Masalahmu Solusinya di Dekatmu.

Syahrul WriterPreneurship
Karya Syahrul WriterPreneurship Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 06 April 2016
Masalahmu Solusinya di Dekatmu.

Allah menamai dirinya sendiri dengan Maha Adil (al-Adl). Seyogyanya manusia harus merasa tenang dalam menjalani kehidupan ini. Keadilan Tuhan meliputi seluruh dimensi ruang dan waktu. Tidak ada sedikitpun yang luput dalam jangkauan keadilannya. Jika pengadilan dunia ini belum memuaskan kita, yakinlah pengadilan Allah sedang berjalan mengembalikan apa yang menjadi hak kita tanpa dikurangi sedikit pun. Allah menciptakan masalah sekaligus menciptakan solusianya. Begitu pula menciptakan penyakita, dan telah menyiapkan obatnya. Dan, solusi dari masalah atau obat dari penyakit itu berdampingan, tidak jauh dari kita. Kita tinggal berhusnuzan kepada Allah dan sedikit berusaha maka solusi dan obat sudah dapat kita temukan.

Ada baiknya kita menggali hikmah dari sebuah peristiwa yang sering kita alami dalam kehidupan sehari-hari. Baik, saya pribadi ada pengalaman yang cukup menarik dan menambah keyakinan bahwa Allah adalah Tuhan yang Maha Adil. Bukan hanya sekedar ucapan di lisan semata. Tetapi sudah harus menjadi keyakinan dalam hati dan perbuatan.

Ada baiknya saya men-share Kisah sederhana dan mungkin sering kita alami dalam keseharian sebagai pelengkap tulisan ini. Malamnya, saya sudah bilang ke istri kalau besok pagi saya akan berangkat pukul 06.00 pagi. Perjalanan menghabiskan waktu 2-3 tiga jam dengan kendaraan bermotor. Izin saya hanya sampai jam 10 pagi. Setelah pamitan dengan anak dan istri, bismillah mesin nyala dan perjalanan dimulai.

Sejak awal saya merasa ada yang tidak beres dibagian roda belakang kendaraan bermotor yang saya tumpangi. Dan betul, sekitar 15 km perjalanan, ban belakang gembos. Duh, jam baru menunjukkan pukul 06.20, mana ada tambal ban yang buka. Sambil terus menuntun motor, beberapa tambal ban yang saya lewati masih belum terlihat ada kehidupan. melihat ada angkringan yang buka di pinggir jalan, saya kemudian mampir namun, na'as lutut saya -yang sebelumnya cidera karena futsal- tiba-tiba krang dan menimbulkan rasa sakit yang sangat. Sambil terpincang-pincang saya kemudian duduk di angkringan.

Rasa sakit ternyata memicu rasa ingin buang air besar, yang biasanya rutin setiap pagi saya harus ke belakang, karena tidak sempat baru terasa sekarang. Ya, Allah, apakah engkau menegurku? Batinku saat itu. Namun, saya tetap sangat yakin tidak ada peristiwa yang engkau izinkan menimpa seorang hamba tanpa ada hikmah dibaliknya.

"Bu tambal ban yang di depan buka jam berapa ya? Tanyaku kemudian.

"Oh, jam delapan mas."

Berarti saya harus nunggu 2 jam donk. No.

"Oya mas, di depan ada yang buka pagi persisnya samping puskesmas." Suaminya menimpali

"Jaraknya pak?"

"Ya, 500 meter-an lah."

Saya harus menuntun, sambil terpincang-pincang dengan rasa ingin buang air besar. Tidak bisa. Terpaksa motor saya naiki dalam kondisi ban gembos. Dan betul, ada tambal ban yang belum buka namun, berpenghuni. Setelah diketuk muncul bapaknya dan siap mengeksekusi. Alhamdulillah, tidak jauh dari tempat tersebut ada pom bensin.

?"Nitip pak, saya ke pertamina dulu." Setelah hajat ditunaikan, saya mencoba meluruskan kaki dan mengurut-urut dan mencoba menarik-narik lutut yang masih nyeri. "Kluk." Terdengar bunyi lutut kembali pada posisi normal. Setelah saya gerak-gerakkan rasa nyeri menghilang. Ya, Allah masalah yang terasa berat ternyata engkau ciptakan solusinya sangat dekat 500 meter dari kejadian. Sebenarnya, tidak ada masalah yang tidak bisa terselesaikan. Kita saja yang terkadang tidak mau segera move on dan beranjak.

Dan apa yang harus kita lakukan saat masalah datang? Saya mencoba menyimpulkan secara sederhana dan isya Allah sudah terbukti. Pertama, tetaplah berhusnuzan bahwa semuanya ada hikmahnya. Ini sangat penting. Jangan sampai muncul ucapan hari sial, lagi sial dan ucapan yang semisal. Kedua, segeralah beristighfar. Ingat kembali kesalahan-kesalahan kita, lalu minta ampunlah. Biasanya dosa dan kemaksiatan mengundang masalah. Ketiga, yakinlah masalhmu tidak melebihi kemampuanmu. Allah sendiri yang menegaskan dalam al-Qur'an. Keempat, bersegeralah mencari solusi yang terdekat. Insya Allah, atas izin-Nya beres.

Bagi yang masih ngejomblo, masalah bukan? Yang ketiga adalah cari solusinya yang terdekat. Jangan-jangan kita jauh-jauh nyari sementara Tuhan menyiapkan tetangga atau rekan kerja, orang yang telah dekat dengan kita. Nggak bakalan ketemu kan.

Kurang bayaran? Mungkin kita terlalu sibuk mencari yang jauh lupa jika kita sudah bekerja dan belum maksimal di tempat kerja kita sendiri. Coba fokus dan bekerjalah dengan semaksimal dan sebaik mungkin di tempat kita bekerja sekarang. Di situ kemudian Allah melimpahkan rezeki kita. Rezeki seret? Mungkin kita kurang bakti kepada orangtua kita. Orang yang berada di rumah kita sendiri. Ingat bahwa tidak akan berkurang jatah rezeki kita sampai kematian mendatangi kita. So, masalahmu, solusinya 500 mater dari dirimu bahkan bisa lebih dekat dari itu. Temukan!

?

  • view 161