Sejenak Berprasangka Baik (1)

Syahrul WriterPreneurship
Karya Syahrul WriterPreneurship Kategori Kisah Inspiratif
dipublikasikan 16 Februari 2016
Sejenak Berprasangka Baik (1)

Dalam kehidupan seharai-hari kita selalu dihadapkan pada menilai atau dinilai orang. Jika posisi kita dinilai orang, biarkan saja itu bukan urusan kita bukan? kita cukup melakukan sesuatu kebaikan. tetapi, terkadang kita dipaksa untuk menilai orang dan kebayang nggak jika kita selama ini lebih banyak buruk sangkanya kepada orang lain daripada berbaik sangkanhya. Apalagi, bila indikator-indikatornya banyak mengarah ke pada prasangka yang kita inginkan. Hem, hari ini saya belajar lagi dari sebuah kisah tentang betapa prasangka buruk itu sebaiknya dijauhkan, ya, jauhkan! pun, jika prasangka kita salah minimal kita tetap dalam kebaikan dan bernilai positif kan??

Terkadang jika teringat masa lalu,?Jika ada sandal akan kupukul-pukul wajah ini. Maka, maha benar Allah dengan segala firman-Nya, Bahwa sebagian beser dari prasangka adalah dosa, tidak terbukti. semoga kisah inspirasi di bawah ini menyadarkan kita. amin

Ingatlah kisah ini selalu.....

Seseorang SMS sahabat karibnya: "Bro, aku lagi butuh 500 ribu, penting banget, darurat. Please, tolong pinjami aku dulu".

Sahabatnya membalas: "Tunggu barang setengah jam ya bro, insya Allah nanti aku transfer".

Sudah lewat dari 1/2 jam . . satu jam . . tapi sahabatnya tidak juga memberi kabar. Ketika ditelpon pun ternyata HP nya tidak aktif.

Ia pun kecewa kepada sahabatnya itu. Ia merasa sahabatnya meninggalkannya. Bahkan setelah dua jam berlalu HP sahabatnya belum juga bisa dihubungi, tidak aktif!

Ia pun mengirim SMS kepada sahabatnya, isinya:

"Selama ini aku tidak pernah mengecewakanmu bro. Selama ini kita saling bantu. Kita sudah seperti saudara. Tapi kenapa sekarang engkau lari dariku?! Apa salahku?!"

Tapi status pengirimannya PENDING, belum terkirim.

15 menit kemudian, sahabatnya menelpon. Baru saja ia bertanya kepada sahabatnya kenapa tidak bisa dihubungi, tiba-tiba ada SMS masuk ke HP sahabatnya.

"Sebentar ya bro, aku matiin dulu, ada SMS masuk, aku takut ini SMS penting".

Ternyata SMS yg tadi dikirim, baru saja sampai ke HP sahabatnya itu. Setelah dibaca, sahabatnya menelpon kembali dan berkata:

"Astaghfirullah, semoga Allah mengampunimu, brooo . . Aku tidak bermaksud mematikan HP untuk lari darimu. Aku mematikan HP karena aku sedang menjual HPku untuk membantu kebutuhanmu. Lalu, dari sisa penjualan, aku belikan HP second agar bisa menghubungimu".

Kisah ini di share darihttp://www.kisahinspirasi.com/2015/11/prasangka.html?

satu lagi kisah yang hampir mirip tapi, berbeda kasusnya. bersambung..

  • view 158