Solusi Berjuta Masalah (2)

Syahrul WriterPreneurship
Karya Syahrul WriterPreneurship Kategori Agama
dipublikasikan 04 Februari 2016
Solusi Berjuta Masalah (2)

Mari sejenak berimajinasi, tentang sebuah bahtera rumah tangga yang baru dibangun. Bahtera rumah tangga yang masih kokoh dengan gelombang laut yang masih sepoi-sepoi. Mereka menghadapi badai kehidupan dengan kemesraan, ketekunan, keuletan dan kekompakan sebagai nsuami istri. Dengan bermodalkan itu semua mereka mengelola bisnis dan usaha mengantarkan pada kesuksesan dan limpahan materi yang tak terbendung. Dengan rumah yang mentereng, kendaraan yang mewah, sang suami menjadi pria mapan dan tampan. Menjadi idola gadis-gadis muda yang butuh kemapanan dan kepastian hidup. Saat lingkar pinggang istri mulai melebar, kulit mulai mengendor, dan tingkat kecerewatan semakin bartambah, apakah sang suami masih mampu untuk bersabar tidak memperturutkan nafsu memikirkan dan melirik wanita lain? Hem, biarkan waktu yang menjawab. Kesetian diuji begitu pula keimanan.

?

Sabar atau tidak? Akankah seperti nabi Sulaiman as. yang sukses bersabar untuk tidak sombong di atas gelimangan harta dan kekuasaan atau seperti nabi Yusuf as. yang mampu bersabar untuk setia menjaga kesucian dirinya di atas ketampanan dan pupolaritas. Bisa dibayangkan, apa lagi yang menghalangi Yusuf dan Zulaikha untuk melampiaskan hasrat mereka. Hasrat yang sudah sekian lama terpendam. Ya, sabarlah yang menghalangi. Sabar bahwa hidup ini tidak lama. Sabar dalam mengendalikan nafsu. Lebih baik bertahan sejenak untuk meraih yang lebih kekal dan abadi. Hem, jika kita Yusuf, mampukah kita menyabarkan nafsu? Mungkin Tuhan tahu ketebalan iman kita sehingga tidak akan pernah dipertemukan dengan kondisi nabi Yusuf.

?

Ataukah akan binasa seperti Qarun beserta seluruh harta dan kecongkakannya atau seperti Firaun yang ditenggelamkan di laut Merah dengan bala tentaranya? Kuncinya sabar. Maka, bersabarlah masalahmu selesai.

?

Solusi sejuta masalah yang kedua adalah shalat. Jika hidupmu berantakan dan kamu bingung mau memulai dari mana untuk memperbaikinya? Mulailah dari shalat. Perbaiki dan tertibkan! Lalu rasakan keajaibannya. Kedahsyatan apa sebenarnya yang terkandung dalam shalat? Mari kita cermati sebentar hal-hal yang kongkrit tapi jarang kita sadari; pertama, rukun Islam yang ledua setelah syahadat adalah shalat. Setelah seseorang mendeklarasikan keislamannya, maka saat itulah kewajiban shalat dimulai. Kedua, shalat adalah kewajiban yang tidak bisa diwakilkan dan harus dilakukan dalam kondisi apa pun, ya, apa pun. Jika sudah tidak mampu sama sekali maka ia pun masih tetap harus dishalatkan. Shalat yang tidak dilakukan karena ada halangan tetap harus diqadha (diganti). Ini sangat berbeda dengan ibadah lainya sepertu zakat, puasa dan haji. Ketiga, saat mewajibkan puasa, Allah merasa cukup dengan mengutus malaikat menyampaikan firmannya. Begitu pula zakat, haji dan lainnya. Allah mengundang langsung Rasulnya ke sidratul muntaha untuk menerima perintah shalat, itupun masih ada drama tawar menawar. Segitu pentingnya. Keempat, Allah menyiapkan neraka khusus bagi orang-orang yang melalaikan shalat. Kelima, dalam banyak hadis shalat adalah ibadah yang pertama kali dihisab, jika baik, yang lain akan diperhitungkan. Dan masih banyak lainnya.

?

Rasulullah saw selaku uswah hasanah, telah memberi contoh yang konkrit kepada kita dalam mengamalkan ayat ini. Di dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dijelaskan bahwa, ?Sesungguhnya Rasulullah saw apabila menghadapi suatu persoalan, beliau segera mengerjakan shalat?. Saat merasa lelah menghadapi kepenatan dunia beliau memerintahkan Bilal, arihna bi-shalah, istirahtkan kami dengan shalat.

?

Huzaifah bin Yaman menuturkan, ?Pada malam berlangsungnya perang Ahzab, saya menemui Rasulullah saw, sementara beliau sedang shalat seraya menutup tubuhnya dengan jubah. Bila beliau menghadapi persoalan, maka beliau akan mengerjakan shalat?. Bahkan Ali bin Abi Thalib menuturkan keadaan Rasulullah saw pada perang Badar, ?Pada malam berlangsungnya perang Badar, semua kami tertidur kecuali Rasulullah, beliau shalat dan berdo?a sampai pagi?.

?

Shalat adalah media pertemuan, dialog dan curhat antara sang Khaliq dengan makhluq. Lalu masalah apa yang tidak selesai di Tangan Allah SwT.? Kegundahan apa yang tersisa saat Sang Khaliq yang menghibur? Tidak ada bukan. So, mari kita mulai menjadikan sabar dan shalat sebagai penolong. Itu saja.

  • view 202