Kebaikanmu Pasti Dibalas

Syahrul WriterPreneurship
Karya Syahrul WriterPreneurship Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 02 Mei 2016
Kebaikanmu Pasti Dibalas

Untuk meyakinkan pendengarnya, sang motivator rezeki mengataka dengan mantap, "Allah pasti, pasti membalas sedekah kita. Kejahatan saja Allah balas apalagi kebaikan." Memang begitulah janjin-Nya. Bukan itu saja, dalam al-Quran Allah pertegas bahwa tidak ada yang luput dari pembalasannya, meskipun itu sebesar zarrah atau lebih kecil dari itu. Pasti. Bahkan niat berbuat kebajikan yang belum terlaksana pun Allah sudah menilainya sebagai kebaikan.

Dan, balasan kebaikan itu sudah bekerja sejak ia dilakukan. Baik di dunia ini maupun di akhirat. Misalnya, saat kita sedekah maka, balasan berlipat yang Allah janjikan mulai bekerja menuju ke si pemberi. Dan hanya menunggu waktu yang tepat menurut Allah. Oleh karena itu, ada balasan sedekah yang langsung Allah berikan namun, tidak sedikit yang ditunda. Ditunda untuk waktu yang lebih tepat. Ada yang cukup lama tidak sedikit yang disimpan untuk dinikmati anak-cucu si pemberi.

Keyakinan ini diperkuat dengan kisah-kisah kehidupan kita sehari-hari. Pernah lihat iklan Thailand di youtube? Biasanya sering ditayangkan dalam motivasi-motivasi sedekah. Seoran bocah diusir dari sebuah toko obat-obatan (apotek) oleh penjualnya, kesal karena mengambil obat-obatan tanpa bayar. Saat obat-obatan tersebut akan dirampas kembali dari tangan mungil sang anak, tiba-tiba datang seorang bapak penjual warung makan –yang dekat apotek- menolong dan menanyakan apa gerangan yang sedang terjadi. Sang anak menjelaskan jika ibunya sedang sakit keras dan ia tidak memiliki uang untuk membeli obat. Setelah tahu duduk persoalannya, dengan sigap ia mengambil uang di saku, lalu melunasi semua harga obat yang diambil.

Setelah itu, beliau memberi kode kepada putrinya untuk membungkuskan makanan dan minuman kepada anak tersebut. Nampak sang putri agak kesal dengan perlakuan sang ayah kepada anak tersebut. Dengan ogah-ogahan ia berikan makanan dan minuman itu kepada ayahnya yang kemudia ia serahkan kepada sang anak. Sang anak menatap wajah bapak penjual warung makanan lekat-lekat. Entah apa yang sedang berkecamuk dalam pikirannya. Namun nampak jelas binar di bola matanya ungkapan terimakasih yang tulus dan tak terhingga kepada malaikat penolongnya.

"Pulang sana! Segera beri obat dan makanan ini kepada ibumu. Semoga lekas sembuh." Sambil mengelus kepala sang bocah. Dan memang si bapak penjual makanan sudah terkenal sangat dermawan. Ia tidak pernah menolak setiap pengemis yang datang.

Waktu terus berjalan dan si bapak sudah semakin tua dan putri satu-satunya sudah beranjak remaja, ia pun ikut membantu ayahnya berjualan setiap hari. Tiba-tiba si bapak ambruk dan jatuh terjerebab di lantai. Sang anak histeri meminta tolang. Setelah didiagnosa ada kangker dalam otak si bapak. Harus dioperasi dengan biaya yang tidak sedikit. Sang putri kebingungan, sambil terus terisak menunggui ayah di rumah sakit, tanpa sadar ia tertidur di sampingnya. Setelah terbangun, ia menemukan secarik kertas pelunasan semua biaya rumah sakit sekaligus operasi sampai sembuh. Tertera di bawah surat nama sang dermawan yang sekaligus dokter yang akan mengoperasi sang bapak. Sang putri tertegun agak lama memandangi nama sang dokter. Seolah-olah ia pernah mendengar.

Setelah proses operasi selesai dan kondisi sang bapak sudah pulih, terjadilah pertemuan yang mengharukan. "Bapak masih kenal dengan saya?" Sambil mendekatkan wajahnya. "Hem, kurang kenal. Siapa ya?" Kelihtan bingung. "Saya dulu adalah anak yang bapak tolong. Bapak beri makan. Peristiwa itu masih saya ingat sampai sekarang. Terimakasih semuanya. Semua biaya hanya sebagai ucapan terimakasihku"

Subhanallah, balasan kebaikan itu ditunda berpuluh tahun menunggu waktu yang tepat dan berlipat. Ibarat menabung, Allah berikan sekaligus dengan bunganya. Begitulah segala amal perbuatan pasti dibalas. Camkan baik-baik.

Masih banyak kisah-kisah kebaikan yang berbalas pada waktu yang tepat. Tetangga dekat saya, suami istri yang terkenal aktif dalam sebuah organisasi Islam yang bergerak pada amal sosial. Sudah banyak fakir miskin dan rumah yatim yang mendapatkan uluran tangan. Hidup di rumah yang cukup besar dengan dua anak. Yang spesial, anak-anaknya tumbuh dan sukses di dunia pendidikan. Dibandingkan dengan anak-anak seusianya di desanya. Si sulung mampu meyelesaikan sekolah kebidanan dan telah bekerja di sebuah rumah sakit. Si bungsu sukses menyabet S1 dan S2 di universitas timur tengah dengan beasiswa full. semenjak SMA ia sudah mendapatkan beasiswa. Tapi, tahukah apa dibalik kesuksean anak-anaknya? Ini yang terkadang kita lupa.

Cerita ini saya dapatkan langsung dari beliau setahun yang silam pada moment silaturahmi hari raya idul fitri. Suami istri diamanahi putra dan putri yang tidak sehat saat masih kecil, ada kelainan pada perkembangan tubuhnya, yang mengakibatkan gampang terserang penyakit. Pokoknya sering sakit-sakitan, tentunya membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Dengan penghasilan sebagai guru honorer yang tidak seberapa, beliau harus hutang sana-sini menutupi pengeluaran. Mereka ikhlaskan semuanya demi merawat kedua putranya dengan sebaik mungkin. Sempat terlontar dari bibir sang ibu, "Ini masih kecil-kecil saja sudah menghabiskan biaya besar, apa besarnya nanti akan mendapatkan sekolah gratis ya (biaesiswa)."

Heheh ucapnya mengenang. Begitulah, kebaikan kedua orangtua berbalas dengan kesuksesan anak-anak. Sekali lagi, kebaikanmu pasti dibalas dengan balasan yang sempurna.