We Need Istighfar (2)

Syahrul WriterPreneurship
Karya Syahrul WriterPreneurship Kategori Agama
dipublikasikan 02 Februari 2016
We Need Istighfar (2)

Pada hakikatnya kita butuh istighfar. seperti layakanya kita butuh makan dan minum. Seandainya istighfar itu harus kita beli, pasti kita beli. Karena meminta ampun atas kesalahan kepada Allah adalah perkara yang sangat penting dan urgen. Siapa yang bisa selamat dari dosa di setiap menit dan jam yang kita lalui?

?

Pikiran liar terkadang datang begitu saja. Mata kita yang selalu nanar melihat hal-hal yang memanjakan nafsu. Lisan kita yang terlalu enteng menilai orang. Hati yang gampang curiga, benci, tidak senang, berwajah suram, marah, iri, dengki, dendam dan sombong terhadap saudara kita sendiri. Merasa hebat di atas pujian-pujian manusia. Merasa sukses di atas kerja keras sendiri. Merasa sholeh di atas ibadah yang dikerjakan. Ingin dipuji dan dihormat. Merasa paling benar, paling berhak mendapatkan surga. Dan semua rasa-rasa yang menjangkiti hati hampir saling berkelebat di setiap menit hidup kita. Lalu dengan apa kita menghapusnya. Meminta ampun kepada-Nya. Astaghfirullah al-adzhim.

?

Disamping sebagai antivirus, istighfar juga sebagai amalan penolak bala. Seolah-olah Allah menjaga dengan menjaukah ahli istighfar dari mara bahaya. Begitupula orang2 yang gemar beristighfar akan dimudahkan hajat hidupnya. Mari kita resapi baik-baik firman Allah ini,?Maka aku katakan kepada mereka: ?Mohonlah ampun (istighfar) kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan memperbanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula didalamnya) untukmu sungai-sungai.? (QS.Nuh: 10-12).

?

Dilengkapi dengan hadis dari Ibnu Abbas r. a Rasulullah SAW Bersabda : Siapa yang selalu beristighfar (meminta ampun kepada Allah), niscaya Allah akan menjadikan baginya kemudahan bagi setiap kesempitan, kesenangan bagi setiap kesedihan dan memberi rezeki tanpa di duga olehnya. (HR. Abu Daud), lengkap sudah.

?

Agar keyakinan kita semakin kuat ada baiknya Kisah Imam Ahmad bin Hanbal saya ceritakan ulang dan kayaknya cukup menarik sebagai penutup tulisan ini. Pada suatu hari Imam Ahmad bin Hanbal kemalaman di jalan yang kemudian mengantarkannya ke sebuah mesjid untuk shalat sekaligus menginap. Namun, sang penjaga masjid -karena belum mengenal imam Ahmad bin Hanbal- tidak mengizinkan. Akhirnya beliau hendak memilih teras masjid untuk bermalam. Bukan hanya dilarang bahkan beliau diusir. Di tengah kebingungan, seseorang yang kebetulan lewat menawarkan rumah untuk menginap. Seorang penjual roti yang juga belum mengenal sang Imam. Jadilah malam itu sang Imam bermalam di rumah penjual roti. Malam itu, Imam Ahmad bin Hanbal tanpa terasa mengamati prilaku penjual roti saat mengadoni rotinya. Terdengar lirih-lirih suara istighfar dari mulut sang penjual roti tanpa mengurangi gerakan tangan cekatan membuat roti.

?

Sambil mendekat sang imam membuka pembicaraan, "Apa yang anda ucapkan sedari tadi tuan?"

"Oh, istighfar. Saya sudah terbiasa dan membiasakan diri beristighfar kepada Allah disetiap aktivitasku."

"Apa yang anda rasakan dengan banyak beristighfar," tanya sang imam seolah-olah tidak tahu keutamaan istighfar.

"Oh, saya merasa Allah selalu memenuhi hajat hidupku. Namun, kalau tidak salah masih ada satu keinginan yang belum terkabul." Jawab penjual roti menjelaskan.

"Apa itu?"

"Saya pengen sekali bertemu dengan imam Ahmad bin Hambal."

?"Allah Akabar." Takbir sang imam takjub.

"Allah telah mengabulkan permintaanmu tuan. Akulah imam Hambal."

"Betapa Allah telah mengantarkan saya ke rumah tuan, dari kemalaman di jalan, di usir dari masjid sampai menginap di rumah tuan." Subhanallah.

?

Akhirnya, keutamaan istighfar hanya akan menjadi bahan omongan jika kita hanya berhenti di situ. ?Bukankah kita tidak perlu mengeluarkan biaya untuk melakukannya? Cobalah dan rasakan apa yang terjadi. Insya Allah hidup kita akan berubah. Dilarang komentar bagi yang belum mencoba. Trust me its work! Astaghfirullah al-adzim 100 x

  • view 294