Tanpa Listrik

Padlil Syah
Karya Padlil Syah Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 08 Juni 2017
Tanpa Listrik

Jangankan membayangkan, terbersit pun tidak. Bahwa di jaman modern berada tinggal di tempat yang pasokan listriknya alakadarnya. Nyatanya aku tidak sedang bermimpi, sekarang aku menetap di tempat yang tidak terpikirkan sebelumnya itu.

5 sampai 6 jam merupakan jatah energi listrik yang didapat dalam 24 jam. Itu normalnya. Yang gak normal pun sering. Sulit menjadi hal yang wajar, apalagi menjelang magrib di bulan ramadan, bahkan berjalan ke isya, listrik masih mati. Seperti malam ini.

Pilihannya hanya satu; menikmatinya. Banyak cara menikmati kekurangan. Seperti banyak jalan tikus yang memudahkan anak bangsa mencari penghidupan di negara asing. Berat tapi mudah. Bukan contoh yang baik. Tapi ini fakta. Bukan satu dan dua orang. Ribuan. Tentu karena ada sistem yang bekerja, di saat yang bersamaan ada sistem yang harus berjalan tapi diam. Mungkin sistemnya lagi mancing. Nanti bergerak setelah dapat ikan, itupun berjalan pulang.

Semua kekurangan bisa dinikmati. Hanya satu kekurangan yang tidak bisa dinikmati; hidup tanpa cinta.

Sarawak, 30 Mei 2017 (Telabit Estate)

  • view 30