Tulisan : Mencintaimu tak habis waktu.

Sutihat Suadh
Karya Sutihat Suadh Kategori Lainnya
dipublikasikan 27 Februari 2016
Tulisan : Mencintaimu tak habis waktu.

?

Beberapa tahun lalu kita bertemu ditepian. Kala itu aku mengikat kakiku pada seseorang yang lain.?
Bertemu denganmu kala itu, membuat langkahku terpatri. Aku menyadari ada perasaanku padamu yang tak bisa bercerita.?
Kita berteman baik, hari-hari bersamamu lebih menyenangkan. Aku bisa bicara apa saja yang aku pikirkan. Kita bisa berbicara berjam-jam sepanjang malam di ujung telfon.?
Buku apa saja yang kita baca, apa saja yang kita lakukan dari pagi hingga petang. Kau selalu menjadi pendengar yang bijak, dan aku selalu menjadi pembicara yang tak terkendali.

Ya, pertemuan selalu menyisakan tanya bagaimana dan mengapa?

Jika aku mencintaimu bagaimana?

Aku terus saja bertanya, bagaimana jika akhirnya aku jatuh hati padamu. Mencintai seseorang dan tak pernah mengungkapkannya sama dengan cinta tak terbalas. Seperti seorang penulis buku yang hebat tapi tak memiliki pembaca. Dan aku penulis yang bukunya tak pernah kau baca. Penulis yang bersembunyi dibalik kata-kata yang menularkan kebekuan.

Kau tahu, disepanjang perjalanan kita aku diam-diam selalu berdialouge dengan Tuhan. Aku berharap Tuhan mempertemukan kita sebagai sepasang mata yang saling memandang.

Bagaimana jika kita akhirnya bersama?

Jika kita bersama, kita akan berbagi banyak buku untuk kita baca. Kita akan menatanya di rak bercat putih yang kita letakan di samping tempat tidur.

Kita bertemu dimalam hari, lalu duduk dikursi yang saling berhadapan. Kita meminum secangkir teh hangat dan mulai bercerita tentang apa yang kita lakukan dari pagi hingga petang. Buku apa saja yang kau baca hari ini, apakah kita membaca buku-buku yang sama?

Kita mulai merapikan buku-buku yang kita bawa, buku-buku yang kita kumpulkan saat kita masih sendiri-sendiri. Kita mulai menghitung buku-buku yang sama yang kita miliki. Kita saling bercerita tentang bagaimana buku-buku yang kita genapkan.

Kau tahu kan perjalanan bersamapun tak selalu menyenangkan. Sesekali kita akan kehabisan beras untuk kita masak. Kita akan menatapi meja tanpa makanan. Kita akan saling menatap kemudian saling melempar senyum. Begitulah cara kita saling menguatkan.

to be continued..
Sutihat suadh
27 Februari 2016

  • view 151