Produktivitas Menulis dengan Gadged Smart

Syahrul WriterPreneurship
Karya Syahrul WriterPreneurship Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 31 Januari 2016
Produktivitas Menulis dengan Gadged Smart

Gadget rusak lagi. Baru sekitar setahun penggunaan. Begitulah. Ada anekdot mengatakan HaPe zaman sekarang ini jika jatuh maka layarnya langsung pecah, Hape dulu yang pecah adalah lantainya. ?Harus ganti! karena ini bukan lagi soal gaya hidup, lebih dekat dengan kebutuhan primer bagi masyarakat modern. Ini bukan masalah status sosial antara the have dan the have not. Mungkin dulu, memiliki gadged menunjukkan status sosial seseorang. Hari ini, pengemis jalanan saja mainannya HaPe android canggih. Kita biasa aja tuh ngelihatnya,nggak perlu berdecak kagum, apalagi melongo. Bisa jadi penghasilan mereka jauh di atas UMR. Jika dulu HaPe diidentikkan dengan orang-orang cerdas, pengusaha dan eksekutif muda maka hari ini anak2 Es De yg masih ingusan di saku seragam mereka berderet merek HaPe canggih manjadi hal yg lumrah.

Ya ganti. HaPe lama saya memang sudah smart android namun, masih banyak kekurangan yg menjadikan HaPe ini lemot jika disuntikkan banyak apalikasi. Awal-awal euforia smartphone, seperti ngeliat masakan padang di siang hari pas puasa kafarat. Nyesek. Apa saja mau diinstal, al-Quran diinstall, kitab-kitab hadis suntik, kamus, toefl, dan aplikasi lain download! Jebol ya??
Kesalahan buka hanya pada aplikasi tapi, juga pada HaPenya. Kata teman, HaPe buatan China katannya belum SNI. Rekomendasi istri kemudian, beli HaPe baru android lagi yg penting bukan dari China. Hem, apa hubungannya. Ya begitulah, perempuan memang selalu benar. Tidak boleh dibantah. Mengurangi resiko. Jika terjadi kesalah tapi, atas saran instri, aman! Sebaliknya? Bersiaplah duduk di kursi panas Mata Najwa.

Baget for gadged is not impportant. Uang buka masalah untuk belanja barang yg satu ini. Saya juga heran mengapa. Mungkina auranya kali. Maski berdarah-darah HaPe yang lebih canggih dan mahal dengan spesifikasi lebih besar terbeli. Sold.

Saya merasa sangat cocok dengan HaPe yg baru ini. Ada aplikasi yang sangat mendukung hobi saya. Menulis. Ya, selama ini begitu banyak ide bersleweran di kepala yang mengendap dan hilang begitu saja. Selama ini setiap ide yang terlintas saya simpan dalam memori kepala, baru saat buka laptop lah ide saya tuangkan, tapi, rasanya hampa. Ibarat makanan sudah dingin dan mendekati basi. Tulisan tidak lagi menggigit.

Note atau buku tulis/catatan juga tidak banyak membantu. Disamping tulisan tangan tidak begitu baik juga saat ide gagasan berhenti (block), untuk ngelanjutin dikesempatan lain juga malas. Belum lagi notebook terbatas dan tergantung dengan pena, yang pasti sangat jarang dibawa kemana-mana. Ditambah rawan rusak dan hilang. Terbukti, banyak tulisan-tulisan di folder hanya berisi judul dan satu dua alinea tanpa ada penutupnya. Tulisan yang mandek dan entah kapan akan berakhir.

Mari kita cermati apa kelebihan menggunakan gadged smart untuk mendukung hobi menulis. pertama, ide-ide yg muncul langsung bisa dieksekusi. Masih anget dan mengalir dengan deras. Saat kebuntuan terjadi, berhenti, save dan lanjutkan dikesempatan yg lain. Kedua, HaPe adalah benda yg paling sering menemani kita. Bahkan istri pun terkadang cemburu dengan alat yang satu ini. seolah berhadapan dengan madunya. Heheh. Keuntungannya, kita bisa mulai menulis atau editing saat ada kesempatan meskipun mepet seperti nunggu makanan disajikan, daripada ngupil. Nunggu pesawat take off, nunggu mata terpejam atau pas di atas bus, sedang ngantri dan lain-lain
Ketiga, fitur-fitur yang disajikan cukup menarik, animasi, bentuk font, dan formnya. Ibarat makanan sudah enak ditambah sambel menyala yg menggoda lidah di saat berbuka puasa. Joss. Nambah mas, belum laper aja sudah ngiler. Keempat, hasil tulisanmu bisa langsung dipublish di medsos, tanpa harus diketik ulang atau nunggu nyalain laptop terlebih dahulu.?


Kira2 anda akan produktif bukan? Kalau saya iya.?


Ada satu mahfudzat (pribahasa Arab) yang cukup menarik, mengibaratkan ilmu seperti buruan, maka ikatlah buruan itu dengan tali yang kuat. Tulisan adalah pengikat ilmu. Kan jadi mubazzir ide dan gagasan yang mahal terbuang percuma. Hanya karena kita terlalu pelit membeli tali yang kuat.


Nah, satu lagi, kebiasaan buruk kita, memiliki alat cangih dengan fitur wah tapi, jarang digunakan bahkan tidak tahu cara pemanfaatannya. Misal, laptop canggih hanya digunakan buat ngetik dan power point. Mubazzir kan? Di sekolah dipasang wafi unlimited dengan kecepatan tinggi tapi, cuman digunakan untuk browsing dan download yang ringan-ringan.
Persis Bani Israil yang diturunkan kitab Taurat yang luar biasa namun tidak bisa mengambil pembelajaran darinya. Seperti keledai yg memikul kitab yang berisi tumpukan hikmah. Sia-sia.?


Hem, kembali ke hukum asal, tidak ada yg sempurna karena kesempurnaan hanya milik Allah. Siapkan power bank antisipasi batrai lowbett sebelum tulisanmu selesai. Satu lagu, jangan sampai anda tidak smart dengan smartphone. Selamat mencoba!

  • view 96