunnya tempat-tempat yang nyaman bagi generasi muda, Keluarga, Komunitas, Aktivis, wisatawan dan lain sebagainya, agar ?mereka merasa nyaman dan betah sehingga terbentuklah atmosfir yang baik di lingkungan perkotaan. oleh karena itu baiknya suatu kota terletak pada anak mudanya yang kreatif dan selalu Inovasi ke depan. Dan untuk mewujudkan itu pemerintah kota berperan penting dan harus selalu berbenah serta mengajak kepada para anak muda untuk duduk bersama dan berbagi ide-ide kreatif agar pembangunan kota banjarbaru ini semakin lebih baik.

Karena majunya suatu kota tak lepas dari dukungan banyak pihak, baik itu dukungan moril maupun moral, ?dan dari observasi kondisi lingkungan Kota Banjarbaru yang kami lakukan di mulai dari Pelajar, Anak muda, Supir angkot, dan warga serta pak RT. Dan kebanyakannya mereka sadar akan kebersihan, dan mampu merespon baik niat pemerintah dalam membangun kemajuan kota banjarbaru yang menurut saya pembangunannya cukup cepat.

Kota Banjarbaru di rancang oleh van Der Vijl dan dengan pemikiran itu membuat tata letak kota yang kini kita rasakan saat ini sangat bagus dan teratur. Kota Banjarbaru memang strategis dan akan menjadi pusat pemerintahan dengan di bangunnya kantor gubernuran di sana. sekaligus kota pendidikan, karena akses Bandara yang cukup dekat. Dengan itu sudah tentu perlunya mengelola Kota yang rapi, dan bersih. Oleh karena itu kita perlu mengapresiasi pemerintah kota Banjarbaru yang telah berjuang dalam membuat kota Banjarbaru yang bersih tanpa sampah dan ini telah di buktikan dengan di raihnya Penghargaan Adipura, dan ini? secara tidak langsung sangat memotivasi warga untuk mendorong menjadi "Kota Bersih dan Teduh". Memang sebenarnya tidak layak di raihnya penghargaan tersebut karena kalau kita lihat memang kotanya sangat bersih. Namun jika anda melihat daerah kota Banjarbaru Sekitarnya sungguh jauh bersih dari sampah.

Sangat mengherankan dan membuat saya berfikir itu adalah, Taman yang kurang bagus dan sangat terlihat kaku. Di tambah lagi kurang perawatan. Ini karena yang sering di gunakan dan menjadi pusat perhatian itu hanya lapangan murjani, mungkin dengan adanya acara hiburan. Pameran, Balapan, dll. Namun di depan tamannya menuju jalan masuk ke lapangan tersebut masih kurang di perhatikan, lampu taman yang tidak menyala karena putus dan harus segera di perbaiki dan Infrastruktur taman yang saya rasa kurang kreatif.

Berhubungan dengan Daerah Sekitar pemerintahan provinsi yang terletak di jalan Trikora Banjarbaru sudah lama sekali banyak di lirik oleh para pengusaha, oleh karena itu timbulah Kavling-Kavlingan tanah di mana-mana dan suburnya usaha perumahan. Bahkan perbukitan pun di kerok habis hingga rata, ini karena sekitar daerah tersebut bernilai investasi yang besar. Dan ironisnya ternyata perumahan yang di bangun tersebut belum banyak di huni dan hanya sebagai investasi masa depan, dan mungkin saja akan di huni ketika daerah tersebut sudah sangat ramai.

Namun yang menjadi pemikiran saya, jika tata letak kotanya yang bagus dan sumber daya manusianya yang banyak jika tidak di kelola dengan baik, keinginan untuk menjadikan Kota Idaman itu hanya omong kosong belaka. Di sinilah perlu adanya kerja sama semua pihak. dan sikap pemerintah yang harus selalu koperatif kepada warga, pemuda, mahasiswa, pelajar, dan unsure lainnya. ?Saya sangat bahagia ketika observasi ke Kecamatan Cempaka dan mendapatkan tempat Pengelolaan Bank Sampah.? Ketika saya bertemu Pak Rahmat ketua Rt setempat, Beliau Mengatakan Bank Sampah ini berdiri sejak 2 Tahun yang lalu namun pengelolaannya belum maksimal, karena sampah non organik yang di setorkan warga tersebut tidak di kelola sebagai kerajinan tangan dan lain-lain. Meskipun banyak warga yang sangat antusias namun warga menginginkan adanya pelatihan membuat kerajinan tangan , karena kurangnya SDM yang bisa mengelola, warga hanya menyetorkan sampah saja. ?Dan warga berharap nantinya ada pelatihan tersebut. dan mudah-mudahan dapat membuat kemandirian warga serta kekreatifitasan. Karena ide-ide kreatif itu perlu di poles dan peran pemerintah di sini sangatlah penting, bukan hanya Warga, namun yang menjadi ujung tombak adalah para pemudanya, dan mudah-mudahannya kedepannya Kota Banjarbaru akan menjadi lebih baik dan benar-benar menjadi Kota Idaman.

  • view 397