Berbagi Buku; Berbagi Harapan

Padlil Syah
Karya Padlil Syah Kategori Motivasi
dipublikasikan 08 Juni 2017
Berbagi Buku; Berbagi Harapan

Pada tanggal 5 mei 2017 untuk pertama kalinya Pemerintah Indonesia (Kemdikbud dan KJRI Kuching) menugaskan 15 guru di sekolah-sekolah Indonesia di Sarawak. 16 sekolah ini merupakan wadah pendidikan untuk anak-anak Indonesia yang berada di Sarawak; anak-anak Indonesia yang berada di ladang Sawit.

Di Indonesia, umumnya sekolah mempunyai gedung sendiri dan fasilitas memadai. Jangankan gedung, 16 sekolah di Sarawak bahkan tidak mempunyai sarana pembelajaran yang mencapai garis cukup. Fasilitas tempat belajar merupakan gedung milik perusahaan sawit tempat orang tua anak-anak bekerja. Karena bergantung kepada perusahaan, maka pinjaman tempat belajar pun bergantung dengan perusahan; ada yang dibuatkan gedung khusus sekolah namun lebih banyak yang mendapat pinjaman gedung ala kadarnya.

Namun demikian, fakta ini sama sekali bukan mesalah besar. Tidak memadamkan kobaran api semangat anak-anak untuk belajar. Tidak menghilangkan kesadaran orang tuanya untuk pendidikan anak-anaknya. Tidak memutuskan tali harapan dari para pendidiknya. Sebagai bukti, tahun 2017 ini adalah tahun ke-8 sekolah Indonesia di Sarawak melangkah.  

Menurut data KJRI Kuching, ada sekitar 6.000 anak Indonesia di Sarawak. Yang baru tersentuh dengan pendidikan hanya sekitar 981 siswa, sisanya tentu menjadi tugas kita bersama. Untuk terwujudnya pemerataan pendidikan bagi anak Indonesia di Sarawak, tim 15 berkolaborasi dengan semua pihak: guru-guru pamong, perusahaan-perusahaan, pemerintah Malaysia, pemerintah Indonesia dan tentunya berbagai pihak yang peduli dengan pendidikan anak Indonesia baik pribadi maupun organisasi.

Sebagai bagian dalam pemerataan pendidikan di Sarawak ini, kami melihat bahwa kendala yang paling mendesak bagi pendidikan anak-anak Indonesia di Sarawak adalah buku. Bukan saja buku-buku bacaan, keberadaan buku sumber pembelajaran pun ala kadarnya. Bukan hanya terbatas, tapi dibawah standar kurang.

Oleh karena itu, kami para guru menginisiasi program #BerbagiBukuSarawak sebagai bentuk ajakan kepada semua pihak untuk terlibat dalam memberikan harapan kepada sesama anak bangsa di Sarawak melalui pemberian atau pinjaman buku, baik buku baru maupun bekas. Kami juga berterima kepada Yayasan KupuBuku yang telah bersedia terlibat dalam memberikan harapan ini.

Bagi Teman-teman, yang bersedia urun tangan dalam program #BerbagiBukuSarawak ini bisa melalui koordinator pengumpulan buku di kota-kota berikut:

SURABAYA
Kak Taufan Setyawan (+6281334243564)

SIDOARJO
Kak Yenni (08573004107)

MALANG
Kak Rizal (081251028142)
Kak Bayu (087759714254)
(Buku bisa dijemput wilayah kota Malang)

JOMBANG
"Kak Acun" Matahati Center (08155010103)

JOGJA
Mama Hanum (082210052406)

JAKARTA
Kak Rahmania (085647315826)

PONTIANAK
Kak Rindy MJ (+60195290052)
Kak Chiko (+62 853 90344367)

PACITAN
Kak Yuni Wulan A (083850958365/+6281231651956)

MEDAN
Kak Winni (085361009674)

Untuk lebih jelasnya teman-teman bisa berkunjung ke FP Guru Indonesia Sarawak.

  • view 79