Selamat buat Bang Ipul!

Syahrul WriterPreneurship
Karya Syahrul WriterPreneurship Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 27 Februari 2016
Selamat buat Bang Ipul!

Saya bukanlah pemerhati artis, -acara yang paling saya hindari dan jauhi adalah acara infotaiment yang lebih banyak sandiwara dan settingannya- apalagi penikmat acara-acara pencarian bakat seperti D'Academy yang dijuriin oleh Saiful Jamil yang lebih familiar dengan panggilan bang Ipul. Tahu tentang D'Academy saja itu secara kebetulan, saat saya harus nyari-nyari acara yang menarik, dan tanpa sengaja nongol tuh acara. Dan beberapa kali saya memang sempat berhenti cukup lama dan salah satunya adalah mengamati komentar-komentar dari bang Ipul. Dengan nada melambai dan gestur kewanita-wanitaan, bang Ipul memang dipasang sebagai juri yang kontroversial, mulai dari berperan sebagai juri antagonis yang tak pernah puas dengan semua persembahan calon bintang.

Sudah lama saya geram dengan siaran-siaran TV yang seolah-olah memberi kesempatan tampil ke khalayak mempromosikan laki-laki kebanci-bancian, baik sebagai bahan candaan dan lelucon juga sebagai daya tarik acara. Sebagai guru, mungkin bukan cuman saya yang geram, ada jutaan orangtua, guru dan masyarakat di luar sana yang merasakan hal yang sama. Geram namun, tidak bisa berbuat banyak selain mengelus dada melihat generasi penerus semakin hari semakin alay dan kehilangan kenormalannya. Kami bingung mau mengadu ke mana? Suara kami kalah oleh tumpukan dollar pemilik modal.

Saya harus mengatakan tidak kenal dengan bang Ipul. Kalau pun tahu, ya sekedar tahu bahwa ia seorang artis dangdut yang sudah pernah kawin dan cerai dan memang akhir-akhir ini sering berprilaku alay. Sekedar itu yang saya tahu sehingga tidak otoritatif rasanya jika saya mengomentari kehidupan pribadinya. Tulisan ini bukan untuk menghakimi atau semacam sumpah serapah atau sorak sorai kesenangan atas musibah yang sedang melanda bang Ipul. Anggap saja ini sebagai surat cinta dari seorang sahabat.

Baik, kejadian yang menimpa bang Ipul hanyalah fenomena gunung es, dibawahnya ribuan kasus yang tidak dipublikasikan. Saya pribadi bahkan pernah mengalami pelecehan seks saat masih anak oleh orang dewasa yang dekat dengan kehidupan saya. Orang yang menjadi tetangga kami. Anak memang sangat rentan dilecehkan karena ketidaktahuan dan ketakutannya. Begitulah kira-kira yang saya rasakan saat itu.

Kita kembali ke kasus pelecehan bang Ipul. Pertama, saya harus mengucapkan selamat buat bang Ipul. Bang Ipul harus bersyukur bahwa Tuhan masih mengasihi anda. Allah tidak ingin membiarkan anda semakin tersesat di jalan yang dibenci-Nya. Dengan kejadian yang memalukan ini anda harus kembali ke jalan yang benar, dengan cara inilah Allah mencintaimu. Anda harus lebih kuatir jika Allah menggunakan istidraj-Nya. Anda akan dibiarkan tersesat dengan dibukakan seluruh pintu-pintu rezeki dan kepopuleran. Anda akan terlena dan lupa daratan, seolah anda diberkati padahala dikutuk.

Ibarat jamu, pahit memang tetapi, menyehatkan. Ini bukan musibah bang. Terkadang Allah ingin mengubah karakter seseorang dengan memberinya masalah. Dan kualitas bang Ipul sedang dipertaruhka so, tetap positif thinking!

Kedua, ada pribahasa yang mengatakan bahwa sejarah akan selalu berulang. Dimana ada kelahiran pasti ada kematian. Ada kejayaan juga ada kehancuran. Roda terus beputar mengantarkan kita pada posisi yang selalu mengikuti roda kehidupan, terkadan di atas, dilain kesempatan harus nyungsep di bawah. Sejarah pernah menulis kehebatan Konstantinopel, kejayaan Majapahit dan Sriwijaya, dan Keangkuhan Fir'aun, Semuanya berakhir bukan? Bang Ipul telah merasakan bagaimana nyamannya limpahan harta dan popularitas. Pelayanan, penghormatan dan fasilitas yang wah anda rasakan tiap hari. Anda bisa sesuka hati mengeluarkan peryataan dan penilaian terhadap kontestan yang anda rasa tidak becus bernyanyi. Anda bisa dengan sesuka hati tertawa terbahak-bahak di atas bullyan anda atau di atas prilaku kebanci-bancian teman-teman anda.

Bang Ipul, kejayaan anda memang belum berlalu tapi, anda akan mengalami getirnya jamu yang Allah telah ramukan. Selama beberapa bulan ke depan media akan dipenuhi pemberitaan tentang prilaku anda yang memalukan ini. Apalagi kabarnya, korbannya bukan hanya satu, semakin banyak wajah-wajah baru yang berani tampil ke depan menyuarakan ketakutan mereka selama ini. Abang jujur saja, akui semuanya agar cepat selesai lalu, kembalilah kerangkulan Allah Maha Penyayang. Jika itu yang abang lakukan maka peristiwa ini menjadi nikmat.

Ketiga, dulu kami anak-anak madrasah selalu diajarkan petuah-petuah yang sarat makna sambil terika-teriak menirukan ustad dalam pembelajaran mahfudzat. Fakkir qabla an-ta'zima! Berpikirlah sebelum mengerjakan sesuatu! Saat kami memasuki usia baligh dan masa puber yang mulai tertarik dengan lawan jenis kami, sudah didoktrin untuk selalu berpikir sebelum bertindak. Sebelum melakukan sesuatu kita memiliki beberapa menit kesempatan untuk mewujudkan atau membatalkan, mengatakan atau diam, mengiyakan atau menolak. Sangat sangat yakin bang Ipul sudah memikirkan semuanya. Konsekuensi atas perbuatan abang.

Terakhir, mendekatlah kepada Allah, ikhlaskan diri, berpasrahlah dan tetap berhusnudzan, itu akan lebih baik dan lebih ringan untuk dijalani. Dan yang pasti siapa pun kita pasti akan diuji-Nya. Tugas kita adalah bersiap-siap. Sekali lagi, selamat buat bang Ipul.

  • view 171