#Catatan Hati Seorang Ayah (5) Mengapa Kita Bercerai Sayang? (1)

Syahrul WriterPreneurship
Karya Syahrul WriterPreneurship Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 19 Oktober 2016
#Catatan Hati Seorang Ayah (5) Mengapa Kita Bercerai Sayang? (1)

Mengapa Kita Bercerai Sayang?

Mengapa ada orang yang bercerai? Padahal dulu mereka saling mencintai. Tidak pasangan muda, yang tua pun banyak. Apakah hanya karena ketidakcocokan atau ada kebosanan atau ada orang ketiga. Entahlah...

Tidak ada data valid yang saya miliki tapi, sepanjang pembacaan dan pengamatan sungguh tingkat perceraian sangat tinggi. Janda-janda muda semakin banyak dijumpai. Perselingkuhan menjadi bahasa keseharian. Sementara kesetian menjadi sesuatu yang langka dan hampir punah. Perselingkuhan dibalas perselingkuhan, penghianatan dibalas penghianatan, sadarkah jika anak-anaklah yang menjadi korban.

Menikah memang penuh kejutan termasuk harus menerima semua kekuarangan pasangan yang mungkin selama ini kita anggap ideal dan sempurna. Sesholeh-sholehnya suamimu ia tetap manusia biasa yang masih bisa tergoda oleh kemolekan tubuh seksi wanita cantik. Pun Selebar-lebar jilbab istrimu ia tetap wanita biasa yang rindu diajak jalan-jalan di Mall, dirayu dengan mesra dan dikasih uang.

Katanya, “Kadang kasih sayang itu gak cukup kalau gak disertai dengan Kasih Uang.

Pernahkah terbesit rasa simpati dan tertarik pada orang lain yang buka pasangan sendiri? Ataukah sudah muncul kebosanan dalam berumah tangga dan membersamai pasangan sendiri saat ini? Jika iya maka mari kita renungkan bersama bahwa sesungguhnya Iblis adalah makhluk yang sangat menginginkan sebuah rumah tangga hancur dan retak berantakan.

Nabi pernah menyampaikan bahwa sesungguhnya iblis meletakkan singgasananya di atas air. Kemudian ia mengirimkan pasukannya. Yang paling dekat dengannya adalah yang paling besar fitnahnya. Salah satu dari mereka datang kepadanya lalu berkata: Aku melakukan ini dan itu. Kamu tidak melakukan apa-apa! Kata iblis. Kemudian salah satu dari mereka datang dan berkata : Aku tidak meninggalkan orang itu sampai aku berhasil memisahkannya dari istrinya." Lalu iblis memberikannya tempat di dekatnya dan berkata ; Kamu adalah setan terbaik." (HR. Muslim)

rupanya Iblis begitu bahagia atas prestasi setan memisahkan sebuah hubungan rumah tangga  dan memberikan penghargaan yang begitu istimewa. Padahal,  Allah sangat membenci perceraian. Sesuatu yang halal namun dibenci hanya perceraian.

Jadi, berhati-hatilah!

Mari sejenak kita tarik nafas lalu membayangkan rumah tangga masing-masing. Sudah? Bahagia? Hem, lanjut. Dalam sebuah kajian, ada yang sangat menarik bagi saya, langsung saya catat. sang ustad memaparkan tiga hal yang apabila dilakukan oleh istri, insyallah suami akan kuat menjaga dirinya meskipun ia berada di sarang singa (baca: pelacuran). Hem, tahukah ibu-ibu semua? Kayaknya ini masalah kita hari ini. Perceraian itu terjadi karena INI.

Wahai para istri penuhilah 3 hal untuk suamimu. Maka ia akan menjaga kehormatannya. Apa itu? puaskan tiga hal, yaitu puaskan matanya, puaskan perutnya, dan puaskan kemaluannya.

Pertama, puaskan matanya. Saya tidak tahu apakah ada teori ilmiahnya namun, sudah menjadi rahasia umum jika kaum pria memang kelemahannya ada di matanya. Maka, industri esek-esek atau pornografi yang ditembak adalah kaum pria. Sialnya, laris manis. Siapa penikmatnya? Tidak usah kit abongkar di sini.

