We Need Istighfar (1)

Syahrul WriterPreneurship
Karya Syahrul WriterPreneurship Kategori Agama
dipublikasikan 01 Februari 2016
We Need Istighfar (1)

Mengapa Tuhan tidak mewajibkan manusia untuk makan, minum atau tidur? Bahkan hukum asal dari menikah adalah mubah bukan sunah apalagi wajib. Kecuali dalam kasus-kasus tertentu. Mengapa? Jawaban awamnya adalah karena itu kebutuhan dan kita membutuhkan itu semua. Kesadaran akan kebutuhan itu semua langsung bisa kita rasakan karena efek yang ditimbulkan langsung terasa. Nggak makan seharian akan langsung kita rasakan lemesnya.ngejomblo bertahun-tahun langsung terasa gersangnya hati. Ada yang hilang. Cie.

Sudah jamak kita ketahui bahwa pada diri manusia terdapat dua unsur yang saling melengkapi. Ada unsur jasmani dan ruhani. Kedua-duanya membutuhkan makanan dan minuman. Keduanya juga mudah terserang penyakit jika tidak dirawat dengan baik. Bedanya, efek yang ditimbulkannya. jika jasmani yang terserang virus maka, ia menjadi lemah lalu mati dan hancur. Sebaliknya, ruhani akan semakin kuat, liar dan tidak terkendali.

Dalam sebuah hadis yang mulia Rasulullah menginformasikan bahwa di dalam diri manusia terdapat segumpal daging, jika segumpal daging tersebut baik maka seluruh tubuh akan baik. Sebaliknya jika ia rusak maka seluruh tubuh akan rusak. Ketahuilah ia adalah hati. Hati ibarat raja.

Tulisan ini tidak akan merinci apa kebutuhan jasmani kita. Mana yang sehat dan yang buruk. Informasi tentang penyakit jasmani sudah sangat banyak, dokter-dokter penyakit jasmani tidak usah kuatir kehabisan, ribuan rumah sakit, puskesmas, klinik-klinik kesehatan dan ditambah rumah-rumah praktik dengan sangat mudah dijumpai, bahkan sampai pelosok-pelosok desa. Tidak sedikit orang merasa perlu memiliki dokter pribadi. Anda pun bisa jika memiliki baget cukup banyak. Alat-alat kesehatan semakin canggih dan bisa dimiliki oleh semua kita.

Apa sesungguhnya makan ruhani kita? Ya, benar. Dekat dengan Allah dengan menjalankan semua perintahnya. Insya Allah ruhani kita akan sehat. Apa penyakit ruhani? Tepat. Semua bentuk dosa dan kemaksiatan. Tumpukantumpukan dosalah yang menghalangi ruhani kita dari kontrol Tuhan, sehingga nafsu menjadi raja bagi tubuh kita. Ketika nafsu telah menjadi Tuhan maka setanlah yang menjadi standar perbuatannya.

shalat lima waktu, puasa, zakat, haji dan segala bentuk-bentuk ibadah yang disyariatkan menjadi makanan yang bergizi bagi ruhani. Semakin berkualitas dan intens semakin sehat. Namun, saat makanan tersebut tidak diberikan terkadang efeknya tidak terasa. Bahkan tidak terlihat sama sekali dari luar. Bisa jadi tampilan perlente, jas dan dasi menghiasi gaya hidupnya namun, sebenarnya ruhaninya sedang sakit dan kurus kering.

Setelah ruhani kita sehat dengan makanan yang bergizi, kita harus menjaganya dari virus dan penyakit. Jika dosa adalah virusnya maka istighfar adalah penangkalnya. Inilah yang diajarkan oleh Nabi kita yang mulia, manusia maksum yang dijamin surga ini. Dalam sebuah hadisnya beliau bersabda, "Demi Allah, saya tidak kurang beristighfar kepada Allah sehari semalam sebanyak 100 kali. Manusia yang memiliki imunitas dosa saja masih segitunya meminta ampun lalu dimana kita? Yang tidak ada seujung kukunya nabi. Lalu sudahkah kita melampaui nabi, minimal menyerupai nabi saw. Beristighfar 100 kali.

Bisa? Sangat bisa. Ini soal kemauan dan kebutuhan. Dosa memang tidak terlihat namun, ia bisa dirasakan. Dosa itu menggelisahkan. Dosa itu menyempitkan. Dosa itu menjauhkan dari bahagia. Kita butuh istighfar, karena dosa pun tidak pernah berhenti menyerang daya tahan ruhani kita. Dan kita bisa memulainya dari sekarang. Lalu apa yang menghalangi? Kerja? Tidak ada waktu? Atau apa? Bukankah istighfar bisa dilakuka saat di atas kendaraan? Apa yang menghalangi hati dan lisan kita tetap beristighfar saat bekerja? Memasak? Momong bayi? Tidak ada buka? Berarti bisa. Nabi yang kepala negara sekaligus bapak rumah tangga saja bisa, mengapa kita tidak. Insya Allah. Astaghfirullah al-adzim 3x.

Istighfar juga termasuk amalan penolak bala dan bencana. Dengan banyak beristighfar Allah akan melindungi kita dari mara bahaya. Allah juga akan memenuhi hajat orang-orang yang gemar beristighfar. Tentunya Allah Maha Tahu apa yang kita butuhkan. Jangan sok tahu apalagi mendikte Tuhan. Begitu saja. Bersambung...

?

  • view 110