Kikan, Ayo Kita Tamasya!

Padlil Syah
Karya Padlil Syah Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 08 Juni 2017
Kikan, Ayo Kita Tamasya!

Setia yang kami bisa lakukan dalam menunggumu. Doa’-do’a tidak pernah alpa menyertai kami dalam menanti kehadiranmu. Jauh sebelum 3 tahun lalu. Jauh sebelum engkau datang menyapa kami. Kami setia dengan do’a-do’a yang berisi harapan-harapan terbaik, untukmu, sampai sekarang.

Keterbatasan tidak pernah membuat kami gentar. Kekurangan tidak juga membuat kami balik badan. Kebodohan yang berjejal dalam kepala bukan alasan untuk kami minder dari menyambut tamu suci, kamu.

Kami yakin mempunyai energi yang cukup untuk menyambutmu di gerbang kota perjuangan. Di kota tempat menimba pahala, juga dosa. Energi kami lebih dari cukup untuk mengantarkanmu tamasya di kota indah ini. Ya, ini kota perjuangan, tapi bukan berarti kamu harus susah menjalaninya. Kita harus menikmati perjuangan kita, namun jangan terlena dengan keindahannya. Keindahan kota ini bukan diperuntukan untuk berleha-leha. Karena keindahannya sering membuat banyak orang kehilangan akal, bahkan hati.

Kami yakin mempunyai energi yang cukup untuk mengantarkanmu ke tempat paling indah di kota ini. Kamu harus berhati-hati dengan keindahan kota ini, puteriku. Keindahannya kadang membuat setiap orang salah arah. Kamu harus menikmati keindahannya, namun kamu harus mawas. Bawa dan gunakanlah dua kompasmu; akal dan hatimu.

Walaupun kota ini sangat indah, namun ada kota yang lebih baik dari kota yang kita tinggali sekarang. Faktanya, gerbang kota itu adalah yang paling dekat dari kita dan setiap yang bernyawa. Namanya kota keabadian. Mungkin, kami akan lebih dulu berangkat ke sana. Namun sebelum itu, semoga Allah memberi kesempatan kami melihat kamu singgah di tempat yang paling indah di kota ini. Berikutnya, kami akan mewakilkan do’a-do’a kami agar tidak membiarkanmu kesepian.

Gunakan dua kompasmu itu agar kamu tidak salah masuk gerbang kota keabadian. Agar kita bisa bertemu dan berkumpul di kota tujuan itu. Nanti kita jalan-jalan lagi. Kita tamasya sesuka hati kita. Kita akan benar-benar menikmati keindahan kota yang tidak berhujung.

Oh iya, kata bunda sekarang kamu udah bisa bilang, “Maaf mah, kaka udah gak kuat”, saat kamu kamu bocor dalam toilet trainingmu. “Mamah, enggak denger Kakak,” keluhmu saat celotehmu tidak mendapat respons dari Bunda. “Mah, Kaka enggak mau jajan. Yang penting Ayah pulang,” ucapmu lagi sambil menyimpan sisa jajanmu dengan alasan penghematan. Banyak lagi yang ayah lewatkan selama 1 bulan ini. Ayah bangga padamu, puteriku.

Puteriku, aku cemburu sama bunda. Aku takut kehilangan manjamu lagi. Aku takut tidak bisa dengar lagi, “Aku mau main sama Ayah”, “Aku mau tidur sama ayah”. Ya, kamu sudah bisa menggunakan kata ganti Aku untuk menunjuk dirimu. Aku cemburu, tapi aku percaya sama bundamu. Dia perempuan terbaik yang aku pilihkan untuk menjadi bundamu.

Selamat ulang tahun yang kesekian kalinya di usia genap 3 tahun ini, Kikandria!

Perlu kamu tahu, hampir setiap hari kamu meminta dirayakan ulang tahun. Request kue yang ada saljunya, request nyanyi-nyanyi, bersama ayah, bunda, dede atau atau bersama nenek dan kakek. Juga request ada boneka Elsanya dan request-request yang lain. Kamu lebih spesial dari perayaan ulang tahun.

I miss u so much.

Telabit, 29 Mei 2017 (05: 37)

  • view 49