Mari dijawab dengan jujur; jika pria ditanya, pilih mana wanita cantik tapi cerewet dengan wanita jelek tapi baik hati. Insya Allah pria akan memilih wanita cerewet, yang penting cantik. Jujur!?  Karena karakter laki-laki memang begitu. Normal. Tetapi tidak semua, hanya pada umumnya.

Tentu jawaban sebaliknya akan diberikan oleh kaum perempuan. Jika diberi pilihan antara pria gagah tapi kasar, dengan pria biasa saja tapi lembut. Pilihnya akan jatuh pada pria lembut meski wajah biasa saja. Dari beberapa dialog dengan pria dan wanita memang begitu realitasnya.

Maka, Nabi menilai istri yang sholeha adalah ketika suaminya melihatnya ia menarik dipandang mata. Menggairahkan.

Dandanan ala kadarnya tentu tidak akan memuaskan mata. Maka berdandanlah! Istri sholehah itu saat ia keluar rumah, seluruh auratnya di tutup dengan rapat. Namun, saat berada di rumah ia bagaikan “perempuan nakal” bagi suaminya. Buka semunya, buang rasa malu itu di hadapan sang suami. Puaskanmatanya!  

Kedua, puaskan perutnya. Apa yang menjadi makanan kesukaan suami puaskan saja. Layani dan sediakan sampai ia bosan lalu berpindah ke menu lainnya. Jika suka terong, maka sering-seringlah membuat sayur terong. Bikin lebih variatif, cari buku atau browsing internet. Ingat puaskan perut suami.

Ketiga puaskan kemaluannya. Berkaitan dengan seks, kaum lelaki memiliki dorongan yang lebih dominan. Bahkan katanya ada unsur api di dalam sperma laki-laki. Bagi wanita, jika tidak dirangsang maka tidak ada gairah seksual. Ia akan biasa-biasa saja. Bahkan di saat-saat tertentu seperti saat haid gairah itu hilang sama sekali. Berbeda dengan pria, didiamkan saja akan bermasalah apalagi ada rangsangan dari luar, baik melalui visual, verbal maupun sentuhan.

Bahkan Rasulullah mencumbui istrinya saat mereka haid. Hal ini diceritakan oleh Aisyah, "Jika salah seorang dari kami sedang mengalami haid dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkeinginan untuk bermesraan, beliau memerintahkan untuk mengenakan kain –menutupi daerah kemaluan keluarnya darah, lalu beliau pun mencumbuinya." 'Aisyah berkata, "Padahal, siapakah di antara kalian yang mampu menahan hasratnya sebagaimana Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menahan." (Shahih Bukhari).

Suami boleh bersenang-senang pada tubuh wanita yang haid, selama bukan tempat keluarnya darah haid. Onani pada dasarnya tidak boleh, tetapi menjadi boleh jika yang melakukannya istrinya sendiri.

Maka, hadis nabi tentang dilaknatnya wanita yang enggan memenuhi panggil Panggilan suami di atas ranjang itu sebenarnya sangat manusiawi, karena pria tidak bisa menunggu. Butuh untuk disegerakan. Saat kebutuhan itu tidak tersalurkan maka akan berdampak pada psikologisnya. Benar adanya jika hubungan seksual suami istri secara rutin bisa menyehatkan.

Apabila seorang lelaki memanggil istrinya ke tempat tidur, kemudian si istri tidak mendatanginya, lalu suaminya semalaman marah terhadapnya, maka para malaikat melaknatinya sampai pagi hari (HR. Bukhari).

Ketiganya menjadi kunci kelemahan kaum pria yang harus mereka dapatkan di rumah-rumah mereka, di tempat yang halal bagi mereka untuk berekspresi.  Bayangkan jika ketiganya tidak didapatkan oleh suami di rumah? Bisa jadi surga yang dibangun selama ini akan menjadi neraka. Surga itu sudah tidak dirindukan lagi.

Ah, nggak adil yang dituntut hanya istri saja, mana tanggungjawab laki-laki. Maka, nantikan artikel-artikel selanjutnya.

  • view 244