Sukun dan Devide et Impera (bag. 6)

Padlil Syah
Karya Padlil Syah Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 08 Juni 2017
Sukun dan Devide et Impera (bag. 6)

"Bukankah kebenaran itu harus disampaikan walaupun pahit, Bah?" Dalih Sukun dengan menyitir makna sebuah hadits.
 
Logika Sukun mampu memahami maksud dari perumpamaan cerita Abah tadi, sebetulnya. Namun, bagaimanapun hal itu perlu disampaikan untuk mendamaikan sengketa hati dan pikirannya.
 
"Begini, jangan karena kasihan ke pasien, lalu dokter bilang, "minum pilnya boleh dengan air susu". Kalau begitu, khasiat obatnya akan hilang. Walaupun pil pahit, dokter harus sadar itu demi kebaikan pasien. Jangan mengurangi dosis atau menambah pemanis yang tidak bermanfaat. Namun dokterpun harus memberikan resep atau obat itu dengan cara yang baik. Apa yang berlaku kalau si dokter memberikan resep obat dengan cara dilemparkan ke muka si pasien?" Pertanyaan retoris menutup penjelasan Abah.
 
Sambil manggut-manggut, Sukun memberikan tanggapan, "Berarti maksud hadits itu adalah kebenaran tidak boleh dimodifikasi walaupun terasa menyakitkan. Namun cara menyampaikannya tetap harus baik. Begitu Bah?"
 
"Kamu bisa jelaskan!" Bukan menjawab, Abah malah minta Sukun memberikan penjelasan.
 
"Kalau saya tidak salah, hubungannya ini dengan metode dakwah yang tersurat dalam An-Nahl ayat 125. Ayat ini menjelaskan ada 3 metode dalam berdakwah. Ketiganya merupakan pilihan prioritas berdasarkan urutan. Cara pertama yang terbaik adalah dengan hikmah yaitu dengan suri tauladan. Tidak bisa dengan cara hikmah, gunakan metode kedua; mau'idoh yaitu dengan nasihat-nasihat. Dan kalau metode pertama dan kedua tidak bisa, kita harus siap dengan metode terakhir, yaitu berdebat." Sukun mengutip ayat Quran dalam penjelasannya.
 
"Sukun, kamu jangan lupa!" Abah mencoba memberikan peringatan.
 
"Maksud Abah?" Sukun tidak mengerti dengan peringatan Abah.
 
"Ayatnya menjelaskan bukan hanya sekedar nasihat. Tapi nasihat yang baik. Bahkan kalau kita terpaksa menggunakan pilihan ketiga, yaitu berdebat. Kita harus menggunakan debat yang terbaik. Allatii Hiya Ahsan," pungkas Abah.

  • view 34