Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Agama 8 Mei 2016   20:33 WIB
Dibalik keterbatasan ada nikmat luar biasa

Sewaktu masih anak-anak dulu, kepala saya dipenuhi keinginan-keinginan menjadi manusia-manusia super hero seperti yang ada di film-film. Pengen terbang layaknya Superman atau Batman, lalu memaksa ibu untuk membelikan kaos yang ada gambar dan sayapnya di belakang. Sambil bergaya ala superman saya pun terjun bebas dari parit yang tinggi ke bawah sawah. Bluk. Untung nggak ada yang cidera.

Entah sampai usia berapa kita berhenti menghayalkan manusia-manusia super itu. Semakin bertambah usia ternyata tidak menurunkan tingkat hayalan kita. Menghayalkan memiliki penglihatan dan pendengaran tembus tembok, menemukan harta karun, menikah dengan gadis cantik, menjadi kaya raya, mampu membaca isi hati orang lain dan bisa melihat masa depan.

Tuhan menyatakan bahwa manusia adalah makhluk paling sempurna penciptaannya. Sebaik-baik makhluk, ahsanul khaliqin. Lebih Sempurna dari semua ciptaan makhluk lainnya. Manusia sempurna bukan tanpa kelemahan apalagi seperti Superman, Batman, Spiderman, Ironman dan manusia-manusia hasil khayalan manusia modern yang memiliki kemampuan luar biasa. Bahkan bila mau dibandingkan dengan makhluk lainnya, -secara fisik- manusia sesungguhnya sangat lemah. Daging dan kulit yang menyelubungi tubuh manusia sangat lunak dan empuk, mudah tergores dan koyak. Saat terlahir ke dunia, manusia membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mampu berbicara, berjalan, mendengar dan melihat secara sempurna. Bayangkan bila dibandingkan hewan.

Namun, Manusia sempurna adalah manusia yang memiliki keterbatasan namun mampu mengembangkan keterbatasan menjadi potensi. Kesempurnaan manusia terletak pada potensi yang dimiliki. Manusia diberikan nafsu, dan akal yang mendampinginya. Ini yang tidak diberikan kepada semua ciptaan-Nya. Binatang sangat dominan nafsunya, sementata malaikat adalah makhluk tanpa nafsu. Manusia yang mampu mengendalikan nafsunya akan naik derajatnya melebihi malaikat. Sebaliknya, manusia akan terjun bebas seperti binatang bankan lebih rendah jika nafsu menguasainya.

Baik, kita bicara tentang keterbatasan itu. Manusia mampu melihat namun terbatas pada jarak tertentu, mampu mendengar tapi sangat ditentukan jauh dekatnya sumber suara, mampu menyelam tetapi tidak bertahan lama. Pokoknya terbatas. Namun, tahukah kita jika keterbatasan-keterbatasan itu Allah titipkan nikmat di dalamnya.

Nikmat pertama, keterbatasan itu mampu melahirkan inovasi dan daya kreatif yang hebat. Manusia tidak mampu terbang seperti burung, namun dengan kreasinya mampu terbang lebih tinggi dari seekor burung. Tidak mampu hidup di air namun dengan kreasinya mampu menyelam lebih dalam dari ikan. Temuan-temuan hasil kreasi manusia tidak akan mungkin tercipta jika manusia telah memilikinya semua. Tidak akan muncul ide pesawat terbang bila manusia tercipta bisa terbang.

Kenikmatan kedua dari keterbatasan yang Tuhan ciptakan pada diri manusia adalah agar kita merasakan ketenangan hidup. Bayangkan jika sekiranya mata kita mampu melihat benda-benda terkecil, setajam penglihatan mikroskop. Apa yang terjadi? Betapa menderitanya kita, saat akan makan menggunakan tangan atau sendok dan menyaksikan ribuan kuman ada di telapak tangan kita, di piring, sendok dan ruangan tempat makan kita. Masih bisa makan?

Jika Pendengaran kita mampu menembus jarak puluhan kilometer maka, suara berisik kendaraan dan polusi suara lainnya di belahan kota mampu kita dengarkan. Masihkan mampu kita untuk istirahat. Atau pikiran kita mampu mengetahui semua isi hati orang yang kita lihat. Masih beranikah kita berada di tengah-tengah keramaian. Kita akan sibuk merespon semua perasaan yang bersliweran tentang kita. Sungguh tidak ada ketenangan.

Lalu, bagaimana seandainya kita bisa melihat masa depan? Bisa bayangkan sendiri bukan. Jika kesuksesan yang tertulis maka, tidak ada lagi kenikmatan kerja keras, orang malas berusaha, dan kehidupan lesu. Pun sebaliknya, jika keburukan yang akan menimpa, maka ketakutan, kesedihan dan kekecewaan akan menyelimuti kehidupan. Hidup ini indah karena misteri itu.

Begitulah adanya. Allah yang Maha Tahu pasti sudah mendesain manusia sesuai kebutuhannya. Yuk bersyukur!

Karya : Syahrul WriterPreneurship