Tulisan: Bagaimana Jika Kita Berpisah ?

Sutihat Suadh
Karya Sutihat Suadh Kategori Lainnya
dipublikasikan 27 Februari 2016
Tulisan: Bagaimana Jika Kita Berpisah ?

Aku tidak tahu, tapi kau lebih banyak membuatku kesal. Kau yang lebih suka berbicara apa saja dengan teman-temanmu, melakukan hal-hal yang tak bisa kau lakukan denganku. Berulangkali aku menahan kekesalanku, karena tak ada cara lain untuk memahami selain tetap diam.

Barangkali benar jika kita adalah perempuan pemalu dan laki-laki tidak peka, yang ketika memaksakan bersama akan mendapati banyak hal tidak menyenangkan.

Bukan saja selera kita tentang film yang berbeda. Cara kita berfikir, cara kita menyelesaikan sesuatu, makanan yang kita sukai, dan banyak hal lainnya yang juga berbeda.

Kau bagai batu, tak bergerak, dingin dan seringkali menularkan kebekuan. Aku selalu diam dan tak dapat kau paksa bercerita tentang apa yang aku rasakan.

Aku dan Kamu barangkali punya cara berbeda melampiaskan kekesalan. Aku lebih suka mendiamimu jika aku merasa kesal. Dan kau selalu menunggu kemarahanku reda untuk setelahnya kembali berbicara. Aku tahu bukan karena kau lebih banyak salah hingga aku lebih banyak kesal, tapi karena aku perempuan, aku ingin kau lebih peka terhadap apa yang aku rasakan tanpa harus banyak menjelaskan.

Apakah kita bisa melanjutkan perjalanan kita bersama-sama?

Aku mulai merasa tidak dapat memahami segala sesuatunya. Rasanya kita saling mempertahankan apa yang seharusnya kita lepaskan, bukan karena terlalu banyak perbedaan tapi kita tak bisa lebih saling memahami. Kita tak bisa saling mempercayai. Kau lebih suka berbicara dengan temanmu tentang apa saja, dan aku lebih banyak diam. Aku seringkali berfikir jika kita tak pernah saling percaya mempercayai.

"Bagaimana dengan berpisah?" tanyaku memecah hening diantara kita

"Kenapa, tiba-tiba kau berbicara seperti itu?"tanyamu heran

"Tidakkah kau merasa perjalanan ini sudah tak lagi menyenangkan. Kita sudah berjalan bersama-sama cukup jauh, melewati banyak hal, tapi aku merasa kita tidak pernah saling percaya. Aku tahu bukan karena kau yang lebih banyak salah ketika aku lebih banyak kesal, tapi karena kita tak berusaha menghargai keberadaan kita masing-masing. Kau yang tidak peka dan aku tak bisa kau paksa bercerita."

?

To be continued..

Sutihat Rahayu Suadh

27 Februari 2016

Dilihat 173