#Catatan Hati Seorang Ayah (6) Tipe Ayah Pembentuk Harga Diri Anak

Syahrul WriterPreneurship
Karya Syahrul WriterPreneurship Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 21 Oktober 2016
#Catatan Hati Seorang Ayah (6) Tipe Ayah Pembentuk Harga Diri Anak

Berapa banyak anak yang tidak menghargai dirinya sendiri. Setiap disematkan kalimat positif dalam dirinya setiap itu pula kalimat itu mental. Eh, kamu pintar loh! Ah, nggak mungkin. Kamu calon orang kaya, orang hebat! Ah, saya mah orang biasa saja. Orantua saya tamatan SD. Dirinya tidak menerima kalimat positif. Tidak ada penghargaan pada diri sendiri. Self sabotase, mensabotase diri sendiri.

Dalam salah satu sesion pembelajaran di kelas, saya selalu menyempatkan untuk menanyakan apa sih cita-cita atau mimpi mereka. Dan saya harus selalu terkaget-kaget, sangat banyak yang tidak bisa menyebutkan apa yang mereka inginkan. Bahkan ada yang secara malu-malu saat saya suruh menyebutkan dengan lantang mengatakan, "Nggak pak, saya malu!" 
Anak-anak tidak menghargai diri mereka sendiri. Anak-anak tidak yakin dengan potensi yang luar biasa yang mereka miliki. Ada yang salah pada pendidikan di rumah. Ada yang hilang dari figur seorang ayah.

Sejak kecil anak-anak sudah saya tanamkan mimpi yang besar. Agar tertanam pada diri, sikap menghargai dan mensyukuri kemampuan yang dimiliki. Biasanya 'kan, pertanyaan yang sering terlontar dari tamu atau teman kepada anak-anak kita, "Eh, nanti kalau besar mau jadi apa?" "Mau jadi penulis." Jawab anak saya dengan lantang di usinya yang keempat tahun. Meskipun semakin bertambah usia semakin banyak impiannya. Tidak mengapa, yang penting adalah berani menghargai diri sendiri.

Pengalaman masa kecil ternyata memiliki peranan yang sangat penting dalam menumbuhkan harga diri seorang anak. Ayah memiliki peran yang sangat signifikan dalam proses pembentukan itu.

Menurut Irwan Rinaldi, trainer dan pendiri yayasan Langkah Kita, ada tiga tipe ayah yang membentuk harga diri anak rendah: 

  1. Ayah bertopeng. Penampilannya bahagia, tapi sangat takut gagal.
  2. Ayah pemberontak. Hidup sering dijalani dengan penuh kemarahan karena tidak pernah puas dengan prestasinya.
  3. Ayah yang kalah. Merasa tak berdaya menghadapi dunia pengasuhan anak-anaknya dan menunggu orang lain untuk menolongnya. 


Konsekuensi tipe ayah seperti ini akan melahirkan anak rendah diri seperti; 

  1. Cemas, stres, kesepian dan depresi.
  2. Bermasalah dalam persahabatan dan pertemanan.
  3. Dapat merusak prestasi akademis
  4. Prestasi rendah dan mudah terlibat pergaulan negatif.

Lalu, langkah apa yang harus ditempuh oleh Ayah untuk membangun harga diri anak yang positif?

  1. Asuh, asah dan asih dengan KALIMAT POSITIF
  2. Ayah harus memperlakukan diri sendiri dengan baik, mencintai diri, dan menghargai diri sendiri.
  3. Mencari bantuan orang lain. Tanyailah teman, apa yang mereka sukai dari sosok ayah. Atau meminta diingatkan akan hal-hal yang membahagiakan ketika kecil

Pada akhirnya Anak-anak yang hebat terlahir dari ayah yang tangguh. Ayah yang sudah selesai dengan dirinya sendiri. Anda ayah yang mana??

 

  • view 404