Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Catatan Harian 5 April 2016   12:43 WIB
Dunia Penuh Kejutan

Allah mengatakan kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan sendau gurau (la'ibun wa lahwun). Seasyik-asyiknya dan seseru-serunya sebuah permainan pasti akan berakhir. Piala dunia adalah perhelatan akbar sepak bola dunia yang dinanti-nanti oleh milyaran penghuni jagat bumi namun, tidak mungkin piala dunia akan terus berjalan tanpa henti. Akan berakhir atau diakhiri.

Dan, di dalam permainan dan pertandingan tidak ada yang pasti. Sehebat-hebatnya komentator dan pengamat sepak bola, bisa saja memprediksi sebuah pertandingan namun, itu tidak ada yang pasti, terkadang muncul kejutan-kejutan yang tak disangka-sangka. Sebuah klub sepakbola yang bertabur bintang berhadapan dengan lawan tanding jauh di bawah levelnya, kemungkinan besar mayoritas pengamat menjagokan klub yang bertabur bintang. ?Dan harus berapa kali kita menganga melihat kejutan datang. Ada yang cukup tragis, dari menit pertama sampai menjelang pertandingan usai sangat mendominasi, gol-gol pun tercipta namun, di last minute atau injure time terjadi kejutan. Ya, membalik keadaan dan kemenangan.

Setiap hari kita selalu dihadapkan pada hal-hal yang tak terduga bahkan di luar kemampuan nalar berpikir kita. Seolah kita diajak kembali memperbaiki ketauhidan kita dan merenungi firman-Nya, "Idza arada syaian an yakulu lahu kun fayakun." Semuanya bisa terjadi dalam kalimat kun fayakun! Tidak ada yang mustahil, nothing is impossible. Jika seluruh penghuni langit dan bumi ingin mencelakakan kita, itu tidak akan pernah terjadi jika Allah tidak menghendaki. Begitu pula sebaliknya, seluruh penduduk negeri ini bersepakat mengangkat kita jadi presiden jika itu bukan jatah kita, tidak akan pernah terjadi. jangan pernah meragukan sedikit pun kuasanNya.

Baik, bagi anda yang berkecimpung atau pengamat di dunia politik, setiap hari anda harus siap memacu jantung lebih cepat menyaksikan kejutan-kejutan dunia yang katanya tidak ada kawan yang abadi. Masih muda, cerdas, enerjik, agamis -sebagai mantu seorang kyai pemilik pondok di jogja- secara mengejutkan terpilih menjadi ketua umum partai besar dan sedang berkuasa saat itu. Tidak ada yang menduga. Berdecak kagum akan lahirnya calon presiden muda masa depan. Tidak terlalu lama, ternyata sang ketum terlibat skandal korupsi yang mengantarkannya masuk bui. Seperti dihempaskan ke dasar jurang. Semua terbelalak antara percaya atau tidak.

Satu demi satu tokoh politik yang sering muncul di layar kaca menggebu-gebu mengecam prilaku koruptif anggata DPR pun berganti menjadi pesakitan KPK. Dan, yang paling merusak akal sehat kita adalah terlibatnya ketua MK dalam skandal suap. Setelah itu professor sekaligus pengacara kondang dan bisa dibilang suhunya pengacara di indonesia pun bernasib sama. Dibui sebagai pesakitan. Masa tua yang na?as. Mudah-mudahan jantung anda masih kuat.

Lanjut! Siapa yang menyangka seorang walikota -kata sebagian orang berpenampilan ndeso- di Solo dalam waktu yang sangat singkat karir politiknya melejit ke puncak kekuasaan tertinggi di republik ini. Presiden Republik Indonesia. Saya sempat membaca opini beberapa akademisi dan pakar politik saat Jokowi dicalonkan sebagai kandidat presiden, di akhir tulisannya, "Kepada Jokowi, sebaiknya bapak tidak maju, keberuntungan di DKI tidak akan terjadi lagi di RI 1." Akhirnya, semua terbantahkan dan bungkam.

Lanjut kita ke dunia intertaiment. Dunia ini juga penuh kejutan. Masih ingat pak polisi yang satu ini? Saat bertugas piket di kantor kepolisian, bermaksud menghibur sahabatnya yang sedang galau, sang polisi kemudian memutar lagu India, berakting dan bernyanyi ala artis India, "Cayya cayya cayya..." tidak disangka si "Cayya" inilah kemudian yang mengantarkan Norman Kamaru mengubah haluan perjalanan hidupnya penuh kejutan. Terkenal seentora Indonesia. Dielu-elukan, disambut bak pahlawan, diundang di beberapa stasiun TV nasional, nyanyi, ngehost, masuk jajaran berita infotaiment sampai main film layar lebar. Manisnya menjadi selebriti dadakan membuat Norman meminta pensiun dini dari kepolisian. Banyak yang menyayangkan namun, kejutan belum berakhir. Dunia memiliki hukum sendiri, tidak ada produk instan yang akan bertahan lama. Hanya mereka yang kuat, terlatih dan tahan banting. Saat ini, Norman harus berada di bawah roda kehidupan yang terus berputar. Menjadi penjual kaki lima. Hem, masih kuat. Begitulah dunia kawan.

Satu lagi, sebelumnya ia bukanlah siapa-siapa. Ia hanya seorang gadis SMA yang pemalu, di sekolah ia dikenal bisa sedikit menyanyi. Dengan masih berseragam sekolah ia tampil membawakan lagu Grenade, Bruno Mars di ajang pencarian bakat, X factor Indonesia. Ah, anda pasti sudah tahu siapa namanya. Ya, Fatin Shidqia Lubis. Nama yang sudah tenar dan hampir dikenal oleh seluruh masyarakat Indonesia saat ini. From nothing to something.

Dunia dakwah juga tidak sepi dari kejutan. Tahun 2000-an sampai 2010-an, sekitar sepuluh tahun, seorang dai dari Bandung mengejutkan dunia. Dengan dakwah yang menyejukkan, menekankan pada penyucian jiwa (manajemen qalbu), jama'ah yang setia dan setiap hari bertambah, dan bisnis ekonomi di pondok dan lingkungan sekitarnya berkembang pesat. Dengan wajah dan gestur yang sangat marketable ditambah tutur kata yang halus dan khas yang selalu menyejukkan pendengarnya mengundang majalah sekaliber Times menurunkan berita dengan judul besar, ?The Holy Man? dengan gambar sang Ustad berdoa mengangkat tangan. Hebat. Tanpa disangka, semuanya ambles dalam hitungan hari. Poligami yang menjadi pilihan hidup sang ustad menjadi penyebab utamanya. Jama'ah -yang kebayakan ibu-ibu- tidak siap dan rela melihat ustad pujaan hati mereka menduakan istri pertamanya. Gosip dan berita kekisruhan rumah tangga sempat menghiasi layar kaca beberapa saat setelah itu. Kemudian meredup dan tenggelam.

Saya sangat yakin di sekitar kita banyak kejutan-kejutan kehidupan. Saya akan tutup dengan cerita yang saya alami sendiri, untuk melengkapi tulisan Dunia Penuh Kejutan ini. Tahun ini, penerimaan peserta didik baru tahun, ada siswi luar pulau Jawa yang mendaftar. Dan, sejak sah menjadi siswa sampai setahun kemudian ia sudah menunjukkan prilaku dan akhlak yang mulia kepada teman dan guru. Setiap ketemu guru selalu tersenyum dan memberi salam. Berbusana keseharian sangat berbeda dari kebayakan teman-temannya. Sangat menutup aurat, saat yang lain sibuk ke kantin ia menyempatkan shalat Dhuha lalu ke perpustakaan. Di akhir tahun ia mendapatkan hadiah dari perpustakaan karena menjadi siswi peminjam buku terbanyak pertama. Tidak begitu pintar dalan ilmu eksak tapi, tetap bisa mengikuti dengan baik sehingga duduk di urutan kelas pilihan. Statusnya sebagai muallaf menambah kekaguman kita.

Puncaknya, saat diadakan pemilihan calon ketua OSIS, dari empat kandidat, kemenangan mutlak diraihnya. Tepuk gemuruh menyambut kata sambutan ketua baru. Kepala sekolah dan semua guru menaruh harapan besar kepadanya. Namun, beberapa bulan berjalan, kelihatan ada perubahan sikap. Sudah mulai terlalu dekat dengan lawan jenis. Ah, mungkin hanya kenakalan remaja ABG biasa. Namun, tidak berhenti sampai di situ. Bagai disambar petir di siang bolong, malam itu saya kedatangan walinya -bukan orangtuanya. Ia menceritakan prilaku anak tersebut di rumah. Kebiasaan berbohong dan suka mengambil uang. Awalnya saya tidak percaya namun, setalah melihat bukti-bukti yang jelas, kepercayaan saya mulai berkurang -belum hilang. Puncaknya saat uang sekolah hilang dan berdasarkan bukti CCTV hanya ia yang terduga kuat berada di waktu dan ruang yang sama. Setelah digeledah dalam dompetnya ditemukan uang dengan jumlah hampir persis yang hilang. Namun, dengan segala dalil ia membantahnya. Mengelit sana sini dengan cerita-cerita yang tidak konsisnten. Semua guru gerah dan greget dengan sikapnya. Ha, #adaaqua? Antara percaya dan tidak semua kita terkejut. Segitu cepatnya perubahan itu. Dari cinta dan bangga menjadi benci dan amarah. Itulah dunia.

Anda punya cerita? Tulislah! Dan bisa jadi kita bagian dari kejutan itu. Maka tidak ada salahnya untuk bersiap-siap. Semoga kebaikanlah yang menjadi kejutan kita.

Saya sangat yakin di sekitar kehidupan kita banyak kejutan-kejutan kehidupan. Dan bisa jadi kita bagian dari kejutan itu. Maka tidak ada salahnya untuk bersiap-siap. Semoga kebaikanlah yang menjadi kejutan kita.

Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu Kami pergilirkan diantara manusia (agar mereka mendapat pelajaran); dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) supaya sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada?. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim. (QS. Ali Imran: 140)

?

?

?

?

Karya : Syahrul WriterPreneurship